Donasi Konser Amal Indosiar Untuk NTB Sebesar Rp 16.575.886.004

Gitar Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri laku Rp 1 Miliar pada acara Konser Amal untuk Lombok, Nusa Tenggara Barat yang digelar oleh stasiun TV swasta pada Rabu malam, 29 Agustus 2018. ( Foto: Biro Humas Kemnaker )
Gitar Menteri Hanif Laku Rp 1 Miliar pada Konser Amal Lombok

Jakarta, SJB - Gitar Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri laku Rp 1 Miliar pada acara Konser Amal untuk Lombok, Nusa Tenggara Barat yang digelar oleh stasiun TV swasta pada Rabu malam (29/8/2018).

Salah satu bintang tamu acara tersebut adalah Elek Yo Band, grup musik yang personilnya para menteri pemerintahan Presiden Joko Widodo. Selain penampilan musik, panitia melelang gitar Menteri Hanif, serta pakaian dan raket sejumlah atlet Indonesia yang digunakan dalam meraih medali pada Asian Games 2018.

Sejumlah menteri juga melelang barang koleksinya. Menteri Retno melelang vas bunga (Rp 150 juta), Menteri Budi Karya melelang kain tenun khas NTB (Rp 150 juta) dan Menteri Puan melelang jaket Asian Games (Rp 200 juta).

Awalnya, gitar akustik itu dibuka dengan penawaran awal Rp 100 juta. Di awal lelang, Menteri Hanif berinisiatif agar seluruh personil Elek Yo Band membubuhkan tanda tangan pada gitar tersebut. “Jika ada tanda tangan seluruh personil, semoga harganya menjadi mahal,” kata Menaker Hanif setengah berseloroh.

Sejurus kemudian seluruh personil membunuhkan tandatangan. Yakni Menteri Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf dan Koordinator Staff Khusus Presiden Teten Masduki serta Menaker M. Hanif Dhakiri.

Pada penawaran awal, ada peserta lelang berani dengan penawaran Rp 100 juta, lalu ada yang berani Rp 150 juta. Menjelang lelang ditutup, tiba tiba Jonathan Tahir mengangkat tangan dan berani dengan penawaran Rp 1 miliar. Di Atas panggung, Menteri Hanif terlihat terkejut mendengar penawaran tersebut, lalu tampak girang.

Jonathan Tahir adalah Co-Chair Mayapada Foundation. “Mewakili Tahir Foundation, kami sangat peduli dengan nasib saudara saudara kita di NTB, dan membeli gitar ini Rp 1 miliar,” kata Jonathan sebelum berfoto bersama dengan seluruh personil Elek Yo Band.

“Terimakasih kepada Pak Jonathan Tahir dan Tahir Foundation yang memberi bantuan Rp 1 miliar melalui gitar saya,” ucap Menaker Hanif.

Lelang penampilan Elek Yo Band yang dihargai Rp 10 miliar. Donasi Rp 10 miliar yang didapat merupakan hasil lelang penampilan Elek Yo Band membawakan empat buah lagu. Pembelinya adalah gabungan dari perusahaan-perusahaan ternama Tanah Air. Mereka adalah Intiland, Hanson, Mayapada, Panin Bank, dan Grab.
Atlet Bulutangkis Indonesia Pada Asian Games 2018.

Berikut daftar kaos, harga lelang, dan harga beli:

1. Kaos milik atlet voli putra Muhammad Asyifa dan Ade Candra Rahmawan dibeli Rp 50 juta per kaos jadi total Rp 100 juta dibeli oleh Ari Manopo dari Bank Mandiri.

2. Kaos milik atlet voli putra Danangsyah Yudistira Pribadi dilelang seharga Rp 50 juta dibeli oleh Anton di Jakarta.

3. Kaos milik atlet voli putri Putu Dini Jasita Utami dan Dita Juliana dilelang seharga Rp 50 juta per kaos dan dibeli oleh Lita di Tangerang seharga Rp 100 juta.

4. Kaos milik atlet bulutangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dilelang seharga Rp 100 juta dan dibeli oleh Agus Karyanto dari Adhi Karya seharga Rp 150 juta.

5. Kaos milik atlet bulutangkis tunggal putra Jonathan Christe dilelang seharga Rp 150 juta dan dibeli oleh Direktur Utama SCM Sutanto Hartono seharga Rp 400 juta.

6. Kaos milik atlet bulutangkis ganda putra Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto dilelang Rp 100 juta untuk dua kaos dan dibeli oleh Suseno dari Brantas Abhipraya.

7. Kaos milik atlet bulutangkis ganda putra Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamuljo dilelang Rp 100 juta per kaos. kaos Kevin dibeli oleh Ajiyasa dari Wika seharga Rp 100 juta dan kaos Marcus dibeli Suroto dari Hutama Karya Rp 150 juta. Jadi totalnya Rp 250 juta.

