| Sekda Provinsi Jmabi M Dianto saat melepas pawai Pembangunan Provinsi Jambi, Sabtu 18 Agustus 2018. Foto Humas. |
Jambi, SJB-Tanggal 17 Agustus 2018, Seluruh Rakyat Indonesia memperingati Dirgahayu NKRI ke 73, tampak dalam acara Hut tahun ini diberbagai daerah menampilkan semangat dan rasa kebersamaan untuk membangun dan mempersatukan, dan menjaga NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai dasar kedepan.
Dalam rangka memperingati Hut NKRI ke 73, hendaknya dapat dikembangkan suatu pengkajian untuk membangun bangsa dan Negara serta Rakyat, ketegasan dan Hukum harus ditegakkan, untuk mengatasi munculnya polemik yang tidak berujung, karena hanya kepentingan Politik. Mari kita bangkitkan semangat Penegakan Hukum dan Membangun Insprastruktur, Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan, dan Kehidupan Rakyat dimasa yang akan datang.
Politik dalam Demokrasi seharusnya dappat memberikan contoh kepada Rakyat, antara lain utamakan Pembangunan kepentingan Rakyat, dari pada kepentingan Politik dan kepentingan Pribadi.
Dalam Pola ber Demokrasi perlu disadari bahwa Tujuan Demokrasi itu adalah disaat Pilpres, dan Pileg, dan Pilkda, setelah terpilih maka mari kita dukung sebagai Pemimpin yang dipilih oleh Rakyat atau mari kita berikan kesempatan lima tahun untuk menjalankan roda Pembangunan, setelah lima Tahun mari kita evaluasi yang sehat dan memberikan solusi bukan saling menyalahkan.
NKRI ketika dijajah oleh Belanda dan Jepang sudah cukup menjadi pengalaman bagi Rakyat indonesia, dan Pemimpin Kita Ir.Soekarno.Hatta telah berhail merebut kemerdekaan NKRI, sebaiknya kita menhargai perjuangan itu. Sehingga kita dapat bersatu untuk membangun NKRI dimasa yang akan datang.
Setiap pergantian Pemimpin, sealu muncul saling goyang dan kritik yang tidak sehat, sedangkan sebagai Pemimpin tetap berusaha untuk meningkatkan Pembangunan untuk kepentingaan Rakyat.
Kini diperdebatkan Utang NKRI, sebenarnya Utang NKRI sudah dari awal namun setiap pergantin Pemimpin Perlu dibuat Berita acara serah terima berapa Utang dan aset yang ada, serta pelu dievaluasi secara terbuka, sehingga tidak ada lagi salah menyalahkan tentang Utang, karena Utang ini telah ada sejak presiden Pertama dan ke tujuh, Lalu siapa yang bertanggung jawab, apakah beban ini hanya disudutkan kepada Presiden yang masih menjabat, tanpa pertimbangan terhadap Pemimpin Sebelumnya.
Kalau kita lihat dibeberapa elit Politik, selalu mengkritik Ekonomi dan Utang, sebaiknya kalangan Elit Politik itu duduk bersama untuk mencari solusi kedepan bukan saling menghujat, dan saling menekan, Rakyat sudah merasa jenuh mendengar Kritik yang tidak berujung hanya saja karena muata Politik.
Perlu kita sadari Uang Rakyat dibeberapa Gubernur, Walikota, Bupati sering terjadi ketika Pengesahan anggaran muncul Uang Ketok Palu sehingga terjadi OTT oleh KPK. hal seperti ini jarang dievaluasi pihak elit Politik.
Para elit Politik sering mengatakan suara Rakyat, namun Rakyat yang tingggal di Pedesaan jarang ada Kunjungan para elit Politik, hanya dibatas Kota sementara Desa Desa perlu diperhatikan, jangan hanya membutuhkan Suara Rakyat pedesaan, sementara ekonomi dan Kehidupan mereka Perlu diperhatikan.
Diharapkan para Caleg, agar turun kedesa desa sekaligus meninjau tentang kehidupan Rakyat di Pedesaan, Karena dari kunjungan ke Desa Desa itu merupakan demikian suara Rakyat yang dikutip Pemimpin Redaksi Sinarjambibaru Jakasim Purba. Dirgahayu NKRI ke 73. Mari kita Dukung NNKRI lebih baik dan Maju.(JKP)