KADIS PENDIDIKAN TEBO SAMBUT PANITIA HPN

Tebo, SJB-Panitia HPN.2019 yang diketahu H.Riduan Agus, bersama rombongan, melakukan audensi kebeberapa Bupati, antara lain Bupati Merangin,Bupati Muara Bungo, dan Bupati tebo Rombongan Panitia HPN diterima Bupati Tebo H.Sukandar,S.Kom.M.S.I. bertempat dirumah Dinas 28/1. 

Tampak dalam Pertemuan itu, Bupati Tebo H.Sukandar.S.Kom.M.S.I, menyambut rombongan Panitia, sekaligus mendukung Hari Pers Nasional,diharapkan dengan peringatan Hari Pers Nasional, perananan Pers semakin sukses. 

Ketua Panitia HPN,H.Riduan Agus, menyampaikan sambutannya, sekaligus membrikan Undangan kepada Bupati, sekaligus penyerahan Pelakat PWI kepada Bupati Tebo.H.Sukandar.S.Kom.M.S.I, setelah penyerahan itu dilanjutkan Photo bersama dengan rombongan Panitia HPN.(JKP)

Hadiri Rapim TNI-Polri, Gatot Duduk Sebaris dengan Jokowi

Hadiri Rapim TNI-Polri, Gatot Duduk Sebaris dengan Jokowi
Joko Widodo dan Gatot Nurmantyo. ( Foto: Antara )
Jakarta, SJB - Mantan panglima TNI dan kapolri turut diundang dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri 2019. Salah satu mantan panglima TNI yang hadir adalah Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. 

Gatot yang mengenakan batik cokelat duduk berdampingan dengan para mantan panglima TNI dan kapolri, d iantaranya Jenderal Polisi (Purn) Dai Bahtiar, Jenderal Polisi (Purn) Bambang Hendarso Danuri, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, dan Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno. Para mantan panglima TNI dan kapolri itu duduk sebaris dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Rapim berlangsung tertutup untuk awak media. Turut hadir juga dalam rapim di antaranya, para menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Rapim diikuti 368 perwira tinggi (pati), terdiri dari 198 pati TNI, dan 170 pati Polri. Tema rapim adalah “Dilandasi Profesionalitas, Soliditas, dan Netralitas, TNI dan Polri Bersinergi Mengamankan Pemilu 2019 dan Pembangunan Nasional dalam Rangka Menjaga Keutuhan Wilayah NKRI”.

Saat memberi sambutan, Jokowi menyatakan,“Ini mungkin rapim pertama yang diadakan di Istana. Bukan apa-apa, tetapi memang saya ingin rapim ini sekali-sekali kita lakukan di sini, kan enggak ada salahnya,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/1/2019).(*)


Sumber: Suara Pembaruan 

Ahmad Dhani Dibui

Ahmad Dhani Dibui
Terdakwa kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, 28 Januari 2019. Majelis hakim memvonis Ahmad Dhani dengan hukuman satu tahun enam bulan penjara, dan atas putusan hakim tersebut kejaksaan langsung menahan terpidana. FOTO: BeritaSatu Photo/Antara/Sigid Kurniawan
Jakarta, SJB-Terdakwa kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, 28 Januari 2019. Majelis hakim memvonis Ahmad Dhani dengan hukuman satu tahun enam bulan penjara, dan atas putusan hakim tersebut kejaksaan langsung menahan terpidana. FOTO: BeritaSatu Photo/Antara/Sigid Kurniawan 
 Ahmad Dhani Dibui

Jokowi: Indonesia Sangat Kehilangan Liliyana Natsir

Jokowi: Indonesia Sangat Kehilangan Liliyana Natsir
Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad (kiri) dan Liliyana Natsir berusaha mengembalikan kok ke ganda campuran Jepang Takuro Hoki dan Wakana Nagahara saat pertandingan perempat final Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, 25 Januari 2019. Owi/Butet ke semifinal setelah menang 21-16 21-14. ( Foto: Antara / Hafidz Mubarak A )
Jakarta, SJB - Atlet bulutangkis Liliyana Natsir memutuskan gantung raket seusai mengikuti Indonesia Masters 2019. Butet, begitu panggilan akrab Liliyana pensiun pada usia 33 tahun. Menanggapi itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, dunia olahraga Indonesia tentu merasa kehilangan Liliyana.

“Indonesia sangat kehilangan atas pensiunnya Liliyana Natsir atau Butet,” kata Jokowi kepada wartawan seusai menerima Liliyana di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Presiden menuturkan, publik tentu telah mengetahui persis berbagai torehan prestasi perempuan asal Manado itu. Misalnya, dalam Olimpiade 2016, kejuaraan dunia bulutangkis, termasuk All England. Jokowi juga menyatakan, pebulutangkis muda Indonesia semestinya dapat mengikuti jejak Liliyana.