8. Raket milik Marcus dan Kevin dilelang Rp 150 juta untuk dua raket. Tetapi, justru laku Rp 300 juta dua raket.

9. Baju pencak silat yang berjumlah 11. Penyanyi Inul Daratista membeli baju milik Sarah Tria Monita seharga Rp 100 juta. Kemudian dua baju lainnya dibeli oleh Unilever Indonesia dan Bukalapak. Lalu satu paket berisi delapan baju seharga Rp 150 juta dibeli oleh Wika Beton.

Dari Penonton Mahasiswa dan Lainnya

Tak mau kalah, mahasiswa-mahasiswa yang hadir menonton konser pun turut menyumbang. Mereka mengumpulkan uang bersama-sama.

1. Binus University menyumbang Rp 80 ribu.

2. LP3I Jakarta menyumbang Rp 720 ribu.

3. Universitas Wiraswasta Indonesia sebesar Rp 500 ribu.

4. STIMIK Global menyumbang Rp 370 ribu.

5. Wendi dari UNJ menyumbang Rp 50 ribu.

6. Relova sebesar Rp 780 ribu.

7. Mahasiswa ATVI menyumbang Rp 70 ribu.

8. Pupers Putri menyumbang Rp 200 ribu.

9. Untar menyumbang Rp 390 ribu.

10. STIP menyumbang sebesar Rp 2.732.000.

11. UIN sebesar Rp 212 ribu.

12. Matlaul Anwar menyumbang Rp 189 ribu.

13. Perusahaan Luwak White Koffie pun turut memberikan donasi sebesar Rp 100 juta. National Key Account Managaer Luwak White Koffie, Robert Ardian langsung menyerahkannya kepada Ketua Yayasan Pundi Amal dan Peduli Kasih (YPAPK) Imam Soedjarwo.

Total Donasi

Dengan begitu, total keseluruhan lelang adalah Rp 13,5 miliar. Namun, hasil donasi yang berhasil dikumpulkan dari Konser Amal Untuk NTB adalah Rp 16.575.886.004.

Rinciannya adalah:

1. Rekening BCA, BBM, Bukalapak, dan Dana sebesar Rp 1.495.047.557.

2. Lelang sebesar Rp 13.500.000.000.

3. Donasi langsung Rp 393.370.000.

4. Iklan sebesar Rp 1.184.468.487. (*)


Sumber: Berbagai Sumber/Lee

Jokowi Minta Bonus Atlet Peraih Medali Diberikan Sesegera Mungkin


Jakarta, SJB-Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Dispora RI untuk memberikan bonus atlet Indonesia peraih medali Asian Games 2018 sesegera mungkin, atau setelah penutupan Asian Games 2018 2 September 2018.

"Indonesia kini mantap bertengger di posisi keempat perolehan medali sementara Asian Games 2018 dengan 30 medali emas, 23 perak, dan 37 perunggu. Atas pencapaian dan prestasi para atlet itu, pemerintah sudah menyiapkan bonus. Dan saya ingin agar bonus diberikan kepada para pahlawan olahraga ini sesegera mungkin," ujar Jokowi. (JKP)

Wali Kota Jambi DR. H. Syarif Fasha, ME Raih Penghargaan Inovatif

Wali Kota Jambi DR. H. Syarif Fasha, ME Raih Penghargaan Inovatif
Jambi, SJB-Wali Kota Jambi DR. H. Syarif Fasha, ME kembali meraih penghargaan di tingkat nasional sebagai Kepala Daerah Inovatif Tahun 2018 dibidang Pembangunan dan Infrastruktur.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Dirjen Otoda Kemendagri DR. Sumarsono, MDM, bertempat di Anjungan Pantai Losari Kota Makassar, Kamis malam (30/8/2018). (JKP-Humas)




 


PWI Jambi Sambut Kunjungan Jurnalis Dharmasraya

Pimred Jambipos Online Drs Arwani (kiri) juga hadir pada pertemuan itu. Foto-Foto WA PWI
Jambi, SJB-Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi menyambut kedatangan kunjungan Anggota Forum Jurnalis Independen Dharmasraya (Forjid) di Sekretariat PWI Provinsi Jambi Jalan Jakarta, Kotabaru Kota Jambi, Kamis (31/8/2018).

Sekretaris PWI Provinsi Jambi Hery Rawas bersama pengurus lainnya melakukan diskusi ringan soal perkembangan media di Provinsi Jambi. Silaturahmi ini juga banyak membahas soal pemberitaan antara Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumbar dan Provinsi Jambi. 

