Selamat Berbahagia Frengky Fernando Girsang SE-Lastri Marito Br Sidauruk Am.R

Pernikahan Frengky Fernando Girsang SE-Lastri Marito Br Sidauruk Am.R di Gedung Asini Roha, Kotabaru, Kota Jambi, Jumat (29/6/2018). Kedua mempelai diberkati di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Jambi oleh Pdt Kurnia DC Br Girsang STh yang khusus hadir dari Simalungun. FB
Jambi, SJB-Sekitar 2500 orang undangan menyaksikan pesta Adat Batak Simalungun Pernikahan Frengky Fernando Girsang SE-Lastri Marito Br Sidauruk Am.R di Gedung Asini Roha, Kotabaru, Kota Jambi, Jumat (29/6/2018). Kedua mempelai diberkati di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Jambi oleh Pdt Kurnia DC Br Girsang STh yang khusus datang dari Simalungun. 

Mempelai pria Frengky Fernando Girsang SE putra dari St R.I. Girsang/ S Br Sidauruk yang tinggal di Jalan Pattimura, Lorong Nusa Indah II RT 12 No 16 Kota Jambi dengan mempersunting Lastri Marito Br Sidauruk Am.R putrid dari Tanjung Sidauruk (Alm)/ Tianggur Br Tambunan (Alm) dari Desa Gunung Purba, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. 

Frengky Fernando Girsang SE merupakan anak pertama dari empat bersaudara, adiknya yakni Frans Ardi Hasiholan Girsang, Frend Aldi Hamonangan Girsang, Fetri Vera Br Girsang. “Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu, karena itu apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Matius19:6).

Acara prosesi Adat Batak Simalungun di Gedung Asiniroha Kota Jambi berjalan dengan baik. Saat pengantin memasuki gedung, juga disambut Tarian Simalungun dan juga khusus seorang “Pandihar” dari Simalungun.

Seluruh prosesi Adat pada Tutur (kerabat) juga berjalan dengan baik seperti Tutur Tulang Pamupus Marga Damanik, Purba Tambak, Tambunan, Sidauruk. Jamuan makan siang juga mencerminkan Adat Simalungun dengan penyerahan “Dayok Binatur” kepada Tutur Marga. 

Nuansa Pakaian Adat Simalungun “Gotong dan Bulang” juga menunjukkan khasanah Budaya Simalungun pada keluarga mempelai laki-laki. Hiburan music pada pesta itu oleh Embas Musik Jambi. Selamat Berbahagia. (SJB-Srg)

















Keluarga Mempelai Pria Saat Martumpol di Simalungun beberapa waktu llau.FB



 
 

Mewujudkan Kayu Aro Barat Jadi Desa Agro Kopi Wisata di Kerinci

Tanaman Kopi Arabika “Sigarar Utang” asal Sumut dikembangkan di Bukit Bulat Sungai Renah, Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Foto Asenk Lee Saragih
Kerinci, SJB-Bukit Bulat Sungai Renah, Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi bagaikan “tanah surga” yang menghampar luas. Tanah berbukit yang hijau itu menyimpan potensi wisata yang sangat menabjukkan.

Selain alamnya subur, di Bukit Bulat Sungai Renah juga terdapat potensi alam pertanian, seperti tanaman Kentang, Kol, Cabei dan sauran lainnya. Kini wilayah itu juga tengah direncanakan sebagai wilayah perkebunan kopi terluas di Provinsi Jambi. 

Dari pengamatan penulis November 2017 lalu, Bukit Bulat Sungai Renah panoramanya sangat memesona. Bukit Bulat Sungai Renah ditempuh dari Kota Sungaipenuh dengan perjalanan lebih kurang 1 jam dengan menelusuri perbukitan yang kini jalannya sudah mulai mulus. 

Perbukitan Bukit Bulat Sungai Renah sangat cocok dikembangkan sebagai Desa Agro Wisata di Kerinci. Selain letaknya yang indah, hamparan bukit yang dipenuhu pertanian juga menjadi salah satu daya tarik pengunjung nantinya.

“Bukit Bulat Sungai Renah kedepan kita proyeksikan sebagai desa Agro Wisata. Bahkan nanti daerah ini bisa sebagai ikon kopi Provinsi Jambi, karena pengunjung akan bisa melakukan panen kopi hingga menikmati kopi Kayu Aro nantinya. Sejumlah penunjang obyek wisata secara bertahab nanti akan dibangun,” ujar Bupati Kerinci Adirozal saat mendampingi Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar saat melakukan penanaman perdana Kopi Arabika “Sigarar Utang” asal Sumut di Bukit Bulat Sungai Renah, Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci, November 2017 lalu.

Wisata Kopi

Sementara seluas 15.700 Hektar lahan telantar di Bukit Bulat Sungai Renah, Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci kini akan dikelola masyarakat untuk pertanian tanaman Kopi Arabika jenis "Sigarar Utang" asal Sumatera Utara. 
 
Halimin petani Kopi Arabika “Sigarar Utang” asal Sumut dikembangkan di Bukit Bulat Sungai Renah, Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Foto Asenk Lee Saragih
Pengembangan kopi "Sigarar Utang" asal Sumut itu dikembangkan oleh Kelompok Tani Sumber Rezeki dan Kelompok Tani Telang Kuning didampingi LSM Green Development (Greendev) sebagai anggota Konsorsium SSS Pundi Sumatera.

Menurut data dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kerinci tahun 2015 terdapat 47.750 hektar lahan terlantar di Kabupaten Kerinci baik yang terdapat dalam kawasan KPHP (Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi) maupun APL (Areal Penggunaan Lain). 