“Prestasi ini yang harus dijadikan inspirasi. Nilai-nilai sebuah prestasi bagi pemain-pemain bulutangkis yang masih junior, yang masih muda-muda, untuk bisa berprestasi seperti Butet, Liliyana Natsir,” ujar Presiden.

Liliyana didampingi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi saat bertemu Jokowi. “Mohon arahan dari Pak Jokowi setelah ini mungkin jika saya dibutuhkan untuk membantu memotivasi adik-adik, menjadi inspirasi untuk adik-adik. Saya siap untuk ke sana,” ujar Liliyana.(*)


Sumber: Suara Pembaruan 

Bawaslu, KPU dan Polda Jambi Periksa Tabloid Indonesia Barokah di Kantor Pos Jambi

Bawaslu Provinsi Jambi dan Tim Penyidik Polda Jambi, Selasa (29/1/2019) memeriksa ribuan eksemplar Tabloid Indonesia Barokah yang ditemukan di Kantor Pos Jambi pada Kamis (25/1/2019) oleh Manajer Operasional PT Pos Indonesia Cabang Jambi, Andi Gusadanto. (Istimewa)
Jambi, SJB-Bawaslu Provinsi Jambi dan Tim Penyidik Polda Jambi, Selasa (29/1/2019) memeriksa ribuan eksemplar Tabloid Indonesia Barokah yang ditemukan di Kantor Pos Jambi pada Kamis (25/1/2019) oleh Manajer Operasional PT Pos Indonesia Cabang Jambi, Andi Gusadanto.

Informasi dari pihak PT Pos Indonesia Cabang Jambi,  Tabloid Indonesia Barokah yang diduga menyudutkan salah satu Paslon Capres itu direncanakan akan disebar di Provinsi Jambi. 

Tujuan penyebaran sesuai tertera pada amplop pengiriman yakni  ke Kabupaten Tebo sebanyak 80 amplop, Kerinci sebanyak 96 amplop, Sarolangun sebanyak 46 amplop, Kota Sungaipenuh sebanyak 12 amplop, Merangin sebanyak 73 amplop, Batanghari sebanyak 342 amplop, Tanjab Timur sebanyak 413 amplop, Tanjab Barat sebanyak 310 amplop, Kota Jambi sebanyak 429 amplop dan Kabupaten Muarojambi sebanyak 430 amplop.

Disebutkan, diketahui jumlah Tabloid Indonesia Barokah di Kantor Pos Jambi itu berjumlah 2.321 eksemplar setelah Senin (28/1/2019) malam sekira Pukul 22.40 WIB  dilakukan penghitungan intensif.

Saat ini tabloid itu diamankan di gudang dan disegel oleh pihak Pos Indonesia Jambi. Sementara dua amplop berisi tabloid itu telah terkirim ke Kerinci dan Bungo pada Jumat (25/1/2019) lalu.

Rbuan eksemplar tabloid yang dibungkus amplop itu diperiksa oleh KPU, Bawaslu dan Polda Jambi pada Selasa (29/1/2019). 

Sementara Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian menyebutkan, dirinya telah mendatangi gudang pengamanan Tabloid Indonesia Barokah di Kantor Pos pada Senin (28/1/2019) malam.

Disebutkan, Selasa (29/1/2019) KPU, Bawaslu dan Polda Jambi memeriksa tabloid tersebut di Kantor Pos.

Tabloid Barokah Indonesia yang tertulis pada Kolom Redaksi beralamat di Jalan Haji Kerenkemi, Rawa Bacang, Jatirahayu Kecamatan Pondok Melati, Depok Bekasi. Awalnya Tabloid Indonesia Barokah yang sejumlah artikelnya menyudutkan Jokowi itu terbongkar di Jawa Barat beberapa bulan lalu. (SJB)

Sakip Pemprov Jambi Raih Predikat B

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum menerima hasil evaluasi SAKIP yang dilaksanakan di Hotel Trans Luxury Bandung, Provinsi Jawa Barat, Senin (28/1/2019).
Fachrori : Hasil ini Memotivasi Kita untuk Bekerja Lebih Baik

Bandung, SJB-Upaya Pemerintah Provinsi Jambi untuk memperbaiki laporan hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) akhirnya membuahkan hasil. Setelah 5 tahun berturut-turut meraih predikat CC, sekarang meraih predikat B. Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum menerima hasil evaluasi SAKIP yang dilaksanakan di Hotel Trans Luxury Bandung, Provinsi Jawa Barat, Senin (28/1/2019).

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Syafruddin menyerahkan hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2018 wilayah I, yang meliputi 185 pemerintah daerah (pemda) terdiri dari 11 pemerintah provinsi dan 174 kabupaten/kota. 

