Pilgub Sumut Memanas, Jangan Lakukan Kekerasan Mencapai Kepemimpinan

Pilgub Sumut Memanas, Jangan Lakukan Kekerasan Mencapai Kepemimpinan
Medan, SJB-Rabu tanggal 27 Juni 2018, merupakan pesta rakyat untuk menentukan hak suaranya menentukan Pemimpin, bukan karena kekerasan, mari kita berdemokrasi yang santun, dan sopan, agar nilai nilai demokrasi memiliki nilai yang baik, karena dengan hasil kekerasan itu, mari kita bayangkan lima tahun kedepan apa hasilnya. Demikian disampaikan JN kepada Sinarjambibaru, Rabu (27/6/2018).

Sebagaimana informasi yang dihimpun SJB, bahwa  ada jumlah mata pilih 40 orang, tetapi DPTnya  muncul 60 orang. Hal ini  perlu  diteliti kebenarannya. 

Lalu  serang menyerang, antar Calon, antara lain tentang  sembako, dan menyerahkan uang  hanya  karena Rp 250 Ribu suara rakyat dibeli, sudah merupakan paksaan, hal  seperti ini  perlu ditindaklanjuti pihak Banwaslu, dan KPU, karena  kemenangan, bukanlah karena uang, dan  sembako.

Dalam Pilkada  serentak, adaalah tujuannya  untuk  memilih Pemimpin, tetapi  kalau  calon Pemimpin melakukan kekerasan, atau  paksaan, hal ini  dapat  merusak pesta  demokrasi, mari  kita  tinggalkan budaya Kekerasan dan  paksaan  terhadap rakyat, bangunlah pola  etika dan sopan santun yang  barmartabat.

Sumut, masih  kita  ingat, semua urusan melalui uang tunai, atau Begini rupanya  Medan, dan Ini  medan Bung, tampaknya  naskah yang lama ini  bangkit lagi di era Pilgub Sumut. 

Kita  sudah  membaca bahwa Sumut adalah  kota  yang  keras, dan sudah dua  Gubernur terjaring  KPK, karena  Korupsi, tetapi  jangan  sampai tiga kali, dan Pilgub kali ini  merupakan  ketiga, setelah dua sudah masuk penjara karena korupsi.

Menjelang Pilkada Sumut, sudah ada  lampu  merah  di Danau Toba, yaitu KM.Sinar Bangun, dan KM.Ramos Risma Marisi, yang cukup memberikan duka yang panjang karena jumlah koban  belum ditemukan,  apa  kata rakyat.

Dalam Kondisi Musibah di Danau Toba dengan penuh bercucuran air  mata, nyaris kurang  perhatian, karena beralih ke Pesta Demokrasi atau Pilkada, diharapkan Unsur  Pemimpin di Sumut  hendaknya  tunjukkan kepeduliannya  terhadap para  korban, yang sampai  saat  ini  masih berduka.

Pilgub Sumut. Siapapun pemenngnya adalah Pemimpin Kita, dan  harapan kita  Rakyat  kembali  bersatu. dan mari  kita  dukung  yang menang  sebagai  Pemimpin di Sumut, agar  pembangunan, dan  pelayanan terhadap  masyarakat  berjalan dengan baik. Biarkanlah selama lima tahun memimpin yang  terpilih kita  dukung, masih ada waktu  sesudah  lima  tahun, berikutnya bertarung lagi.

Sebagaimana diturunkan. Redaksi Sinarjambibaru, bahwa tanggal 27 Juni 2018, Pesta Demokrasi diuji suara rakyat  untuk  menentukan Pemimpin di Sumut.

Namun  hasil Pilkada  tahun  ini, dapat kita  lakukan  unuk evaluasi  berikutnya. Selamat bagi  Pemenang Gubsu,  lanjutkan  Pembangunan di Sumatera  Utara, khususnya  Danau Toba  yang saat  ini dilanda  musibah korban akibat Tenggelamnya KM.Sinar Bangun. 

Mari  kita  doakan bagi para korban yang meninggal, serta  yang  belum agar keluarga  yang  ditinggalkan tabah.dan  bagi  korban  yang  selamat agar diperhatikan, karena  sudah  mengalami trauma.(JN/JKP)

Cari Blog Ini

lcki

lcki
dirgahayu Provinsi jambi

berita

berita