Sementara lahan telantar di Kecamatan Kayu Aro Barat mencapai 15.700 Hektar yang sebagian besar termasuk dalam wilayah pengelolaan KPHP model unit 1 Kerinci. Setidaknya terdapat 100 orang petani  tergabung dalam dua kelompok yaitu Kelompok Tani Sumber Rejeki dan Kelompok Tani Setelan Kuning.

Ketua Kelompok Tani Sumber Rezeki, Defrizal menyebutkan selama ini mereka meninggalkan kawasan tersebut dikarenakan ketidak jelasan status kawasan dan lahan yang tidak bisa diolah karena kehilangan kesuburannya.

Disebutkan, proyek optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya Alam Lestari SSS Pundi Sumatera yang didukung oleh MCA Indonesia menggandeng Greendev dalam upaya pendampingan lapangan pada dua kelompok tani tersebut. 

Kopi arabika dipilih sebagai komoditas yang dikembangkan karena memiliki nilai jual yang baik dan juga menyita waktu cukup banyak sehingga kekhawatiran akan tekanan terhadap pembukaan lahan perladangan di kawasan TNKS akan berkurang.

Neneng Kepala KPHP unit 1 Kerinci menjelaskan, lahan tersebut memang dalam kondisi kritis sehingga perlu perlakuan khusus untuk bisa kembali ditanam. Sementara kejelasan status kawasan Konsorsium SSS Pundi Sumatera mendorong adanya penandatanganan MoU tentang optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya Alam Lestari.

Pada tanggal 31 Maret 2017 yang lalu, sudah ditandatangani MoU (Nota Kesepahaman Para Pihak ), tentang Optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya Alam Lestari (OPAL). 

Pada Blok perladangan Sungai Renah, Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci antara petani KPHP Model Unit 1 Kerinci, Greendev dan SSS Pundi Sumatera serta diketahui oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi Proyek Optimalisasi Pengelolaan Sumber Daya Alam Lestari yang didanai MCA Indonesia melakukan penguatan pada kelompok tani baik dalam memastikan kelegalan lahan yang ditanami masyarakat, peningkatan kapasitas petani dalam pemulihan kesuburan tanah, teknik budidaya kopi arabika melalui skema sekolah lapang.

Sementara Sutono, Direktur Pundi Sumatera menjelaskan berbagai bentuk dukungan MCA Indonesia dilakukan dengan pembibitan dan penanaman. 

“Kita melakukan pembibitan dirumah bibit dimulai dari benih total ada 160. 000 bibit kopi arabika dan 20.000 bibit tanaman kayu berupa Surian dan Pedang Hijau. Selain itu ada kegiatan penguatan kapasitas Petani dalam teknik budidaya kopi arabika melalui Sekolah Lapang,” ujarnya.

Sekolah Lapang ini melibatkan para profesional dan tenaga ahli dalam teknik budidaya dan pemulihan tanah. 

Direktur Greendev, Rusdi Fachrizal menjelaskan bahwa sebelumnya mereka sudah melakukan pendampingan di Kelompok Hang Kito Semurup Kecamatan Air Hangat untuk kegiatan penanaman di lahan terlantar.

“Kita sudah pernah melakukan program serupa dan berhasil, sampai sekarang ada kebun bibit desa untuk tanaman Mahoni, Surian dan Pinang. Pemulihan kawasan ini sekarang sudah terbukti dengan adanya cadangan air karena tanam-tanaman kayu-kayu nya ini sekarang sudah terbukti dengan adanya cadangan air karena tanaman kunyit tumbuh dengan baik. Mereka bahkan sekarang bisa membuat kolam ikan di sana,” ungkapnya.

Selain dua poin yang sedang dilakukan, Sutono menyebutkan perlunya pendampingan terhadap legalitas kawasan. Karena yang ada saat ini hanya berupa MoU yang sifatnya tidak kuat. “Pilihan saat ini dalam skema perhutanan sosial dan diskusi dilakukan petani yang menyebabkan skema HKM (Hutan Kemasyarakatan ),” ujarnya.

Luas areal kawasan yang sedang dikerjakan oleh dua kelompok tani tersebut seluas 100 hektar dari keseluruhan 510,5 hektar lahan terlantar yang ada. Kata Sutono, kedepan pihaknya berharap pemerintah dapat menyiapkan pengembangan industri pengolahan kopi di lokasi tersebut.

“Kondisi yang ada saat ini pertaniannya menjual kopi siap petik dan yang harganya murah (Rp 8000/kg) jika dibandingkan yang sudah diolah kering (Rp 120.000/Kg). Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi perlu memikirkan dukungan alat-alat dari pertanian kopi ini sehingga mendukung daya jual biji kopi yang tinggi pada petani. Minimal petani menjual dalam bentuk greendbean,” kata Sutono.

Legalitas Lahan

Sementara Wakil Gubernur Jambi H Fachrori Umar disela-sela kunjungannya ke Bukit Bulat Sungai Renah, Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat, kepada wartawan mengatakan, pengembangan perkebunan kopi arabika itu merupakan peluang baru di Kabupaten Kerinci karena pangsa pasar yang terus tinggi. 

Disebutkan, program pemanfaatan lahan telantar di Kabupaten Kerinci untuk dikelola petani sangat didukung Pemerintah Provinsi Jambi. Dia juga meminta dinas terkait untuk fokus mengurus status lahan yang digarap petani agar legalitasnya terjamin.

Menurut H Fachrori Umar, seluas 47.750 hektar lahan terlantar di Kabupaten Kerinci baik yang terdapat dalam kawasan KPHP (Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi) maupun APL (Areal Penggunaan Lain) agar segera dibuatkan legalitasnya sehingga membuat petai nyaman dalam mengelolanya. 

Disebutkan, hal yang terpenting dalam melakukan penanaman baik kopi, kentang, dan kol, diantaranya harus tahu memahami cara pengolahannya dengan baik dan antara kelompok petani saling kompak.

