![]() |
| Ratna Sarumpaet . |
Jambi, SJB-Akhir akhir ini, muncul perilaku Ratna Sarumpaet yang sempat menghebohkan Publik, dengan menggunakan asal bunyi atau Asbun, sehingga dapat menghebohkan Publik, namun tiba tiba Ratna Sarungpaet melakukan Jumpa Pers, memberikan keterangan bahwa ya bohong atau asal bicara sementara penerima ucapan dan kata kata, pperlu dilakukan pengecekan lebih lanjut.
Jika kita mengkaji dari Undang Undang Pers dan etikanya, selalu menggunakan, kode etik Jurnalistik, antara lain. Melihat, mendatangi, mencatat,menulis, lalu membuat berita yang layak dipublikasikan, karena setiap menerima informasi, harus dilakukan investigasi kelapangan, dan memperkuat datang pendukung, agar Publik dapat memahami tentang berita apa yang sedang terjadi.
Oleh sebab itu setiap menerima informasi, atu memberikan informasi sebaiknya harus diperkuat dengan data, agar penyampaiyan informasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan, dan layak di baca, sementara Hoax adalah produksi diri sendiri, baik muncul dari kebencian, serta kepentingan, yang akhirnya dapat membuat pro dan kontra.
Khususnya di Jaman politik. sebaiknya kita bangun narasi yang membangun, jangan membuat informasi karena kebencian, dan kepentingan, utamakan informasi yang sifatnya membangun.
Seperti yang dilakukan Ratna Sarumpaet dapat dilakukan sebagai Contoh, ya yang menciptakan, ya juga yang mengakuinya, bahwa yanya melakukan berita bohong.
Jika hal ini dilakukan pengecekan kebenaaran tentang apa yang dilakukan Ratna Sarungpaet, tidak akan ada yang terjadi kegaduhan terhada Informasi Hoax. Namun tergantung kita saja menyikapinya tentang kebenaran dari informasi tersebut.
Di tahun Politik ini, mari kita ciptakan narasi yang sifatnya membangun,dan berdampak kepada Rakyat, dan NKRI, masih banyak narasi yang perlu dilakukan yaitu tentang Pembangunan Pangan, dan Kehidupan Rakyat, Perekonomian, Pendidikan, Kesehatan, sudah banyakk korban asbun, hal ini perlu kita sikapi agar tidak terjadi dimasa yang akan datang.(JKP)