Sekretaris Forjid, Muhammad Samin mengatakan, kunjungan ini sebagai silaturahmi seasama penggiat Pers. Pertemuan ini juga membahas tentang bagaimana sistem mekanisme media di Jambi dan di Sumbar, juga terkait dengan perkembangan organissai PWI Jambi.

Kedua belah pihak saling berbagi informasi terkait peran Wartawan untuk media, dan media bagi instansi pemerintah daerah masing-masing. Pada pertemuan ini juga menyindir soal berita-berita kasus gratifikasi Zola dengan KPK. Samin merasa terkejut saat mendengar kabar tersebut, kok bisa Gubernur muda terjerat hokum korupsi. (JKP)











Drs Rahmad Derita Harahap Bersaing Dengan HBA Rebut Kursi DPR RI

Drs Rahmad Derita Harahap MPdI.
Jambi, SJB-Dikalangan dunia pendidikan di Provinsi Jambi, nama Drs Rahmad Derita Harahap mungkin taka sing lagi. Pasalnya, sosok pria satu ini sudah malang melintang di birokrasi Provinsi Jambi, khususnya di dinas pendidikan. Bahkan hingga era tiga Gubernur Jambi (Zulkifli Nurdin, Hasan Basri Agus dan Zumi Zola) Drs Rahmad Derita Harahap mampu bertahan menjabat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Perjalanan waktu yang panjang untuk seorang birokrasi yang mendapat kepercayaan dari atasan untuk bertahan di posisi yang sama yakni Kadis Pendidikan Provinsi Jambi. Saat awal tahun pertama Gubernur Jambi Zumi Zola, Drs Rahmad Derita Harahap masih menduduki jabatan itu. Hingga memasuki usia pensiun, Zumi Zola menggantinya. 

Di organisasi pendidik, seperti PGRI, Drs Rahmad Derita Harahap juga pernah menjabat Ketua PGRI Provinsi Jambi. Bahkan seluruh penerima beasiswa di Provinsi jambi pastilah mengenalnya, terlebih yang sudah menikmati beasiswa dari Pemprov Jambi selama ini. 

Drs Rahmad Derita Harahap juga aktif dalam organisasi Sosial Budaya. Bersama Ir P Bernhard Panjaitan MM (Mantan Kadis PUPR Provinsi Jambi), keduanya merupakan pasangan yang solid dalam memimpin organisasi Lembaga Budaya Batak Jambi (LBBJ) Provinsi Jambi hingga sekarang. 

Drs Rahmad Derita Harahap sudah menjabat dua periode sebagai Ketua LBBJ Provinsi Jambi dan sekretarisnya dijabat Ir P Bernhard Panjaitan MM. Selama kepemimpinan mereka pada LBBJ, sudah dua kali memberikan Penghargaan Adat Batak kepada Gubernur Jambi saat itu H Zulkifli Nurdin dan Hasan Basri Agus. 

Keduanya   (H Zulkifli Nurdin dan Hasan Basri Agus) mendapat Gelar Daiutan Mangaraja untuk Zulkifli Nurdin dan Gubernur Jambi Hasan Basri Agus Mendapat Gelar Adat Batak “Raja Pangihutan Na Marsahala” dari Masyarakat Batak Se Provinsi Jambi. LBBJ Provinsi Jambi juga kerap memberikan hiburan kepada masyarakat Batak di Jambi dengan mendatangkan artis-artis batak Ibukota. 

Menuju DPR RI

Pada Pemilu 17 April 2019, Drs Rahmad Derita Harahap dicalonkan DPP PPP menjadi Caleg DPR RI Dapil Provinsi Jambi. Drs Rahmad Derita Harahap akan bersaing dengan 109 calon legislative Dapil Provinsi Jambi yang akan merebut 8 jatah kursi Provinsi Jambi di DPR RI. Sebanyak 110 Caleg itu dari 15 Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu April 2019. Sementara PKPI di Dapil Provinsi Jambi tidak mendaftarkan caleg (nihil). 

Caleg DPR RI Pemilu April 2019 yang  merupakan petahana (incumbent) yakni Handayani (PKB), Hj Saniatul Lativa (Golkar), M.R Ihsan Yunus (PDIP), H A Bakri (PAN), Ir Sutan Adil Hendra Nasution (Gerindra), Drs Zulfikar Achmad (Demokrat). Sedangkan Anggota DPR RI Periode 2014-2019 Hj Dra Elviana MSi (PPP) pada Pemilu April 2019 mendaftar jadi Calon DPD RI. 

Dari 110 Caleg DPR RI Dapil Provinsi Jambi Pemilu 17 April 2019, ada sejumlah nama yang diprediksi mampu meraih suara terbanyak. Mereka yakni Drs Rahmad Derita Harahap mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi (PPP), Ir Tigor GH Sinaga yang merupakan perolehan suara terbesar ke 8 pada Pemilu 2014 lalu. 