“Terpenting ada keinginan untuk bertanam karena manfaatnya untuk pribadi dan kepentingan orang banyak. Juga perlunya peningkatan akses jalan menuju lahan pertanian. Jalan menuju lokasi penanaman kopi, kol, kentang dan lainnya perlu disegera diperbaiki, agar para kelompok tani akan mudah bercocok tanam,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kerinci H Adirozal mengatakan, luas lahan telantar di Kabupaten Kerinci yang mencapai 47.750 Ha akan dikelola dengan baik untuk agri wisata di Kabupaten Kerinci. Sedangkan seluas 15.700 Haktar lahan telantar di Kecamatan Kayu Aro Barat akan diproyeksikan untuk perkebunan kopi arabika. 

Kata Adirozal, pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan kopi arabika di daerah itu sebagai daerah perkebunan kopi. Kedepan areal perkebunan kopi itu juga bisa dijadikan sebagai agrowisata di Kabupaten Kerinci.

Kata Adirozal, hasil panen perdana dengan luas lahan kopi arabika sekitar 500 hektar lebih yang dimanfaatkan oleh kelompok petani atau masyarakat setempat agar masyarakat tidak merambah Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Kedepannya masyarakat dapat menghasilkan pertanian yang lebih maksimal.

Tanaman Kopi Arabika “Sigarar Utang” asal Sumut dikembangkan di Bukit Bulat Sungai Renah, Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Foto Asenk Lee Saragih
“Dari Kerinci ini setiap malam minimal ada lima truk yang keluar Kerinci dari hasil holtikultura kita, itu ada dikirimkan ke Jakarta, Palembang, Jambi, Tanjung Jabung Barat, dan Batam,” katanya.

Terkait dengan infrastruktur akses jalan pertanian, Adirozal menyampaikan kondisi jalan pertanian akan terus diupayakan segera diperbaiki meskipun dana APBD Kerinci minim. Pihaknya juga mengharapkan ada bantuan Pemprov Jambi atau Pusat untuk membangun akses jalan keliling Bukit Bulat Sungai Renah, Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci.

“Dana APBD Kerinci kita belum banyak karena banyak yang harus kita perbaiki seperti pasar tradisional yang ada di Kerinci dari jumlah pasar keseluruhannya ada 14 pasar dan yang sudah kita perbaiki ada 8 pasar. Ini tentunya khusus jalan pertanian kita terus berupaya akan memperbaikinya dan baru sebagian jalan pertanian kita sudah perbaiki,” katahnya.
Harapan Petani Kopi

Sementara seorang petani kopi setempat, Halimin kepada Jambipos Online mengatakan, bahwa potensi pengembangan kopi arabika itu sangat prospek. 

"Saya sudah menanam kopi arabika "Sigarar Utang" ini satu hektar. Petani sudah hampir dua tahun bertanam kopi jenis pendek dan berbuah tiga bulan ini. Harga mentah Rp 8000/Kg dan harga kopi kering Rp 120.000/Kg. Petani mencapai 8000 orang dan berharap agar jalan sepanjang 10 Km bisa diaspal oleh pemerintah," kata Halimin. 

Sementara Kepala Desa Masjid Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat, Suparnen mengatakan, warga Desa Pasar Minggu berjumlah 300 KK dan berpropesi sebagai petani holtikultura di Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci. Pertanian itu berupa Kopi, Sayur Kol, Kentang, Cabei dan sebagian warga jadi buruh pemetik The PTPN 6 Kayu Aro. (SJB-Asenk Lee Saragih)



Penulis saat mengunjungi pertanian tanaman Kopi Arabika “Sigarar Utang” asal Sumut yang dikembangkan di Bukit Bulat Sungai Renah, Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, November 2017 lalu. Foto Asenk Lee Saragih

Penulis saat mengunjungi pertanian tanaman Kopi Arabika “Sigarar Utang” asal Sumut yang dikembangkan di Bukit Bulat Sungai Renah, Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, November 2017 lalu. Foto Asenk Lee Saragih

Potensi Pengembangan Kopi "Sigarar Utang" di Kerinci

Halimin petani kopi Kopi Arabika jenis "Sigarar Utang" asal Sumatera Utara di Bukit Bulat Sungai Renah, Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci. Foto Asenk Lee Saragih
Kerinci, SJB-Seluas 15.700 Hektar lahan telantar di Bukit Bulat Sungai Renah, Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci kini dikeloma masyarakat untuk pertanian tanaman Kopi Arabika jenis "Sigarar Utang" asal Sumatera Utara. 

Pengembangan kopi "Sigarar Utang" asal Sumut itu dikembangkan oleh Kelompok Tani Sumber Rezeki dan Kelompok Tani Telang Kuning didampingi LSM Green Development (Greendev) sebagai anggota Konsorsium SSS Pundi Sumatera.

Hal itu terungkap saat penanaman perdana Kopi Arabika "Sigarar Utang" oleh Wakil Gubrnur Jambi H Fachrori Umar didampingi Bupati Kerinci H Adirozal di Bukit Bulat Sungai Renah, Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci, November 2017 lalu.

Disebutkan, setidaknya ada 100 petani yang tergabung dalam kedua kelompok tani tersebut. Pengembangan kopi arabika ini juga merupakan Proyek Optimalisasi Penelolaan Sumber Daya Alam Lestari SSS Pundi Sumatera.

Kopi Kopi Arabika jenis "Sigarar Utang" asal Sumatera Utara di Bukit Bulat Sungai Renah, Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci. Foto Asenk Lee Saragih
Kopi Kopi Arabika jenis "Sigarar Utang" asal Sumatera Utara di Bukit Bulat Sungai Renah, Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci. Foto Asenk Lee Saragih
Menurut Fachrori Umar pengembangan perkebunan kopi arabika itu merupakan peluang baru di Kabupaten Kerinci karena pangsa pasar yang terus tinggi.

