![]() |
| Pejabat Negara hingga Rakyat Biasa Hadiri Open House Presiden di Istana Bogor |
Jakarta, SJB-Tampak Istana Bogor tahun ini, menjadi kebanggaan rakyat karena rakyat merasa bangga hadir di istana bersamaan dengan menteri bersalaman dengan presiden RI.Joko.Widodo, menjadi perhatian rakyat, bahkan mereka mengucapkan terimakasih kepada Joko Widodo, atas pembangunan yang sudah berjalan selama ini.dapat dilanjutkan periode kedua.
Sebagaimana yang disampaikan salah satu tukang becak, bisa hadir di Istana Bogor, bahwa tahun ini ia merasakan bahwa Bapak Presiden Ir.Joko Widodo, adalam sebagai pemimpin yang merakyat dan tokoh masyarakat, serta sebagai pemimpin dan Negarawan.
Namun demikian selma tahun politik, Presiden Kita yang melakukan kerja keras, selalu ada hujatan tetapi kata tukang beca, mengatakan, Kita sebagai rakyat, harus memilih yang memprhatikan rakyat, karena yang memilih adalah suara rakyat, karena politik hanya untuk mencapai dan merebut kekuasaan, dan elit politik bukan kepentingan rakyat.karena rakyat dibutuhkannya disaat pemilihan.Oleh karena itu, sebaiknya para elit politik, membangun pola kebersamaan untuk membangun bangsa kita, kini rakyat sudah mengerti mana yang baik mana yang tidak baik,apapun cerita politik yang menentukan calon pemimpin adalah suara rakyat, diharapkan, para elit politik janganlah jual jual hak rayat, karena rakyat membutuhkan pembangunan.Kemudian muncul wacana, bahwa kalangan politik sudah bertemu dengan rakyat, yah boleh saja tetapi rakyat yang mana ?
Dari catatan Pemimpin Redaksi SinarJmbibaru, bahwa penonton itu, lebih pintar dari pemain, namun ketika terjun kelapangan, terjadi beberapa gol, dan mengantongi kekalahan skoor.
Sementara cita cita sebagai pemimpin, akan membangun bersama rakyat, agar perekonomian kita lebih baik terutama insprastruktur merupakan kebutuhan masyarakat baik di Kota, Kabupaten, Kecamatan, dan Desa.
Karena masih banyak Desa desa saat ini membutuhkan pembangunan inprastruktur untuk kebutuhan angkutan hasil pertanian, guna kebutuhan kehidupan mereka di Desa desa.
Bahkan, Desa desa di Indonesia masih banyak membutuhkan pembangunan insprastruktur, dan sarana penunjang ekonomi rakyat di Desa desa. Bahkan masih ada pejabat yang belum menyentuh Desa desa tersebut.kalau untuk batas Kecamatan, sudah sering dikunjungi, tetapi kalau sudah ke Desa terpencil,nyaris tidak ada kunjungan.
Potensi Desa masih perlu perhatian pembangunan,karena sarana jalan insprastruktur di desa terpencil masih banyak jalan tanah, jika ada warga dalam kondisi sakit, menuju Puskesmas mengeluh karena srana jalan untuk menempuh puskesmas sangat lama.
Hal seperti ini sudah waktunya diperhatikan, jangan ketika Pilkada mereka disanjung sanjung karena membutuhkan suara, setelah selesai Pilkada mereka hanya menunggu janji janji, entah sampai kapan.Semoga hasil Pilkada,dan Pilpres 2019, dapat membawa indoensia yang lebih baik.(JKP).
