![]() |
| Suasana Pasar Rakyat Desa Lambur, Myuara Sabak Timur |
Tanjab Timur, SJB - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Pasar Rakyat Desa Lambur yang buka tiap hari Minggu dipadati warga. Pengunjung yang datang, selain warga Lambur, ada juga dari Desa tetangga yang terdekat yaitu Desa Kota Harapan, Desa Sungai Ular dan Desa Siau Dalam.Hari ini H-3 Lebaran Idul Fitri 1440 H, pedagang pun sampai meluber ke jalan raya hingga membuat jalan sedikit macet.
![]() |
| Pengunjung berdesak-desakan |
Assek, salah satu pedagang mengatakan kepada Reporter SJB dilapangan bahwa, hari ini penjualan naik beberapa kali lipat dari hari pasar biasanya. "Maklum hari ini hari pasar terakhir menjelang lebaran, jadi masyarakat membeli kebutuhan sehari-hari dan sekaligus untuk persiapan lebaran", ujar nya.
Pedagang yang jualan hari ini bukan hanya dari wilayah Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), tapi banyak juga yang datang dari Kota Jambi, baik yang jualan pakaian, gorden, Nanas, ikan dan daging.

Dari pantauan SJB di lapangan, harga ayam kampung 60 ribu perkilo sedangkan daging 140 ribu perkilo. Sedangkan untuk kebutuhan lain harga ada yang naik tapi tidak terlalu tinggi dan ada juga yang normal seperti hari pasar biasa.
Agus salah satu warga mengatakan bahwa hari ini cukup ramai sekali, untuk masuk kedalam pasar saja kita berhimpitan dan sulit untuk bergerak. Bahkan memakan waktu lama baru sampai kedalam.
Tapi ini terjadi dua kali dalam setahun yaitu lebaran idul Fitri dan lebaran idul adha. Lokasi pasar rakyat ini berada di belakang MTDA/SMA LPM Lambur dan lokasinya sangat sempit sehingga jika musim ramai begini, banyak pedagang yang tidak dapat tempat didalam menyebakan mereka membuka lapak dipinggir jalan hingga membuat arus lalu lintas macet.

Anto salah seorang pedagang mengatakan bahwa sudah sa'atnya Pemerintah Desa Lambur memikirkan Pembangunan Pasar Rakyat yang Permanen dan nyaman. Soalnya, disini sekarang banyak kendala, selain sempit, jika hujan banyak atap lapaknya yang sudah bocor hingga membuat jualan kami basah, serta tempat parkir kendaraan juga susah. Hal ini di benarkan juga oleh beberapa tokoh masyarakat bahwa memang bagus kalau ada lokasi baru dan dibangun pasar yang permanen seperti Desa lain, jadi antar pedagang dan pembeli juga nyaman.
Penulis : Jamal Daeng Matereng
Editor : A. Rachman.