Disebutkan, program pemanfaatan lahan telantar di Kabupaten Kerinci untuk dikelola petani sangat didukung Pemerintah Provinsi Jambi. Dia juga meminta dinas terkait untuk fokus mengurus status lahan yang digarap petani.


Sementara Bupati Kerinci H Adirozal mengatakan, kini luas lahan telantar di Kabupaten Kerinci mencapai 47.750 Ha. Seluas 15.700 berada di Kecamatan Kayu Aro Barat.

Kata Adirozal, pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan kopi arabika di daerah itu sebagai daerah perkebunan kopi. Kedepan areal perkebunan kopi itu juga bisa dijadikan sebagai agrowisata di Kabupaten Kerinci.


Sementara seorang petani kopi setempat, Halimin mengatakan, bahwa potensi pengembangan kopi arabika itu sangat prospek.

"Saya sudah menanam kopi arabika "Sigarar Utang" ini satu hektar. Petani sudah hampir dua tahun bertanam kopi jenis pendek dan berbuah tiga bulan ini. Harga mentah Rp 8000/Kg dan harga kopi kering Rp 120.000/Kg. Petani mencapai 8000 orang dan berharap agar jalan sepanjang 10 Km bisa diaspal oleh pemerintah," kata Halimin.

Pada kesempatan itu Wagub Jambi dan Bupati Kerinci juga melakukan panen kentang dan kol di daerah tersebut. Kemudia Wagub Jambi dan Bupati Kerinci juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Desa Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat yang rencana anggarannya mencapai Rp 2,3 Miliar.

Bupati Kerinci secara pribai menyumbangkan 100 Sak Semen. Sedangkan Wagub Jambi meminta Panitia Pembangunan mesjid untuk dibuatkan proposal ke Pemerintah Provinsi Jambi. Wagub Jambi juga mengusulkan nama mesjid itu dengan nama "Asifa Ulhayed". (SJB-Asenk Lee Saragih)

 

Partai NasDem Peroleh 11 Kepala Daerah Tanpa Mahar


Jakarta, SJB-Partai Nasional Demokrat Nasdem, yang dipimpin Ketua Umum Partai Nasdem Demokrat Suryo Paloh, yang terkenal dari seorang jurnalistik berhasil merebut Pilkada serentak, yaitu Pemilihan Gubernur yang berlangsung 27 Juni 2018. 

Partai Nasdem Demokrat yang dikenal tanpa mahar ini, mampu memecahkan rekor, dari beberapa Partai lainnya. yaitu dari 17 Pemilihan Gubernur, Partai Nasional Demokrat berhasil merebut 11 Pemilihan Gubernur Pilkada serentak 2018.

Oleh  Karena itu, marilah kita  syukuri  perolehan hasil  Pilkada  walaupun  bersifat  sementara, sambil  menunggu pengumuman KPU. 

Namun  setelah  kita  mendengar hitungan cepat  sementara, mari kita  bersyukur, sekaligus  kita  lakukan silaturahmi, dan saling  berkunjung,  baik  terhadap  yang  kalah, maupun  masyarakat  yang  tidak  mendukung. kita  satukan  semuanya.

Ditekankan  Suryo Paloh,  kepada  peserta  Pilkada  serentak yang  berhasil  meraih suara  menjadi pemenang  harus membangun  budaya malu, dan tingkatkan  kebersamaan bersama  rakyat, untuk  menciptakan pembangunan, terutama  kesehatan, pendidikan, serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), agar  mampu  melaksanakan Pembangunan  dimasa  yang  akan  datang, kata  Suryo Paloh.

Pemimpin  Redaksi Sinarjambibaru Jakasim Purba, mengenal Suryo Paloh sebagai Seorang Jurnalistik. Dulunya  sempat  memimpin Surat Kabar Prioritas, dan meningkatkan usahanya  di Media Indonesia, dan Metro TV.

Kemudian terjun ke Dunia Politik. Awalnya  Ormas Nasdem, kemudian naik  menjadi  Ketua Umum Partai  Nasdem Demokrat, hingga  saat ini  berhasil terjun pada Pilkada Serentak 2018. Berhasil  memecahkan rekor yaitu 11 Pilgub, dari 17 Pemilihan Gubernur, hanya  tersisa 6 Gubernur.

Menurut Suryo Paloh, kemenangan ini adalah berkat dukungan rakyat  yang tulus, sehingga Nasdem mendapat mandat dan kepercayaan rakyat.

Menjaring para  Gubernur  yang terpilih, diharapkan kepada  para Gubernur terpilih, agar  dapat  menjaga amanat rakyat  yang  dipercayakan kepada Partai Nasdem. Mari  kita  jaga  amanat  itu  kata Suryo Paloh, disaat  menyaksikan siaran langsung Pilkada Serentak 2018.

Lebih lanjut Suryo Paloh, mengatakan, Pemilihan Gubernur  kita  sudah  nomor satu, dan kita  harapkan, dari  hasil Pilkada  serentak 2018, yaitu, Walikota, Bupati  masih  kita  tunggu hasilnya, harapan kita  Partai Nasdem mendapat  perolehan terbanyak  ujar Suryo Paloh.