Kemudian ada H Hasan Basri Agus (HBA) mantan Gubernur Jambi (Golkar), H Sudirman Zaini SH MH, mantan Bupati Muarobungo (NasDem), H Salam SH, Anggota DPRD Provinsi Jambi (Perindo).
Jumlah Caleg DPR RI Dapil Provinsi Jambi usungan Parpol yakni: 1.PKB (8-caleg), 2.Gerindra (8), 3. PDI-P (8), 4.Golkar (8), 5.Nasdem (8), 6.Partai Garuda (2), 7. Partai Berkarya (7), 8.PKS (8), 9.Perindo (8), 10.PPP (8), 11. PSI (8), 12.PAN (8), 13. Hanura (5), 14.Demokrat (8), 19.PBB (8), 20.PKPI (Nihil Caleg). (SJB-Asenk Lee Saragih)

Jejak Drs Rahmad Derita Harahap di LBBJ Provinsi Jambi


Situmorang : Djaiutan Mangaradja H Zulkihli Nurdin saat menyumbangkan suara emasnya dengan lagu "Situmorang". Tampak Rahmad D Harahap dan Bernhard Panjaitan memberikan setangkai mawar sebagai tanda kasih  pada acara  melepas rindu akan lagu-lagu Batak serta “Pasombu Lungun Tu Tano Batak” (Melepas Rindu Kepada Tanah Batak), Sabtu (7/3/2009) di GOR Kotabaru Jambi. Foto Asenk Lee Saragih

“Raja Pangihutan Na Marsahala” H Hasan Basri Agus (HBA) saat memberikan kata sambutan didampingi Ketua LBBJ dan Ketua Panitia pada Acara Penganugerahan Gelar Adat Batak oleh Lembaga Budaya Batak Jambi (LBBJ) dan Masyarakat Lima Puak Batak (Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Pakpak, dan Batak Angkola) bertempat di Gelanggang Olah Raga (GOR) Kotabaru, Kota Jambi, Jumat (10/4/2015) malam. Foto Asenk Lee Saragih.
Drs Rahmad Derita Harahap (ke empat dari kiri) bersama Tokoh Lima Puak Batak di Jambi pada Acara Penganugerahan Gelar Adat Batak “Raja Pangihutan Na Marsahala” kepada  H Hasan Basri Agus (HBA) oleh Lembaga Budaya Batak Jambi (LBBJ) dan Masyarakat Lima Puak Batak (Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Pakpak, dan Batak Angkola) bertempat di Gelanggang Olah Raga (GOR) Kotabaru, Kota Jambi, Jumat (10/4/2015) malam. Foto Asenk Lee Saragih.

Atlet Downhill Putri, Tiara Andini Prastika, Raih Medali Emas Ke Tiga Indonesia

Atlet Balap Sepeda Indonesia Tiara Andini Prastika tampil di Seeding Run nomor Women Elite Downhill pada Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat, Senin (20/8/2018). ( ANTARA FOTO/NASGOC/AJI WISNU NOVIANTO)

Jakarta, SJB-Atlet balap sepeda gunung downhill putri, Tiara Andini Prastika, menjadi penyumbang medali emas ketiga bagi kontingen Indonesia pada Asian Games 2018.  Tiara Andini Prastika menjadi yang tercepat pada perlombaan downhill putri di Khe Bun dengan catatan waktu 2 menit 33,056 detik. 

"Atlet downhill putri Tiara Andini Prastika mempersembahkan medali emas untuk Indonesia," demikian reportase langsung wartawan KOMPAS, Rakaryan Sukarjaputra, di Kompas.id. 

Tiara unggul jauh dengan selisih lebih dari 9 detik dengan dua peraih medali lainnya. Atlet Thailand, Vipavee Deekaballes, meraih medali perunggu dengan selisih 9,598 detik. 

Atlet Indonesia lainnya, Nining Porwaningsih, berada di posisi ketiga dan berhak meraih medali perunggu. Dia tertinggal 9,608 detik dari rekan senegaranya. Sejauh ini, kontingen Indonesia sudah meraih tiga medali emas, yakni dari cabang taekwondo pada hari pertama serta wushu dan downhill pada hari kedua penyelenggaraan Asian Games 2018.

Tiara Andini Prastika penyumbang medali emas bagi Indonesia saat ini berada di 16 Union Cycliste Internationale (UCI).

Tiara Andini Prastika adalah salah satu atlet putri dari cabang olahraga balap sepeda downhill yang berhasil menyumbangkan emas ketiga bagi Indonesia di Asian Games 2018. 

