Kasus KM Sinar Bangun, Asuransi Pro Aktif di Lapangan

Situasi Pelabuhan Tigaras, Simalungun. IST
Tigaras, SJB-Sejak kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, sejak tanggal 18 Juni 2018, diharapkan pihak ansuransi pro aktif dilapangan sekaligus mendata para korban, agar hak para korban dapat diberikan, dengan jumlah penumpang sebanyak 200 orang, dan yang harus disantuni para korban dapat terdata.

Dari kejadian Tenggelamnya KM Sinar Bangunn, itu belum dapat diperoleh data korban dari 200 orang, diharapkan pihak Basarnas dapat mengumumkan dafar nama yang diselamatkan, dan berapa yang korban meninggal dipelabuhan simanindo 147, sedangkan di Pelabuhan Tgaras hanya 108 orang, sementara jumlah korban sebanyak 200 orang.

Dari jmlah data di Pelabuhan Simanindo 147 orang ditambah di Pelabuhan Tigaras 108 orang, ada selisih 55 orang, jika dilihat dari total penumpang sebanyak 200. orang.

Lalu yang perlu dipertanyakan kepada pemilik kapal KM.Sinar Bangun  Kenapa memiliki jaket Pelambung hanya 45, sementara jumlah penumpang 200 orang. dari data ini sekitar 210 orang tanpa menggunakan Jaket pelambung.

Diharapkan pihak LLASDP, perlu turun tangan untuk mengevaluasi penumpang, dan kondisi kapal sebelum berlayar perlu ada chek pisik terhadap kapal, yang akan berlayar, dan termasuk alat alat seperti Jaket pelambung, demi keselamatan penumpang.

Danau Toba sudah terkenal dengan obyek wisata, namun karena kondisi Km. Sinar Bangun ini, menjadi perhatian dari berbagai daerah, termasuk dunia, oleh sebab itu, perlu ada perbaikan kinerja baik LLASDP atau pihak Pemerintah Kabupaten Samosir dan Kabupaten Simalungun, Obyek Wisata Danau Toba adalah termasuk omset pemasukan pendapatan di Kedua Kabupaten.

Menurut keterangan beberapa pengunjung menyampaikan kepada Sinarjambibaru bahwa kondisi obyek wisata sudah waktunya dilakukan peembangunan dan pelayanan terhadap para parwisata dari daerah dan mancanegara. termasuk penertiban angkutan  Ferry penyeberangan dan beberapa kapal dikawasan obyek wisata danau toba.antara lain Insprastruktur jalan, serta pelayanan pihak Hotel, serta kebersihan dilingkungan Danau Toba dan Prapat serta Desa Haranggaol.

Di Tahun 80 an, nama Danau Toba dan Haranggaol cukup terkenal, dimana kedua daerah itu merupakan obyek wisata yang terawat dan pelayanannya baik, serta kebersihan cukup baik. Bahkan Beberapa Bus tour, yang ditompangi beberapa turis cukup ramai, karena indahnya Danau Toba.

Diharapkan Pemerintah Kabupaten Simalungun, hendaknya meningkatkan Pembangunan sebagai obyek wisata di Danau Toba Prapat, dan Haranggaol.

Diharapkan Pemda Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Samosir, agar kerjasama untuk mengawasi pemberian santunan ansuransi terhadap para korban, karena dana santunan itu merupakan sumbangan dari beberapa orang yang dibrikan kpada para korban yang meninggal, baik cleim kepada korban yang selamat berupa perawatan dan uang kaget.(JKP)

Cari Blog Ini

lcki

lcki
dirgahayu Provinsi jambi

berita

berita