Tampaknya, Partai Nasdem yang melakukan Pencalonan Gubernur, Walikota, Bupati tanpa mahar ini  berhasil pada  Pilkada Serentak 2018, Semoga Sukses Partai Nasdem pada Pileg. dan Pilpres 2019.(JKP)

Tim SAR Diperkirakan Temukan Bangkai KM Sinar Bangun

Tim SAR gabungan kembali ke pelabuhan Tigaras usai melakukan operasi SAR tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Simalungun, Sumatera Utara, 26 Juni 2018. Diduga kuat bangkai kapal sudah terlihat dalam foto yang ditunjukkan tim sar, Kamis 28 Juni 2018. IST

Beredar video yang menunjukkan bangkai KM Sinar Bangun. Tim SAR gabungan diperkirakan telah menemukan posisi KM Sinar Bangun di dasar perairan Danau Toba setelah proses pencarian selama 11 hari hingga Kamis 28 Juni 2018.


Tigaras, SJB - Tim SAR gabungan diperkirakan telah menemukan posisi KM Sinar Bangun di dasar perairan Danau Toba setelah proses pencarian selama 11 hari.

Dalam video yang disebarkan melalui media sosial, Kamis (28/6/2018), ditayangkan hasil rekaman video yang menunjukkan bangkai KM Sinar Bangun.

Dalam video tersebut, terlihat juga benda yang digunakan sepeda motor milik penumpang kapal yang tenggelam pada 18 Juni 2018 itu.

Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan yang dihubungi Antara pada Kamis malam, mengisyaratkan kebenaran telah ditemukannya KM Sinar Bangun tersebut.

Namun dengan pertimbangan struktur operasional, ia belum bersedia memberikan keterangan mengenai perkembangan yang ada.

Ia hanya menyebutkan jika tim gabungan masih berada di perairan untuk memastikan situasi, sekaligus mempelajari langkah yang akan dilakukan pada Jumat (29/6/2018).

Selain menggunakan ROV atau video untuk merekam kondisi di dasar Danau Toba, petugas gabungan juga menggunakan pukat harimau untuk menarik bangkai kapal jika sudah ditemukan.

"Kita operasional pukat dengan dua kapal," katanya.

Sebelumnya, KM Sinar Bangun yang mengangkut seratusan penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dengan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin, sekitar pukul 17.30 WIB.

Dari proses pencarian yang dilakukan, tim gabungan telah menemukan 21 korban selamat dan tiga korban tewas.(SJB)


Sumber: ANTARA 














Pilgub 2018: Nasdem Berjaya, PDIP dan Gerindra Merana

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut satu Ridwan Kamil (kanan) bersama istri Atalia Praratya (kiri) memasukkan surat suara saat menggunakan hak pilih, di TPS 21 Bandung, Jawa Barat, 27 Juni 2018. ( Foto: Antara / M Agung Rajasa )

Nasdem menang di sedikitnya 10 provinsi, PDIP keok di 11 provinsi. Mayoritas parpol pendukung Jokowi menang besar.

Jakarta, SJB- Pemilihan gubernur telah digelar serentak di 17 provinsi dan hasil hitung cepat berbagai lembaga survei menunjukkan bahwa Partai Nasional Demokrat (Nasdem) adalah yang paling banyak memenangkan kursi gubernur.

Menurut hasil hitung cepat yang dihimpun dari berbagai lembaga survei sampai pukul 17.00 WIB, Kamis (28/6/2018), tercatat para calon yang diusung Nasdem menang di sedikitnya 10 provinsi. Nasdem mengklaim menang di 11 provinsi, tetapi itu termasuk Papua yang masih belum tuntas karena masih sedikitnya suara yang masuk dan ada pemilihan di dua kabupaten yang ditunda.

Sebaliknya, menurut hasil hitung cepat juga, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai pemenang Pemilu 2014 justru kalah di 11 provinsi. Kekalahan PDIP juga sebagian terjadi di lumbung suara mereka, seperti Jawa Timur dan Jawa Barat.

Catatan khusus untuk Jawa Barat, PDIP memiliki jumlah kursi terbanyak yaitu 20 kursi DPRD dan bahkan tidak perlu repot berkoalisi dengan partai mana pun ketika mencalonkan pasangan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan.

Sementara Nasdem menyapu bersih pemilihan gubernur di Pulau Jawa, meskipun para kandidatnya bukan kader partai mereka. Di Jawa Barat, Nasdem yang pertama mendeklarasikan Ridwan Kamil sebagai calon gubernur, tetapi hanya memiliki lima kursi sehingga harus merangkul dua partai lain untuk bisa maju pemilihan.

Partai Gerindra, tiga besar dalam Pemilu 2014, secara mengejutkan juga meraih hasil buruk pada pemilihan gubernur kali ini, relatif dibandingkan partai-partai "papan tengah" seperti Nasdem dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Partai yang dipimpin Prabowo Subianto ini tercatat hanya menang di tiga provinsi yaitu Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Maluku.

Sampai pukul 23.59 WIB, Kamis (28/6), hitung cepat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Papua baru mencakup 15% dari seluruh tempat pemungutan suara (TPS) dan masih ada pemilihan yang ditunda karena sejumlah masalah.

Pada waktu yang sama, hitung cepat KPU di Maluku Utara mencapai 89%, tetapi hasilnya sangat tipis antara dua kandidat teratas. Abdul Gani Kasuba untuk sementara unggul 30,8% disusul Ahmad Hidayat Mus 30,37%, atau tak sampai 1 percentage point.

Cermin Kekuatan Jokowi
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem, Willy Aditya mengatakan, hasil Pilkada Serentak 2018 merupakan peta bayangan atas apa yang akan terjadi pada Pemilu 2019, terutama pemilihan presiden (pilpres).

“Pilkada 2018 ini tentu menjadi bayangan bagi parpol dalam menghadapi pemilu legislatif dan pilpres 2019 yang akan dihelat serentak. Poin positifnya adalah banyak calon yang diusung parpol pendukung Jokowi meraih kemenangan di beberapa daerah strategis,” kata Willy di Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Dikatakan, ketika menjatuhkan dukungan kepada calon kepala daerah, Partai Nasdem menerapkan politik tanpa mahar. Artinya, dukungan diberikan atas dasar penilaian tim pemenangan pemilu, bukan besarnya uang mahar.

