Mutasi JW Purba Saat Kajati Jambi, Ternyata Ada Aroma Suap Rp 2 Miliar di Kejagung RI

JW Purba dan Zumi Zola. Dok
Jambi, SJB-Kasus OTT, KPK terhadap Gubernur Jambi Non aktif Zumi Zola,  membuka  pintu masuk proses Hukum KPK, diawali dari Uang  Ketok, lalu  gratifikasi, serta menyuap Rp 2 Miliar  untuk memindahkan  JW.Purba saat menjabat Kajati Jambi dari tanggal 7 Oktober 2016 hingga 7 April 2017.

Sementara  sebanyak 53 orang  Anggota  DPRD Jambi Periode 2014-2019, masih menjalankan  tugasnya  seperti  biasa. Jambi diurutan pertama  setelah Anggota DPRD Malang  sebanyak  41  orang  sedang  diproses KPK.

Kesaksian Liem  dalam  persidangan tanggal 6  September 2018 di Pengadilan Tifikor  Jakarta memberikan  kesaksiannya, bahwa  keterlibatan  Ketua  DPRD  Tebo Agus Triman, untuk  memindahkan  Kajati Jambi  JW.Purba saat itu dengan  imbalan Rp 2 Miliar.

Pemberian  ini, atas  perintah  Arif  kepada  Liem, untuk  menyerahkan  dana  sebanyak  2 M kepada  Ketua  DPRD Tebo Agus  Triman.

Namun  Liem mengatakan  setelah  diserahkan  Liem  tidak  mengetahui  lagi kelanjutannya, namun JW.Purba, pindah  dari  Jambi, hanya  menjalankn  tugas  selama 5  bulan.

Catatan SJB, JW Purba, sebelum  pindah, tampak  di  Kantor  Kajati  Jambi, beberapa  LSM demo, meminta  JW.Purba  agar  mundur  dari Jabatan  Kajati Jambi.

Lalu  sesudah  beberapa  kali  demo, JW Purba pindah  dari  Kajati  Jambi. Akhirnya terungkap  dalam  persidangan kasus Gratifikasi Gubernur  Jambi Non aktif,Zumi Zola, melalui  kesaksian Liem, bahwa Arif  memerintahkan  kepada  Liem  untuk menyerahkan dana  2 M kepada  Ketua  DPRD Tebo Agus Triman.

Pengakuan Liem, bahwa  JW.Purba  saat menjabat Kajati Jambi sering  minta  dana  kepada  beberapa  kontraktor, sehingga  Zumi Zola saat itu merasa  terganggu,  akhirnya  berupaya  memindahkan JW.Purba.

Sementara ada  Kasus PT.WKS, yang  masih belum  jelas status  hukumnya, sementara  PT.WKS  telah didenda  sebanyak  Rp 35 M ,sampai  saat  ini  belum ada penyelesaiannya.  

Diharapkn  dengan kasus OTT KPK, dapat  membuka dan menyelesaikan kasus ini hingga terang  menderang, jangan ada  pembiaran, tuntas kasusnya  dananya  dapat  dimanfaatkan untuk pembangunan Jambi  kedepan. (JKP)

 

Cari Blog Ini

lcki

lcki
dirgahayu Provinsi jambi

berita

berita