![]() |
| Ratna Sarumpaet. |
Jambi, SJB-Akhir- akhir ini dikutip dari berbagai mensos, beritanya mengenai Ratna Sarumpaet. Dan hal ini sangat menarik, karena dia yang melakukannya, yapula yang mengakui berbohong.
Hal ini baru pertama kali terjadi, biasanya pelaku jarang mengakui perbuatannya, kalau begini yang terjadi sudah menjadi perhatian publik, ketika ya melakukan jumpa Pers, ya mengaku bahwa yang diucapkannya itu adalah bohong, lalu apa yang terjadi dalam diri Ratna, kini masih proses hukum kita tunggu hasil pemeriksaan Ratna Sarumpaet yang saat inii sudah dinyatakan sebagai Tersangka.
Mengutip dari berbagai sumber, awalnya Ratna Sarumpaet melakukan operasi Plastik, lalu ya pulang kerumah, lalu ditanya anaknya, oh, kenapa mak wajahnya.
Lalu Ratna Sarumpaet mengatakan ya saya dipukuli orang di Bandung, lalu kemudian hari. Muncul di beberapa Mensos dan Photo Ratna Sarumpaet dengan kondisi wajahnya seperti nya dipukuli orang.
Namun tidak lama kemudian Ratna melakukan Jumpa Pers, ya mengaku bahwa ucapannya itu bohong, atau bukan sebenarnya.
Yang benar adalah ya operasi Plastik. Namun sesudah ya operasi Plastik ada kendala dibagian wajah, seperti yang dikeroyok orang, ternyata kata beberapa pendapat, biasanya kalau operasi Plastik biasa membengkak menunggu waktu proses selanjutnya.
Timbul Pertanyaan terhadap Ratna, kenapa Ratna berbohong kepada anaknya, dan siapa yang mengedarkan Photo, dan beritanya, kini masih dalam proses penyidikan Polri.
Lalu timbul pertanyaan publik, yang mengatakan, sudah mengaku berbohong, lalu apa tujuan Ratna Sarumpaet mengatakan hal tersebut, ada apa yang terjadi dalam diri Ratna Sarumpaet.
Kalau dilihat dari usia sudah 70 tahun, dari kategori usia gak mungkin ya mau melakukannya, namun kenyataannya ya langsung mengaku bahwa dia adalah salah, artnya sebelum di Proses Hukum Ratna sudah mengaku bahwa perbuatannya adalah Bohong. Akibat perbuatan Ratna Sarungpaet menghebohkan para elit politik dan publik.
Oleh karena itu. Menurut Ketua Yayasan Mayang Jambi. Jakasim Purba, jika mengucapkan sesuatu perlu dilakukan penyaringan kata kata apa sebab dan akibat, dan berbicarapun perlu diperhatiakan apa yang mau dibahas baik topik, maupun narasinya, agar tidak menyesatkan publik.
Kita bayangkan karena ucapan yang salah atau bohong publik cepat sekali percaya, hendaknya sebelum menyiarkan agar dilakukan cek and ricek, atau dilakukan fisum ke dokter, agar tidak menyesatkan publik.
Akibat perbuatanya Bohong banyak tafsir, dan pendapat yang bermunculan, akibat ulah Ratna Sarumpaet yang berbohong. kita tunggu hasil Pemeriksaan Polri, apakah ada motif lain, atau Ratna Sarumpaet perlu diperjelas kenapa Ratna berbohong dan terutama untuk anak, lalu apa alasannya melakukan hal tersebut.
Hendaknya dari proses hukum, menjadi terang menderang, agar tidak terulang lagi hal seperti ini, apalagi usia sudah 70 tahun, mari kita simak kasus ini untuk pembelajaran, agar jangan terjadi Ratna keduakalinya.(JKP)
