![]() |
| Presiden RI Ir.Jokowidodo. |
Jakarta, SJB-Pendaftaran calon Presiden RI sudah mendekat yaitu Agustus 2018, Rakyat tetap mendukung Bapak Ir.Jokowidodo, agar memimpin NKRI untuk kedua kalinya. Karena Kepemimpinan Ir.Jokowidodo, yang sangat merayat, dan memiliki etika santun, serta dekat dengan rakyat diharapkan terpilih kembali untuk dua periode Memimpin NKRI.
Sebagaimana pandangan A.Agym yang dikutip Sinarjambibaru, bahwa setiap pemimpin itu hendaknya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, jangan membuat janji janji, jika tidak dapat dilaksanakan, sebiknya harus dilakukan Pembangunan yang mempunyai rasa Kebersamaan, serta membangun Sifat Kenegarawan.
Pemilihan Presiden, bukan hanya pertama kalinya, bahkan sudah ke beberapa kali, sebaiknya sudah harus membangun politik yang bermartabat, serta mempunyai nilai nilai kesantunan, tanpa menyinggung orang lain, karena Siapapun nantinya terpilih itulah Pimpinan kita yang harus didukung.
AA.Agym, memberikan contoh seperti " kesing" makna kesing adalah bukan menjadi harapan , tetapi kualitas dan isinya, atau perbuatan yang perlu kita lihat, jika kita memilih Pemimpin, karena dengan sifat kenegarawan itu adalah Pemimpin yang merakyat, Pemimpin adalah Pilihan Rakyat, sehingga suara rakyatlah yang menentukan siapa bakal Pemimpin NKRI, bukan sekelompok kepentingan, atau karena keinginan seseorang, tetapi suara rakyat yang menentukan.
Menurut Agym, Perbedaan itu, bukanlah hal yang aneh, tetapi Perbedaan itu dibangun untuk membangun Kebersamaan, serta membangun Budaya Malu,dan etika santun, yang bermartabat.
Kalau kita simak dari beberapa elit Politik, lebih besar suara dari pada perbuatan, atau hanya mengritik, tanpa ada solusi, tetapi kenyataan beberapa Oknum anggota DPR,DPRD, serta Gubernur, Bupati, Walikota tertangkat OTT KPK, karena memperjuangkan "Uang Ketok", bukan untuk memperjuangkan kebutuhan Rakyat.
Para elit Politik, ketika menjelang Pileg, dan Pilkada, Rakyat adalah menjadi rebutan Suara, Namun sesudah terpilih jasa suara dari rakyat sering terlupakan, oleh karena itu sudah saatnya Rakyat menentukan Pilihannya yang benar, dan jika memberikan suaranya agar mencari calon yang berkualitas, bebas dari Korupsi, serta bebas dari jeratan hukum.
Budaya Uang Ketok ini sudah merupakan tradisi disetiap Daerah, jika pengesahan anggaran selalu ada istilah Uang Ketok, sehingga Gubernur dan Anggota DPRD kena OTT KPK, seperti contoh di Jambi, dan beberapa daerah lainnya.
Harapan kita Rakyat sudah membaca dan mempelajari kalangan Caleg dan Pilkada, agar memberikan suaranya kepada calon pemimpin yang bersih dan beriwibawa serta memiliki budaya malu dan agar Pembangunan kita berjalan dengan baik.
Pemimpin yang bersih, dan mempunyai rasa kenegarawan, pasti dapat menjalankan roda Pembangunan yang handal tanpa ada gangguan, tetapi kalau sudah ada niat kepentingan, karena kebutuhan, hal ini membuat dapat menimbulkan Perbedaan Pendapat karena muatan Politik dan kepentingan, tanpa memperdulikan suara Rakyat disaat Pemilihan.
Rakyat di Pedesaan membutuhkan, para Pemimpin yang turun ke Desa Desa untuk melihat Kondisi Insprastruktur, serta kehidupan Rakyaat di Desa, bukan hanya dalam Kota atau Kabupaten. Pedesaan membutuhkan Pemimpin yang merakyat.
Berbicara tentang Wakil, kita percayakan kepada Capres, karena yang membutuhkan Duet untuk membangun NKRI adalah Presiden, dan Wakil, tetap melakukan pola kebersamaan, untuk memimpin NKRI.(JKP)
