![]() |
| Tangisan Keluarga Korban. ANT |
Simalungun, SJB-Senin (18/6/2018) kemarin, dengan kejadian tenggelamnya KM.Sinar Bangun menimbulkan penuh tangis dan air mata berhamburan ketika menjenguk para korban. Sejumlah keuarga berdatangan ke Danau Toba untuk melihat keluarganya namun hanya air mata yang berjatuhan.
Lalu kenapa KM.Sinar Bangun tenggelam, sudah perlu dilakukan penelitian teknis, agar transportasi kapal tidak mengalami lagi, kata keluargga korban.
Dari hasil kumpulan berita dari sosial media, muncul suara suara tangisan melihat para korban yang saat ini ada yang dirawat.
Dengan adanya tenggelam Kapal KM.Sinar Bangun ini, diharapkan, pihak Pemilik dan Pemerintah setempat akan melakukan pengujian tentang kelayakan terhadap kapal, sehingga kedepan tidak lagi menelan korban.
Tekhnisi adalah merupakan menguji kelayakan kapal untuk berlayar, sekalikus menyelamatkan penumpang, jika hal ini tidak ditanggapi, para penumpang enggan menggunakan kapal sebagai sarana transportasi di Danau Toba.
Terlihat jumlah korban sebanyak 94 orang hilang, yang selamat baru ada 20an. Kini keluarga korban berdatangan ke Danau Toba untuk menyaksikan keluarganya, dengan rasa terharu dan tangis. Ada yang sedang melihat sedang perawatan, dan yang lainnya masih menunggu keselamatan saudaranya.
Diharapkan dengan kejadian KM.Sinar Bangun ini dapat menjadi pelajaran berharga agar kedepan dapat dilakukan pengujian tentang kelayakan jalan, oleh karena itu tekhnisi sebaiknya memeriksa kondisi kapal sebelum jalan, agar penumpang selamat.
Kondisi ini, sangatlah mengundang perhatian dari berbagai daerah, karena korban sebanyak 94 orang itu mengalami penderitaan akibat KM.Sinar Bangun tenggelam.
Semoga KM.Sinar Bangun yang pertama, dan kejadian ini adalah yang terakhir. Mari kita ucapan Berduka kepada para korban. Korban hilang belum ditemukan, diharapkan semua korban ditemukan selamat. Demikian tutur salah satu keluarga korban kepada Sinarjambibaru via telepon seluler.(JKP)