Kendati demikian, Nasdem selalu memberlakukan satu syarat kepada calon kepala daerah jika ingin didukung, yakni bersedia mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019.

“Ini seperti yang ditekankan kepada calon gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang akhirnya unggul pada hitung cepat sejumlah lembaga survei. Tentu ini akan menjadi daerah basis yang diharapkan melapangkan Jokowi menang dua periode. Pemilu 2019 masih sepuluh bulan lagi dan politik suatu hal yang dinamis. Maka, sebagai barisan pendukung Jokowi, kita tidak boleh sombong,” kata dia.

Dalam pilgub tiga provinsi di Pulau Jawa yang menjadi lumbung suara nasional, semuanya dimenangkan kandidat yang dikenal pro-Jokowi, termasuk mantan menteri sosial Khofifah Indar Parawansa, Ridwan, dan kader PDIP Ganjar Pranowo.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan kemenangan Ridwan di Jawa Barat sangat bermakna bagi partainya.

“Kalau dia kalah, yang paling kalah Nasdem,” kata Paloh sembari menambahkan bahwa Nasdem adalah yang pertama mendeklarasikan Ridwan sebagai calon gubernur.

Dia mengenang bahwa untuk mengusung Ridwan, Nasdem harus menjalin koalisi dengan partai lain. Namun, dengan kemenangan menurut hitung cepat ini, Paloh menegaskan tidak akan memaksa Ridwan menjadi kader partainya.

“Kita bebaskan dia untuk menjadi gubernur bagi seluruh partai politik,” kata Paloh.

Respons PDIP

PDI Perjuangan memang tak banyak berhasil dalam pilgub. Namun, di tingkat kabupaten/kota yang kurang terpantau quick count, dari laporan internalnya PDI Perjuangan‎ mengklaim menang di atas 50 persen.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa hasil pilgub di sejumlah daerah cukup menunjukkan hasil lumayan. Apalagi, ada beberapa daerah baru yang berhasil dimenangkan partai itu, seperti Maluku dan Sulawesi Selatan.

Menurut Hasto, dari sisi strategi termasuk untuk pemenangan pilpres 2019, justru kemenangan di kabupaten/kota menjadi kunci.

"Kalau menjelang Pilpres yang menentukan kan kabupaten/kota," kata Hasto, Kamis (28/6).

Diakuinya, ada berbagai permasalahan yang mereka hadapi di pilkada serentak kali ini. Di beberapa tempat seperti di Tulungagung, Jawa Timur, calon bupati yang mereka usung tiba-tiba dipersoalkan secara hukum oleh KPK. Untungya, kata dia, masyarakat tetap mendukung.

"Sehingga tetap dimenangkan," imbuhnya.

Terkait pilgub Jawa Timur, kata Hasto, sejak awal pihaknya konsisten dalam merespons harapan para kyai Nahdatul Ulama (NU), yang sampai berkirim surat pada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Mereka ingin agar PDIP mengusung Gus Ipul dan akhirnya itu yang terjadi.

Di Jawa Barat, lanjut Hasto, pihaknya memang sejak awal fokus pada konsolidasi internal partai. Meskipun diakui, calon gubernur pemenang versi hitung cepat yakni Ridwan Kamil, kerap memakai baju berwarna merah, warna tradisional PDIP.

"Mungkin itu salah satu faktor yang menyebabkan suara kami yang agak tergerus. Untuk itu, strong point kita 14 persen persen suara di sana masih bisa dijaga oleh pasangan Pak Hasanuddin-Anton. Ini yang menunjukkan loyal suporter di Jawa Barat," ulasnya.

Di NTT, calon gubernur Marianus Sae yang mereka usung juga ditangkap KPK.

Namun, jauh di atas semua masalah itu, kata Hasto, sebagai parpol pendukung utama pemerintahan, PDIP berhasil memastikan pilkada serentak 2018 berjalan aman, damai, demokratis, dan sesuai dengan Pancasila.

"Yang penting PDIP tetap kokoh dalam menjaga politik kebangsaan berdasarkan ideologi Pancasila," ujar Hasto.

Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga mengatakan pihaknya akan mengevaluasi indikasi kekalahan dalam pemilihan gubernur di beberapa daerah yang berpenduduk besar seperti Jabar, Jatim, dan Sumut.

Ada beberapa hal yang menjadi catatan. Pertama di Sumatera Utara, ternyata isu agama masih sangat mempengaruhi. Selain itu, partisipasi masyarakat dalam memilih masih kurang. Hal itu dipengaruhi juga tingkat sosialisasi serta kemudahan cara bagi masyarakat untuk memperjuangkan hak suaranya belum maksimal. Eriko menyatakan pihaknya akan mengingatkan Presiden soal hal-hal seperti ini.

Di Jatim, di saat survei, pasangan yang mereka usung disebut unggul tipis. Namun berdasarkan hasil hitung cepat, justru kalah dan selisihnya besar. PDIP akan menunggu rekap real count dari badan saksi yang mereka miliki.

Terlepas dari itu, Eriko menyatakan bahwa secara keseluruhan, pihaknya mendapat data bahwa dari 146 pilkada, kemungkinan besar PDIP menang di 87 wilayah, atau hampir 60 persen.

"Angka itu sudah melebihi target, walau memang untuk pilkada gubernur kita di bawah 50 persen. Itupun, sebenarnya ada penambahan baru. Di Sulsel, dulunya bukan daerah kita, sekarang kita ada. Sama seperti Maluku dan Maluku Utara," ujarnya.

