Presiden Instruksikan Renovasi Rumah Zohri

Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani (kiri) berbincang bersama Baiq Fazilah (tengah) kakak kandung Lalu Muhammad Zohri, peraih medali emas lari 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20, di Tampere, Finlandia, di rumah gubuknya, di dusun Karang Pangsor, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, 12 Juli 2018. Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani mengunjungi rumah Lalu Muhammad Zohri untuk menawarkan perbaikan rumahnya serta menawarkan untuk menjadi anggota TNI setelah Zohri lulus SMA. ( Foto: Antara / Ahmad Subaidi )

Zohri meraih gelar juara dunia lari 100 meter putra U-20.

Zohri meraih gelar juara dunia lari 100 meter putra U-20. Zohri, dalam video yang diperoleh dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, menyampaikan terima kasih atas dukungan Presiden.

Jakarta, SJB- Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk merenovasi rumah atlet atletik putra Indonesia Lalu Muhammad Zohri yang meraih gelar juara dunia lari 100 meter putra U-20.

"Prestasi yang ditorehkan Zohri tentu sangat membanggakan kita semua, bangsa Indonesia. Terlebih lagi, kita dapat melihat bagaimana Zohri tidaklah diperhitungkan sama sekali. Untuk prestasi yang diraih Zohri, saya telah memerintahkan Menteri PU dan Perumahan Rakyat untuk merenovasi rumah Zohri di Lombok," kata Presiden Joko Widodo dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Zohri pada berhasil mencatatkan waktu 10,18 detik dalam Kejuaraan Dunia Atletik IAAF U-20 di Tampere, Finlandia, Rabu malam (11/7/2018) waktu setempat.

"Zohri berasal dari keluarga yang sederhana. Rumahnya berada di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat," demikian disebutkan dalam pernyataan tertulis tersebut.

Zohri, dalam video yang diperoleh dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, menyampaikan terima kasih atas dukungan Presiden.

"Terima kasih atas doa Bapak Presiden dan seluruh rakyat Indonesia," ucap Zohri.

Zohri mengalahkan dua atlet Amerika Serikat Anthony Schwartz dan Eric Harrison yang menempati peringkat dua dan tiga dengan catatan waktu masing-masing 10,22 detik.

Catatan waktu 10,18 detik itu sekaligus memecahkan rekor nasional junior atas namanya sendiri 10,25 detik. Rekor waktu 10,18 detik itu juga mendekati rekor nasional senior atas nama Suryo Agung Wibowo 10,17 detik.

Putra pasangan almarhum Lalu Ahmad Yani dan almarhumah Saeriah itu memang bercita-cita memperbaiki rumah di kampung halamannya jika telah mencapai kesukesan.

Menurut kakak Zohri, Fazilah, adiknya memang berencana membeli tanah di luar kampungnya di Dusun Karang Pangsor jika sudah mampu.

"Saya tidak pernah mengetahui masalah pribadi Lalu. Dia tidak ingin menyusahkan kakak-kakaknya atau keluarganya yang lain. Dia akan berusaha sendiri selama dia mampu," ujar kakak sulung itu.

Sebelum meninggal, ayah Lalu Muhammad Zohri pernah mendoakan agar putranya selalu sukses mencapai cita-citanya.

Mengenal Lalu M Zohri

Zohri (tengah) berhasil meraih emas setelah mencapai finis terdepan pada nomor lari 100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20 yang digelar di Tempere, Finlandia, Rabu (11/7/2018). FB
Lalu Muhammad Zohri pelari asal Indonesia mengukir prestasi gemilang di Kejuaraan Atletik Dunia U-20 yang berlangsung di Tampere, Finlandia, 10-15 Juli 2018. Pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut merebut emas di nomor bergengsi lari 100 meter putra. 

Di babak final, Zohri finish pertama dengan catatan waktu 10.18 detik. Dia mengalahkan dua pelari asal Amerika Serikat, Anthony Schwartz (10.22) and Eric Harrison (10.22). Sementara urutan ketiga ditempati oleh pelari Afrika Selatan, Thembo Monareng dengan 10.23 detik.