Ia menduduki peringkat pertama dengan catatan waktu 2:33.056 mengalahkan atlet Thailand Vipavee Deekaballes di posisi kedua dengan waktu 2:42.654.

Gadis kelahiran Semarang, 22 Maret 1996 ini berada di peringkat 16 Union Cycliste Internationale (UCI). Atlet berusia 22 tahun itu pernah menjadi unggulan pertama pada Kejuaraan Asia MTB 2018 di Cebu, Filipina, 4-6 Mei lalu.

Sumbangan emas Tiara menjadi yang ketiga bagi Indonesia. Medali emas pertama didapat oleh Defia Defia Rosmaniar, atlet taekwondo yang berhasil mengalahkan Marjan Salahshouri (Iran) dalam final nomor tunggal putri poomsae dengan poin 8,690.

Emas kedua dipersembahkan oleh atlet wushu Lindswell Kwok yang memperoleh poin 9,75 mengalahkan Hongkong dan Filipina yang masing-masing dapat poin 9,71 dan 9,68.

Dilansir dari www.cyclingarchives.com, pada 2017, Tiara juga berhasil merebut posisi pertama di kejuaraan Sleman Downhill, Lubuklinggau Downhill dan Ternadi Downhill. 

Tiara sudah pernah beberapa kali mengharumkan nama Indonesia, salah satunya saat menjadi juara Pertama, Putri - Kejurnas PB ISSI, Sentul, Jawa Barat pada 2012.

Pada 2013 Tiara dua kali mendapatkan juara pertama, yaitu pada turnamen Porprov Jawa Tengah Banyumas 2013, Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah dan Kejurnas PB ISSI, Sentul, Jawa Barat pada tahun 2013.

Pada 20 Agustus 2018, Tiara berhasil menambah total medali emas yang diraih oleh Indonesia. Dia merupakan peraih medali emas ketiga setelah berhasil memenangkan nomor downhill putri, dengan mencatatkan waktu 2 menit 33, 056 detik.(JP-Berbagaisumber/Lee)
Atlet Balap Sepeda Indonesia Tiara Andini Prastika tampil di Final Run Women Elite Downhill pada Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat, 20 Agustus 2018. Tiara berhasil meraih emas pada nomor tersebut. Foto BeritaSatu.com

Atlet Balap Sepeda Indonesia Tiara Andini Prastika tampil di Final Run Women Elite Downhill pada Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat, 20 Agustus 2018. Tiara berhasil meraih emas pada nomor tersebut. Foto BeritaSatu.com

Atlet Balap Sepeda Indonesia Tiara Andini Prastika tampil di Final Run Women Elite Downhill pada Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat, 20 Agustus 2018. Tiara berhasil meraih emas pada nomor tersebut. Foto BeritaSatu.com

Atlet Balap Sepeda Indonesia Tiara Andini Prastika tampil di Final Run Women Elite Downhill pada Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Khe Bun Hill, Subang, Jawa Barat, 20 Agustus 2018. Tiara berhasil meraih emas pada nomor tersebut. Foto BeritaSatu.com


Hanya Raih Perak, Sri Wahyuni Minta Maaf

Atlet angkat besi, Sri Wahyuni, saat berlaga pada Asian Games di JIExpo, Jakarta, Senin, (20/8/2018). Sri Wahyuni menyumbang medali perak dengan total angkatan 195 kg. ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )

Lifter putri Indonesia Sri Wahyuni meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena tidak berhasil mempersembahkan medali emas.

Jakarta, SJB - Lifter putri Indonesia Sri Wahyuni yang turun pada kelas 48 kg Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena tidak berhasil mempersembahkan medali emas.

"Saya minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan saya akan mencoba pada kesempatan yang lain," kata dia, Senin (20/8/2018) sore.

Menyinggung perolehan medali di dua Asian Games terakhir yang hanya meraih medali perak, ia pun mengaku penasaran dan ingin mencoba lagi jika ada kesempatan untuk Asian Games berikutnya.

Pada Asian Game 2018 Sri Wahyuni hanya meraih peringkat kedua yakni dengan medali perak setelah berhasil mengumpulkan total angkatan 195 kg sementara peraih medali emas adalah lifter asal Korea Utara Di Song Gum dengan total angkatan 199 kg.

Sri Wahyuni sebenarnya bisa mencuri kesempatan untuk meraih medali emas jika pada angkatan clean and jerk seberat 112 kg, dapat ia lakukan namun dengan dua kali kesempatan yakni kesempatan kedua dan ketiga angkatan seberat 122 kg tersebut gagal diraih.(*)



Sumber: ANTARA

Jokowi Kurban Sapi 800 Kg di Jambi

Sapi yang dikurbankan Jokowi di Jambi. Ferdi-detikcom
Jakarta, SJB- Presiden Joko Widodo kembali berkurban di Jambi pada Idul Adha 2018. Hewan yang rencananya akan dikurbankan oleh Jokowi ialah seekor sapi dengan bobot 800 kg.