‎Eriko memaparkan bahwa di Sumatera Utara, PDIP bekerja hanya dengan PPP. Suara murni keduanya di wilayah itu hanya sekitar 25-27 persen, sementara hasil hitung cepat menunjukkan raihan 42-43 persen.

"Artinya dari sisi kosolidasi partai, kita capai hal luar biasa. Ke depan, kita bisa menangkan Sumut untuk pileg dan khususnya pilpres," imbuhnya.

Golkar Puas

‎Ketua DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan partainya puas dengan hasil Pilkada Serentak 2018. Pasalnya‎, dari hasil hitung cepat berbagai lembaga survei, kandidat yang diusung Partai Golkar mendapatkan amanah rakyat untuk memimpin di berbagai daerah.

Ini menunjukkan kepercayaan rakyat kepada Partai Golkar semakin besar,” kata Ketua DPR itu.

Dia mengklaim bahwa berdasarkan hasil hitung cepat di 17 provinsi, pasangan gubernur-wakil gubernur yang diusung dan didukung Partai Golkar berhasil menang di sembilan provinsi, yakni Sumatera Utara, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua.

Bambang menegaskan, amanah besar yang diberikan rakyat kepada para kandidat yang diusung Partai Golkar akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangun daerah tersebut agar lebih maju dan sejahtera. Di sisi lain, dari internal Partai Golkar, kemenangan itu menjadi fondasi yang kuat untuk menghadapi Pemilu 2019.

Kemenangan Partai Golkar di berbagai daerah menunjukkan kinerja mesin partai dari pusat sampai ke tingkat daerah telah bekerja maksimal, kata Bambang.

"Tentu, hasil ini menjadikan kita semakin percaya diri menatap 2019. Hasil ini menjadi cambuk semangat untuk terus menggerakkan mesin partai agar bergerak semakin solid, kuat, dan cepat,” ujarnya.

Hasil di Jawa Untungkan Jokowi

Partai politik pendukung Jokowi mayoritas berhasil mengantarkan calon kepala daerah yang diusungnya memenangi Pilkada Serentak 2018. Di kantung-kantung suara terbesar, seperti di Pulau Jawa pun berhasil dimenangkan dalam versi hitung cepat lembaga survei.

Peneliti dari Populi Center, Nona Evita, menilai kemenangan pendukung Jokowi di Pulau Jawa memberikan peluang yang cukup signifikan menghadapi Pilpres 2019. Sebab, jumlah pemilih di Pulau Jawa mewakili sekitar 48% dari total pemilih nasional.

“Kemenangan parpol pendukung Jokowi di Jabar, Jateng, dan Jatim memberi peluang besar bahwa Jokowi akan menang di Pilpres 2019,” katanya saat dihubungi Kamis (28/6/2018).

Khusus di Jawa Barat, Nona mengingatkan adanya dinamika pemilih tetap yang sangat ditentukan oleh ketokohan. Seperti diketahui, Jawa Barat merupakan salah satu lumbung suara terbesar kelompok partai oposisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra. Namun, sosok Ridwan Kamil justru membalikkan hasil perolehan suara dan mengalahkan cagub yang diusung PKS dan Gerindra.

“Meski kubu Prabowo kalah, namun selisih suara dengan kubu Jokowi masih tidak terlalu jauh. Ini harus diantisipasi. Buktinya saja di Jabar, sebelumnya duo Dedi (Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi) selalu berada di posisi kedua dari sejumlah jajak pendapat. Tapi saat quick count, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu menyalip di posisi kedua. Ini menunjukkan bahwa dalam waktu singkat bisa terjadi pergeseran suara,” ungkapnya.

Menurut Nona, bagi kubu Jokowi, pekerjaan selanjutnya yang lebih penting dalam Pilpres 2019 adalah mencari sosok wakil yang tepat untuk mendampinginya. Jangan sampai sosok calon wakil presiden yang dimunculkan malah menggerus suara Jokowi

PDIP Sering Telat

Pengamat politik dari Kedai Kopi Hendri Satrio menilai, kekalahan PDIP di sejumlah wilayah kantung suara lebih disebabkan karena kurangnya persiapan.

“Misalnya, di Jabar yang mengusung Tb Hasanuddin-Anton Charliyan dan pasangan Djarot-Sihar di Sumut itu diputuskan detik-detik terakhir pendaftaran maju di Pilgub,” kata Hendri.

“Demikian pula Puti Guntur yang mendampingi Gus Ipul di Jatim, adalah pengganti Azwar Anas yang dicalonkan sebelumnya.”

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade berpendapat hasil hitung cepat pilkada di sejumlah daerah cukup mengejutkan.

Di Jawa Tengah, misalnya, fenomena hasil survei Pilgub Jateng menempatkan pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah menempel ketat Ganjar Pranowo-Taj Yasin. Tipisnya perolehan suara Sudirman dengan Ganjar menandakan keinginan masyarakat Jawa Tengah mendapatkan pemimpin baru.

Perolehan suara di Jateng untuk Sudirman-Ida jelas tidak lagi mencerminkan bahwa Jateng lumbung suara PDI-P, imbuhnya.(SJB)

----------
Catatan: sebagian isi artikel ini sudah terbit di harian Suara Pembaruan edisi 28 juni 2018.



Sumber: BeritaSatu.com

Pilkada Serentak di Jambi Aman dan Terkendali

Jambi, SJB-Hari rabu tanggal 27 Juni 2018, Pilwako Jambi sudah terlaksana dan berjalan dengan lancar, dan aman. Pesta Demokrasi yang telah berlangsung 27 Juni 2018, adalah merupakan hak rakyat untuk memberikan suaranya menentukan pemimpin.

Maka setelah selesai Pilwako, mari kita bersatu lagi, bagi yang menang, agar merangkul yang kalah, karena kita adalah saudara.

