![]() |
| ILUSTRASI JALAN SEI GELAM MUAROJAMBI |
Sungaibahar, SJB-Kondisi jalan dari Unit satu sampai Unit 21 di Sei Bahar, Kabupaten Muarojambi rusak berat. Bahkan sejumlah lobang dan genangan air menutupi sebagian jalan, akhirnya kenderaan harus melewati lumpur.
Catatan Pemimpin Redaksi Sinarjambibaru ketika berkunjung ke Unit 7 Sei Bahar, Rabu (20/6/2018). Anehnya ada bangunan jalan dengan beton, tetapi hanya sepotong sepotong, jika diperkirakan masih banyak jalan rusak, selama perjalanan dari Panerokan, Bunut, hingga Pinang Tinggi, sampai ke beberapa unit di daerah itu kondisi jalan rusak berat.
Jakasim Purba dari Jambi berangkat Jam7, tiba di Unit 7 jam 11, atau sekitar 4 jam perjalanan, untuk mencari jalan yang bagus. Harus melalui genangan air dan lumpur dalam kondisi jalan ini terlihat beberapa mobil angkutan sepi.
Karena kondisi jalan rusak, bahkan beberapa kenderaan terpaksa melalui jalan Palembang dari Simpang Gudang dan Desa Nyogan itupun kondisi jalan tetap rusak, anehnya ada jalan bagus tapi sepotong sepotong.
Anehnya pembangunan jalan di daerah itu, terlihat dibeberapa unit ada bangunan jalan, tetapi ada juga yang kondisi rusak, artinya pembangunan jalan beton, hanya ada beberapa kilometer, terputus jalan rusak muncul lagi bangunan jalan beton.
Artinya sepotong sepotong. Diharapkan Pemerintah Kabupaten Muarajambi turun kelapangan untuk melakukan pemeriksaan yang sebenarnya kondisi jalan.
Salah satu warga SS, ketika bincang bincang dengan Sinarjambibaru, ia mengatakan mereka sangat heran, ada bangunan jalan beton tetapi sepotong sepotong, demikian juga pembangunan jalan aspal juga posisinya sama.
Keluh warga, kini mereka mengangkut hasil kebun sawitnya sangat menelan ongkos yang tinggi, bahkan tidak sebanding lagi hasil panen, jika dihitung dengan modal masuk katanya.
Menurut SS, sudah bertahun tahun mereka mengalami kendala jalan, namun ada pembangunan jalan Beton dan aspal, tidak merata, jika jalan beton dibangun sepanjang 1 km, lalu muncul lagi jalan rusak, akhirnya mengalami kendala jika menjual hasil Kebun Sawitnya karena biaya ongkos mahal tuturnya.
Dari hasil liputan di Sei Bahar (20/6/2018), kondisi pembangunan jalan aspal dan beton perlu ditinjau kelapangan kebenarannya.
Karena menurut SS, Pembangunan jalan beton dan aspal mereka mempertanyakan, karena pembangunan jalan tersebut tidak merata, seperti dialami Jakasim Purba mengendarai mobil, ketika jalan bagus mencoba dengan kecepatan tinggi, namun berjalan sekitar 1 km, sudah harus melalui jalan rusak lagi.
Diharapkan Kepada Pemerintah Kabupaten Muarajambi, hendaknya turun kelapangan, jangan ketika pilkada untuk meraih suara janjinya setinggi langit, sesudah terpilih hanya melakukan pembangunan sepotong sepotong.
SS menjelaskan disaat Pilkada ternyata dari daerah Sei Bahar yaitu Unit 1 sampai Unit 21, memberikan suara kepada Bupati terpilih, SS pinta tolong Ibu Bupati perbaiki jalan kami.(JKP)
