Jambi, SJB-Akhir akhir tampak perkembangan ekonomi, serta dollar menguat, perlu dilakukan solusi, antara lain. Meningkatkan exfor, jangan hanya mengejar imfor, karena imfor itu adalah pengeluaran, sementara Exfor adalah pemasukan, apa upaya yang harus dilakukan, diharapkan Pemerintah menciptakan upaya exfor, beberapa produksi dalam Negeri.
NKRI adalah merupakan Lumbung perusahaan yang akan menggerakkan Pembangunan, seperti Tambang Batu Bara, Triflek CPO, dan beberapa jenis lainnya yang dapat meningkatkan Exfor, akhir akhir ini, Lobster, dan beberapa jenis lain, karena harganya sangat menjamin jika di Indonesia 30.000, sementara dijual ke Negara Luar bisa mencapai harga 180.000, jika hal ini dibangun, baik pengsahanya, atau pengelolaannya dan didukung Swasta untuk melakukan Usaha, agar Exfor kita dapat meningkatkan Perekonomian.
Di Jambi, Terdappat beberapa Perusahaan, BUMN, baik Swasta, yang saat ini telah melakukan Usaha, seperti Kelapa Sawit, Teh, Kopi Arabika, Kulit Manis, CPO, bahkan masih banyak jenis yang harus ditingkatkan, hendaknya pihak Pemprop juga jangan hanya Himbauwan, serta perlu turun tangan untuk mempasilitasi kala ngan Pengusaha, serta membinanya.
Contoh, seperti Tambang Batu Bara, sering terjadi gangguan terhadap kenderaan angkutan Batu Bara di Jalan, mengakibatkan kalangan pengusaha mengeluh, dalam hal ini Pihak Pemprop atau Pemkab, hendaknya dapat mengatasinya agar produksi mereka dapat berjalan dengan baik.
Namun Pengamatan Jakasim Purba, beberapa minggu lalu ketika ke Muara Bungo, terlihat sejumlah Angkutan Batubara konvoi panjang sehingga mengakibatkan terjadi kemacetan di jalan, kendalanya dengan jarak konvoi panjang di jalan, bagi pengendara Umum, macet, perlu dicari Solusinya, apakah Kenderaan Angkutan Batubara itu dihimbau jangan konvoi panjang, dan harus pula memperhatikan kepentingan Umum.
Seperti yang kami alami dari Muara Bungo ke Muara Tembesi kondisi jalan, masih posisi aman, namun ketika tiba di Muara Tembesi sudah terlihat beberapa Angkutan Batubara antri panjang, sehingga kami dari Muara Tembesi ke Muara Bulian sekitar 2 Jam, sementara jaraknya sekitar 40 Km, namun karena antrian kenderaan angkutan Batu Bara, terpaksa kami pelan pelan, mengikuti arus kenderaan tersebut.
Jika pengendara umum, melakukan pemotongan jalan, yang dari depan sudah muncul, sehingga harus berhenti mengambil langkah nyelip menyelip, dari konvoinya Kenderaan Batubara. Hal ini perlu dicari solusinya, agar transport Batubara lancar perekonomianpun meningkat, disampung itu sarana Insprastruktur.(JKP)
