![]() |
| Hamdani Guru BK SMAN 2 Kota Jambi |
Action kegiatan Pengembangan Diri melalui
BK ini, dilaksanakan melalui tiga kegiatan yakni, 1. kegiatan pelayanan
Bimbingan Konseling yang dilaksanakan secara terjadwal dua jam didalam kelas
dan diruang konseling,serta palayanan
yang bersifat insidentil kepada peserta didik, berkenaan dengan masalah diri pribadi, kehidupan
sosial,kegiatan belajar, dan berkaitan dengan kegiatan pengembangan karier. 2.Kegiatan
ekstra kurikuler yang dilaksanakan secara terjadwal, diluar kelas oleh
guru-guru Pembina ekstra kurikuler, dikoordinir oleh wakil kepala sekolah
bagian kesiswaan. Peran konselor dalam
hal ini adalah sebagai Need Assesment dan
wadah untuk memberikan pembinaan,mengenai pengembangan potensi peserta didik,pelayanan konsultasi
serta membantu mengatasi permasalahan-permasalahan yang mungkin timbul dalam
permasalahan tersebut.
3.Kegiatan pembiasaan yang
ditumbuhkan melalui kegiatan rutin,spontan, dan keteladanan yang baik didalam kelas maupun diluar
kelas.Sedangkan pembiasaan melalui
kegiatan terprogram dilaksanakan secara bertahap, disesuaikan
dengan kalender pendidikan.Untuk mendukung keterlaksanaan program ini, semua
guru berpartisipasi aktif dalam membentuk watak,kepribadian dan kebiasaan
positif peserta didik.Peran konselor dalam hal ini memberikan bimbingan
konseling,terhadap arah pengembangan kebiasaan peserta didik dalam kehidupan
sehari-hari dan sekaligus mengkoordinir penilaian perilaku mereka melalui
pengamatan guru-guru terkait.
Untuk
Satuan Pendidikan Kejuruan (SMK),kegiatan pengembangan diri, khususnya disesi
pelayanan bimbingan konseling, ditujukan
untuk pengembangan kreativitas dan karier peserta didik.Sementara untuk Satuan
Pendidikan Khusus,pelayanan bimbingan konseling menekankan disektor peningkatan
kecakapan hidup, sesuai dengan kebutuhan khusus dari peserta didik
masing-masing.
Kegiatan Pengembangan Diri ini, memiliki
tujuan umum dan tujuan khusus.Secara umum,Pengembanan Diri bertujuan, untuk
memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam mengembangkan dan
mengekspresikan diri sesuai dengan
kebutuhan, potensi, bakat, minat,dan perkembangan peserta didik, dengan
memperhatikan kondisi sekolah.Sedangkan secara khusus, Pengembangan Diri
bertujuan untuk menunjang pendidikan
bagi peserta didik dalam upaya
mengembangkan bakat,minat,kreativitas,kompetensi
dan kebiasaan dalam kehidupan,kemandirian,kemampuan kehidupan
keagamaan,kemampuan sosial,kemampuan belajar,wawasan dan perencanaan karier,
serta kemampuan didalam pemecahan sebuah permasalahan.
Ruang lingkup pengembanan
diri,sesuai Peraturan Pemerintah (PP)
No.22, tentang Standar Isi,didalamnya antara lain memuat struktur kurikulum
yang merupakan pola dan susunan program
pendidikan di sekolah.Program pendidikan pada semua jenjang dan jalur
pendidikan tersebut, terdiri lam hal Kelompok Pengembanan Diri (PD).Di Kelompok
Pengembangan Diri ini, mencakup didalamnya adalah melalui Bimbingan Konseling
dan Kegiatan Eskul.
Kontribusi Bimbingan Konseling sendiri didalam
upaya menunjang dan turut memaksimalkan kegiatan Pengembangan Diri(PD)
tersebut adalah, melalui pemberian bantuan kepada peserta didik baik secara perorangan,
kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang
secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi,kehidupan
sosial,kemampuan belajar,dan perencanaan karier,lewat berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung,
berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Tidak hanya itu, BK juga memiliki
paradigma,visi dan misi, lewat pelayanan bantuan psyko-pendidikan dalam bingkai
budaya.Artinya,pelayanan bimbingan konseling berdasarkan kaidah-kaidah ilmu dan
teknologi pendidikan serta psykologi,yang dikemas dalam kaji terapan pelayanan
konseling, yang diwarnai oleh budaya lingkungan peserta didik. Sementara visi
pelayanan konseling adalah, terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang
membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian
dukungan perkembangan dan pengentasan
masalah, agar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia. Sedangkan
misi Bimbingan Konseling ada tiga yaitu,misi pendidikan,misi pengembangan dan
misi pengentasan masalah.
Disektor pendidikan, BK memiliki misi,mempasilitasi
pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku efektif-normatif, dalam
kehidupan keseharian dan masa depan. Disektor pengembangan, BK memiliki misi,
mempasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik didalam lingkungan sekolah,keluarga dan
masyarakat.Dalam hal tersebut, BK juga turut membantu mempasilitasi dalam hal pengentasan masalah yang dialami oleh peserta didik, mengacu pada kehidupan efektif
sehari-hari.
Dalam operasionalnya,BK juga memiliki
prinsip dan asas konseling. Prinsip-prinsip konseling berkenaan dengan sasaran layanan,permasalahan yang
dialami peserta didik,program pelayanan, serta tujuan dan pelaksanaan pelayanan.Sedangkan asas-asas
konseling meliputi, asas kerahasiaan,kesukarelaan,keterpaduan,kenormatifan,keahlian,alih
tangan kasus dan Tut wuri hanyani.
Melalui
kontribusi dan peran Bimbingan Konseling (BK), kegiatan Pengembangan Diri (PD),yang endingnya
sama-sama bertujuan memberikan bantuan
dalam pengembangan kehidupan pribadi, belajar, sosial,karier, dan upaya
pembentukan watak,kepribadian serta mengembangkan bakat,minat dari keunikan
diri peserta didik, disatuan pendidikan masing-masing di Indonesia
itu,kedepannya diharapkan selain bisa berjalan dengan baik, juga diharapkan dapat memberikan hasil yang
optimal, dalam konteks meningkatkan kemampuan dan kecerdasan anak negeri . Semoga.
Penulis : Guru
BK SMAN 2 Kota Jambi.