Zohri sebenarnya bukan atlet yang diunggulkan pada nomor bergengsi tersebut. Dia tampil mewakili Asia setelah menang pada Kejuaraan Asia U-20 yang berlangsung Juni lalu. Saat itu, pria kelahiran 1 Juli 2000 tersebut hanya mampu mencatat waktu terbaik, 10.27 detik. 

Namanya mulai diperhitungkan saat di babak semifinal berhasil menempati urutan kedua di belakang atlet AS, Anthony Schwartz dengan catatan waktu 10.24 atau 0.05 lebih lambat. 

Di babak final, Zohri menempati lintasan nomor 8. Saat pistol start diletuskan, Johri pun segera melesat dan bersaing ketat dengan Monareng serta Schwartz. Zohri akhirnya berhasil finis pertama mengungguli kedua pelari asal Negeri Paman Sam tersebut. 

Siapa Zohri?

Zohri lahir di Nusa Tenggara Barat (NTB). Masa kecilnya dihabiskan di Lombok Utara. Dia mengenyam pendidikan di SD Negeri 2 Pemenang Barat, lalu melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 1 Pemenang. Saat SMP, bakat lari Zohri sudah mulai menonjol. Zohri kemudian diajak untuk mengikuti beberapa kejuaraan dan berhasil merebut prestasi membanggakan. 

Zohri juga sosok pria mandiri. Dia sudah ditinggal orang tuanya saat masih belia. Ibunya meninggal saat Zohri masih duduk di bangku SD dan ayahnya menyusul setahun kemudian. 

Di pentas nasional, namanya mulai dikenal saat mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) U-18 dan U-20 di Stadion Atletik Rawamangun, Jakarta, April 2017. 

Dia kemudian dipilih oleh Pengurus Besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) memperkuat timnas di Kejuaraan Dunia Remaja di Kenya, Juli lalu.  
Rumah Lalu Muhammad Zohri di Nusa Tenggara Barat (NTB).FB
Tampil di nomor 200 meter Johri merebut emas dengan catatan waktu 21.96 detik. Dia juga sempat ikut berlomba di Singapura. Namun dia batal turun karena mengalami cedera. 

Zohri juga merupakan bagian dari timnas atletik Indonesia yang akan bertanding di Asian Games 2018 nanti. Medali emas yang didapat dari Kejuaraan Atletik Dunia U-20 tentu saja menjadi modal penting bagi Johri pada multievent empat tahunan se Asia tersebut. 

Sementara Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengapresiasi prestasi yang dicapai oleh Lalu Muhammad Zohri, atlet cabang atletik asal Indonesia. Zohri berhasil meraih emas setelah mencapai finis terdepan pada nomor lari 100 meter putra Kejuaraan Dunia Atletik U-20 yang digelar di Tempere, Finlandia, Rabu (11/7/2018).

“Ini sejarah baru bagi Indonesia sekaligus pertama kali atlet Indonesia meraih emas di Kejuaraan Dunia Atletik U-20,” ujar Menko PMK mengungkapkan kebahagiaanya. Zohri berhasil mengalahkan 2 pelari asal Amerika Serikat dengan mencatatkan waktu 10,18 detik. Unggul tipis dari Anthony Schwartz dan Eric Harrison, yang sama-sama mencatatkan waktu 10,22 detik. Pencapaian Zohri merupakan sejarah baru dalam dunia atletik Indonesia. 

Lalu Muhammad Zohri, menjadi nama yang membanjiri linimasa sosial media (facebook, twitter) dan GWA tanah air, sepanjang hari ini. Pelari Indonesia ini, berhasil meraih medali emas kategori nomor 100 meter putra pada kejuaran dunia junior yang digelar di Tampere, Finlandia. 

Medali yang diraih lalu ini pun menjadi medali pertama bagi Indonesia , di ajang atletik yang diadakan Federasi Atletik Dunia (IAAF). Tersambung melalui telepon dengan Eni Nuraeni, pelatih dari Muhammad Zohri. (SJB-Dari Berbagai Sumber/Srg)


Lalu Zohri, Sang Juara Dunia - Eni Nuraini, Pelatih Pelatnas Atletik 

Cari Blog Ini

lcki

lcki
dirgahayu Provinsi jambi

berita

berita