Dari hasil Pilwako, untuk sementara Paslon Dr Syarif Pasha-Maulana, berhasil memperoleh 55,54 persen suara. Sementara Paslon H Abdullah Sani-Kemas Alfarizi hanya memperoleh suara 44, 46 persen.

Angka ini adalah perolehan sementara sambil menunggu hasil Pengumuman oleh KPU Kota Jambi secara resmi. Diharapkan, dari hasil Pilwako Jambi, adalah hasil pilihan rakyat. Mari kita bersatu kembali, untuk mendukung yang menang, agar roda pembangunan lima tahun kedepan, dapat berjalan dengan lancar. Salam dan Sukses. 
 
DESK PILKADA PEMKOT JAMBI.

FB: H.Sy.Fasha,ME

Hasil sementara yang dikeluarkan DESK PILKADA PEMKOT JAMBI. Sambil menunggu hasil Resmi yg di keluarkan oleh KPU KOTA JAMBI.. Proses PILKADA sudah selesai, Menjadi Pemimpin bukan suatu tujuan namun AMANAH dari Masyarakat.. Kemenangan milik Masyarakat bukan milik PASLON.

Kepentingan Masyarakat adalah diatas Segalanya, Mari kita kembali menjadi satu kesatuan dalam BINGKAI : Masyarakat TANAH PILIH PUSAKO BETUAH KOTA JAMBI..

#KOTAJAMBIBANGKIT #KOTAJAMBITERKINI. (JKP)

Pilgub Sumut Memanas, Jangan Lakukan Kekerasan Mencapai Kepemimpinan

Pilgub Sumut Memanas, Jangan Lakukan Kekerasan Mencapai Kepemimpinan
Medan, SJB-Rabu tanggal 27 Juni 2018, merupakan pesta rakyat untuk menentukan hak suaranya menentukan Pemimpin, bukan karena kekerasan, mari kita berdemokrasi yang santun, dan sopan, agar nilai nilai demokrasi memiliki nilai yang baik, karena dengan hasil kekerasan itu, mari kita bayangkan lima tahun kedepan apa hasilnya. Demikian disampaikan JN kepada Sinarjambibaru, Rabu (27/6/2018).

Sebagaimana informasi yang dihimpun SJB, bahwa  ada jumlah mata pilih 40 orang, tetapi DPTnya  muncul 60 orang. Hal ini  perlu  diteliti kebenarannya. 

Lalu  serang menyerang, antar Calon, antara lain tentang  sembako, dan menyerahkan uang  hanya  karena Rp 250 Ribu suara rakyat dibeli, sudah merupakan paksaan, hal  seperti ini  perlu ditindaklanjuti pihak Banwaslu, dan KPU, karena  kemenangan, bukanlah karena uang, dan  sembako.

Dalam Pilkada  serentak, adaalah tujuannya  untuk  memilih Pemimpin, tetapi  kalau  calon Pemimpin melakukan kekerasan, atau  paksaan, hal ini  dapat  merusak pesta  demokrasi, mari  kita  tinggalkan budaya Kekerasan dan  paksaan  terhadap rakyat, bangunlah pola  etika dan sopan santun yang  barmartabat.

Sumut, masih  kita  ingat, semua urusan melalui uang tunai, atau Begini rupanya  Medan, dan Ini  medan Bung, tampaknya  naskah yang lama ini  bangkit lagi di era Pilgub Sumut. 

Kita  sudah  membaca bahwa Sumut adalah  kota  yang  keras, dan sudah dua  Gubernur terjaring  KPK, karena  Korupsi, tetapi  jangan  sampai tiga kali, dan Pilgub kali ini  merupakan  ketiga, setelah dua sudah masuk penjara karena korupsi.

Menjelang Pilkada Sumut, sudah ada  lampu  merah  di Danau Toba, yaitu KM.Sinar Bangun, dan KM.Ramos Risma Marisi, yang cukup memberikan duka yang panjang karena jumlah koban  belum ditemukan,  apa  kata rakyat.

Dalam Kondisi Musibah di Danau Toba dengan penuh bercucuran air  mata, nyaris kurang  perhatian, karena beralih ke Pesta Demokrasi atau Pilkada, diharapkan Unsur  Pemimpin di Sumut  hendaknya  tunjukkan kepeduliannya  terhadap para  korban, yang sampai  saat  ini  masih berduka.

Pilgub Sumut. Siapapun pemenngnya adalah Pemimpin Kita, dan  harapan kita  Rakyat  kembali  bersatu. dan mari  kita  dukung  yang menang  sebagai  Pemimpin di Sumut, agar  pembangunan, dan  pelayanan terhadap  masyarakat  berjalan dengan baik. Biarkanlah selama lima tahun memimpin yang  terpilih kita  dukung, masih ada waktu  sesudah  lima  tahun, berikutnya bertarung lagi.

Sebagaimana diturunkan. Redaksi Sinarjambibaru, bahwa tanggal 27 Juni 2018, Pesta Demokrasi diuji suara rakyat  untuk  menentukan Pemimpin di Sumut.

Namun  hasil Pilkada  tahun  ini, dapat kita  lakukan  unuk evaluasi  berikutnya. Selamat bagi  Pemenang Gubsu,  lanjutkan  Pembangunan di Sumatera  Utara, khususnya  Danau Toba  yang saat  ini dilanda  musibah korban akibat Tenggelamnya KM.Sinar Bangun. 

Mari  kita  doakan bagi para korban yang meninggal, serta  yang  belum agar keluarga  yang  ditinggalkan tabah.dan  bagi  korban  yang  selamat agar diperhatikan, karena  sudah  mengalami trauma.(JN/JKP)

Cari Blog Ini

lcki

lcki
dirgahayu Provinsi jambi

berita

berita