Sapi itu adalah jenis sapi perpaduan antara Simental dan sapi Jawa PO, yang didatangkan langsung dari tanah Jawa.

Ini ke-4 kali Jokowi berkurban di Jambi. Sapi yang diberi nama Cokro berusia 5 tahun itu dipesannya dari peternak sapi kepercayaannya milik H Indra Suwandi, di kawasan Jalan Ishak Ahmad, Kelurahan Mayang Manggurai, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi. Sapi kurban ini juga merupakan sapi terbesar yang ada di Jambi.

"Ya, ini sapi terbesar yang akan dikurban pada hari raya Idul Adha nanti. Sapi ini dipilih secara langsung oleh utusan kepresidenan di Jakarta,'' ujar Indra kepada detikcom saat ditemui di peternakannya, Senin (20/8/2018).

Menurut Indra, sapi kurban jenis Simental ini dibanderol seharga Rp 36 juta. Nantinya, sapi itu akan diserahkan ke salah satu lokasi di kawasan Posos, kantor Trans Sosial, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, untuk dikurbankan dan dibagikan kepada warga dan kaum duafa.

"Kalau tahun lalu sapi itu dikurbankan di Kota Jambi, nah tahun ini rencananya satu hari sebelum hari H sapi ini akan kita serahkan ke kantor Trans Sosial di daerah Posos, Kabupaten Muaro Jambi. Karena di sana katanya sapi ini akan disembelih. Harga sapi ini 36 juta rupiah," terangnya.

Selain Jokowi, Plt Gubernur Jambi serta Kapoda Jambi memesan sapi kurban kepada peternak sapi Indra Suwandi karena hewan ternak sapi miliknya dianggap berkualitas baik untuk dijadikan hewan kurban. Selain sapi, berbagai hewan kurban lainnya ada di sini, yaitu kambing serta domba, dengan beragam bobot.(SJB)

Sumber: Detik.com

Zumi Zola Hadapi Sidang Perdana Kamis 23 Agustus

Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola Zulkifli di Gedung KPK. Detik.com
Jakarta, SJB - Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola Zulkifli akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Kamis (23/8/2018). Zumi Zola diadili sebagai terdakwa kasus gratifikasi.

"Sidang pertama hari Kamis, 23 Agustus," kata pejabat Humas Pengadilan Tipikor Jakarta, Sunarso kepada wartawan, Selasa (21/8/2018).

Majelis hakim yang akan menyidangkan perkara Zumi Zola yakni Yanto, Frangky Tambuwun, Syaifuddin Zuhri, Anwar dan Titi Sansiwi.

KPK sebelumnya menyatakan Zumi diduga menerima gratifikasi senilai Rp 49 miliar. Selain itu, KPK menetapkan Zumi sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap anggota DPRD Provinsi Jambi. Suap itu diduga terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018. 

Zumi disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP.

Bongkar Total Gratifikasi Zumi 

Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola segera duduk sebagai terdakwa terkait perkara suap dan gratifikasi. KPK mengaku akan buka-bukaan soal total jumlah duit haram yang diterima Zumi.

"Ada penambahan (gratifikasi), ada dugaan penerimaan gratifikasi lain. Nanti secara terperinci akan disampaikan lagi," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (20/8/2018).

Sebelumnya, saat ditetapkan sebagai tersangka, Zumi disebut menerima Rp 6 miliar. Dalam perkembangannya, KPK menyebut ada penambahan penerimaan gratifikasi dengan nilai Rp 49 miliar. Bagaimana dengan kali ini?

"Nanti kita lihat di proses persidangan. Nanti di dakwaan akan diurai lebih lanjut finalnya berapa yang kami duga terkonfirmasi sejauh ini," ucap Febri.

Selain terjerat gratifikasi, Zumi menyandang status tersangka kasus dugaan suap terhadap anggota DPRD Provinsi Jambi. Suap itu diduga terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018.(SJB)

Sumber: Detik.com 

LSI Denny JA: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Sudah Magic Number

Ma'ruf Amin dan Joko Widodo. ( Foto: Antara )

Elektabilitas Prabowo-Sandiaga 29,5 persen. Masih ada 18,3 persen responden yang belum memutuskan.

Jakarta, SJB - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei elektabilitas pertama kalinya untuk para calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hasilnya, elektabilitas Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin unggul sebesar 52,2 persen dibandingkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mendapat angka sebesar 29,5 persen.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, mengatakan angka yang didapatkan pasangan Jokowi-Ma'ruf dalam survei tersebut telah mencapai the magic number.

"Pasangan Jokowi-Ma'ruf mencapai the magic number karena elektabilitasnya mencapai 50 persen," kata Adjie di kantor LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/8/2018).

Perolehan survei ini, katanya, hampir sama dengan perolehan Jokowi di Pilpres 2014 lalu. Namun, masih tingginya pemilih yang belum memutuskan pilihannya dalam survei tersebut, yakni sebesar 18,3 persen harus menjadi perhatian khusus.

Adapun survei yang dilakukan LSI sendiri diselenggarakan pada 12-19 Agustus 2018 dengan menggunakan metode multistage random sampling. Sebanyak 1.200 responden dilibatkan dalam pengambilan survei tersebut dengan cara wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD).(SJB)



Eko Yuli Irawan Antar Indonesia Sabet Emas Kelima

Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan. ( Foto: Antara/Wahyu Putro A )

Eko menyabet emas setelah mencatat total angkatan 311 kg. Perak dan perunggu masing-masing diraih Van Vinh Trinh dari Vietnam dan Adkhamjon Ergashev dari Uzbekistan.

Jakarta, SJB-Eko Yulianto Irawan membawa Indonesia meraih emas kelima di Asian Games 2018 setelah menjadi juara di cabang angkat besi kelas 62 kg, Selasa (21/8/2018), di Jakarta. 

Eko berhak menyabet emas pertamanya di ajang Asian Games setelah mampu mengangkat angkatan total 311 kg. Pada angkatan snatch dia torehan terbaiknya adalah 141 kg. Sementara di clean and jerk dia mampu mengangkat barbel seberat 170 kg.

Indonesia sebenarnya memiliki satu wakil lainnya di kelas 62 kg yaitu MUhamad Purkom. Namun lifter kelahiran 1990 ini hanya mampu menempati urutan kedelapan.

Medali perak di nomor ini diraih Van Vinh Trinh. Atlet asal Vietnam ini mencatat angkatan total 299 kg atau berselisih 12 kg dengan Eko. Angkatan terbaik Van Vinh dalam angkatan snatch adalah 133 kg sementara pada clean and jerk 166 kg. 

Sementara medali perunggu disabet lifter Adkhamjon Ergashev dari Uzbekistan. Atlet yang baru berusia 19 tahun ini mencatat angkatan total 298 kg. Dalam angkatan snatch dia catatan terbaiknya adalah 136 kg sementara pada clean and jerk 162 kg.

Bagi Eko ini merupakan emas pertamanya di ajang Asian Games. Dalam keikutsertaannya pada dua Asian Games sebelumnya yakni di Guangzhou 2010 dan Incheno 2014 dia hanya meraih perunggu.

Sementara pada Olimpiade 2016 di Rio De Janeiro, Eko menyabet perak. Saat itu angkatan total Eko adalah 312 kg atau satu kg lebih berat dibanding yang dicapainya hari ini.(SJB)



(Foto) Harga TBS Ditingkat Petani Dipatok 1.175 Per Kilogram

Jambi, SJB-Seorang petani kelapa sawit Jambi, Saman Spt mengatakan, harga tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani, Selasa (21/8/2018) mencapai Rp 1.175 Per Kilo Gram. (Foto Fb Saman SPt)

Juara Renang Olimpiade Gagal ke Final di Asian Games

Schooling gagal melaju ke final nomor 50 meter gaya bebas putra Asian Games 2018.
Dia bahkan berada di bawah perenang Indonesia Triady Fauzi Sidiq.

Jakarta, SJB - Juara Olimpiade asal Singapura, Joseph Isaac Schooling, gagal melaju ke final nomor 50 meter gaya bebas putra Asian Games 2018.

Schooling, yang mencatatkan waktu 23,05 detik pada penyisihan di Stadion Akuatik GBK, Jakarta, Selasa, berada di posisi ke-17.

Perenang 23 tahun yang berencana pensiun setelah Olimpiade 2024 Paris itu finis lebih lambat 0,58 detik dari waktu terbaiknya dan rekor nasional 22,47 detik yang diraihnya pada SEA Games 2015 Singapura.

Juara nomor 100 meter gaya kupu-kupu putra pada Asian Games 2014 Incheon, Korsel itu bahkan berada di bawah perenang Indonesia Triady Fauzi Sidiq yang membukukan waktu 22,95 detik di peringkat 14.

Schooling masih akan berlomba pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra pada Kamis (23/8/2018).

Sebelumnya ia telah membantu tim Singapura memenangi medali perunggu pada nomor 4x200 meter gaya bebas estafet putra pada final yang diselenggarakan pada Senin (20/8/2018).

Kuartet yang terdiri atas Schooling, Quah Zheng Wen, Danny Yeo, dan Jonathan Tan berada di posisi ketiga dengan waktu tujuh menit 14,15 detik, setelah tim Jepang yang meraih emas dengan tujuh menit 05,17 detik dan tim Tiongkok di posisi kedua dengan tujuh menit 05,45 detik.(SJB)



Sumber: ANTARA

Terus Berprestasi Putra Putri Bangsa Buat yang Terbaik Untuk NKRI

*Disaksikan Presiden, Penampilan Lindswell Hasilkan Medali Emas*
Terus Berprestasi Putra Putri Bangsa Buat yang Terbaik Untuk NKRI.
Jakarta, SJB-Atlet wushu andalan Indonesia Lindswell Kwok memastikan tambahan medali emas untuk kontingen Indonesia di Asian Games 2018 setelah meraih nilai tertinggi 9,75 pada nomor _Taijijian_ (pedang) putri. Kemarin Lindswell juga membukukan nilai sama untuk nomor _Taijiquan_ (tangan kosong) sehingga total nilainya 19,50.

Penampilan Lindswell ini turut disaksikan Presiden Joko Widodo yang tiba di _venue_ wushu di Hall B, Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta sejak pukul 09.00 WIB. Tampak hadir mendampingi Presiden, Ketua Umum PB Wushu Airlangga Hartarto, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan _Chef de Mission_ kontingen Indonesia Syafruddin.

"Saya datang ingin memberi semangat setelah kemarin sore di taekwondo Defia mendapatkan emas, pagi hari ini kembali lagi Lindswell di wushu juga dapat emas. Saya kira semangat emas ini yang ingin terus kita dorong. Di sini emas, di sini emas, di sini emas. Yang nonton senang, saya datang juga senang. Senang senang," kata Presiden usai pertandingan.

Lindswell tampil prima dan tenang hingga berhasil mengalahkan 15 finalis lainnya. Catatan 19,50 poin yang dibukukan Lindswell membuatnya unggul atas Juanita Mok Uen Ying asal Hong Kong yang meraih 19,42 poin dan Aghata Chrystenzen Wong asal Filipina yang meraih 19,36 poin.

"Ada juri-jurinya yang menilai. Kalau nilainya tadi memang sudah mendekati sempurna, 9,75 tadi sudah mendekati sempurna, bagus sekali," ujar Presiden.

Dengan raihan emas dari cabang wushu ini, kontingen Indonesia berhasil menambah pundi-pundi medalinya menjadi 2 emas 1 perak. Terkait target, Presiden pun optimis Indonesia bisa memenuhinya.

"Ya belum tentu 10 besar, bisa saja nanti 8 besar," ujar Presiden.

Kepala Negara mengatakan akan berusaha untuk menyempatkan waktu untuk mendukung dan menyaksikan langsung para atlet Indonesia berlaga di Asian Games 2018 ini.

"Pokoknya kalau ada waktu saya akan datang. Nanti ada pertemuan dengan Perdana Menteri Korea Selatan, bagi waktu. Ada waktu (saya) datang. Tidak harus yang dapat emas tapi di pertandingan apapun kita akan datang kalau ada waktu. Saya akan atur waktu seketat mungkin agar bisa datang di setiap pertandingan," tuturnya.

Lega Dapat Emas

Seusai pertandingan Lindswell mengatakan dirinya merasa senang dan lega bisa meraih medali emas dan memenuhi target yang diberikan tim dan pelatih. Apalagi, di Asian Games 2014 di Incheon lalu Lindswell 'hanya' meraih medali perak.

"Senang pastinya dan lega banget karena _prepare_-nya sudah sejak jauh-jauh hari dan 2014 saya cuma dapat perak, kali ini bisa dapat emas," kata Lindswell.

Atlet kelahiran Medan, 26 tahun silam ini mengaku awalnya tidak mengetahui kedatangan Kepala Negara. Walaupun demikian, dukungan _supporter_ yang luar biasa membuat rasa groginya hilang dan justru menjadi tambahan motivasi baginya.

Medali emas ini, kata Lindswell, ia persembahkan untuk semua mulai dari keluarga, pelatih, _official_, teman, hingga semua pendukung. Ia pun memberikan semangat untuk atlet Indonesia lain yang akan berlaga di ajang olahraga multicabang terbesar se-Asia ini.

"Tetap semangat, yakin, harus berani dan kita pasti bisa," tandasnya. (JP-Rel-Jakarta, 20 Agustus 2018-Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden-Bey Machmudin)









Cari Blog Ini

lcki

lcki
dirgahayu Provinsi jambi

berita

berita