Pemda dimaksud meliputi pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Banten. Hasilnya, dua pemda meraih predikat A dan 20 Pemda meraih predikat BB. Sedangkan peraih B sebanyak 73, CC sebanyak 53, dan C masih ada 37 Pemda.

Fachrori memyampaikan bahwa hasil penilaiaan ini merupakan kerja keras dari seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Jambi. 

“Hasil ini merupakan kerja keras kita bersama, dari seluruh jajaran pemerintahan, dan ini memotivasi kita untuk bekerja lebih baik lagi terutama dalam melayani masyarakat. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan, sistem ini merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan, untuk itu saya tekankan kepada seluruh OPD untuk bekerja sesuai aturan yang berlaku dan ke depan prestasi ini harus terus kita tingkatkan,” ujar Fachrori.

Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Jambi Yazirman,SE, M.Si menyatakan, peningkatan penilaian SAKIP menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi telah melaporkan setiap penggunaan keuangan negara serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku dan menggunakannya dengan efisien dan efektif. 

“SAKIP adalah Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan, sistem ini merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan, dan kita mampu membenahi hal-hal yang dulunya menjadi pekerjaan rumah kita,” jelas Yazirman.

Kabag Tata Laksana dan Reformasi Birokrasi Biro Organisasi Setda Provinsi Jambi Syafruddin, SPt,MM menyatakan bahwa hasil yang didapatkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi ini merupakan hasil kerjasama seluruh OPD yang bekerja untuk memperbaiki kinerja. 

“Hasil dari penilaian ini tolok ukurnya adalah kinerja. Hasil laporan ini mengungkapkan akuntabilitas kinerja yang merupakan dasar dalam mewujudkan birokrasi yang akuntabel, efektif dan efisien melalui penggunaan anggaran demi kemakmuran rakyat. Lima tahun kita mendapatkan predikat C, dan untuk laporan kita tahun 2018 predikat kita B, ini kerja bersama, saya apresiasi sinergi seluruh OPD untuk mewujudkan hasil ini,” tutur Syafruddin.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Syafruddin dalam sambutannya menyatakan, Pemda yang meraih predikat BB mengalami peningkatan signifikan. Hasil evaluasi SAKIP tahun 2017 lalu hanya ada 10 Pemda yang berhasil mendapatkan predikat BB, yaitu 2 pemerintah provinsi dan 8 pemerintah kabupaten/kota. Sementara pada evaluasi tahun 2018 meningkat menjadi 20 pemerintah daerah, 3 diantaranya adalah pemerintah provinsi dan 17 lainnya pemerintah kabupaten/kota.

Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2018, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung tetap menjadi yang terbaik di Wilayah I dengan predikat A. "Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung berhasil mempertahankan capaian tahun 2017, keduanya juga berhasil mendapatkan predikat A," ujar MenPAN RB.

Syafruddin menambahkan, melalui implementasi SAKIP, paradigma kinerja pemerintah telah mengalami perubahan, tidak lagi sekedar pelaksanaan program kegiatan yang dianggarkan, tetapi melakukan kegiatan dan program dengan cara yang paling efektif dan efisien. Kemudian anggaran juga dapat dipastikan mendukung pencapaian tujuan pembangunan dalam skala prioritas.
 
Pemda yang meraih predikat A adalah Pemprov Jawa Barat dan Kota Bandung. Sedangkan peraih BB meliputi Kota Serang, (Banten), Kabupaten Lebak, (Banten), Kabupaten Pandeglang (Banten), Kabupaten Batanghari (Jambi), Kabupaten Bangka Tengah (Babel), Pemprov Kepulauan Riau, Kota Tanjung Pinang, (Kepri), Kabupaten Karimun, (Kepri), Kabupaten Natuna (Kepri), Pemprov Sumatera Barat, Kota Padang (Sumbar), Kota Payakumbuh (Sumbar), Kota Bukittinggi (Sumbar), Pemprov Sumatera Selatan, Kabupaten Muara Enim (Sumsel), Kabupaten Lubuk Linggau (Sumsel), Kota Sukabumi (Jabar), Kota Tasikmalata, (Jabar), Kabupaten Garut, (Jabar), Kabupaten Bandung (Jabar).(SJB-Hms)
 

Hendri Sastra Tertunduk Pasrah Divonis 2,5 Tahun Penjara

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Hendri Sastra tampak tertunduk pasrah saat Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi membacakan putusan pidana penjara selama 2 tahun dan enam bulan terhadap dirinya. Hendri Sastra merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pipanisasi air bersih Tanjabbar. Foto (Istimewa)
Jambi, SJB-Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) Hendri Sastra tampak tertunduk pasrah saat Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi membacakan putusan pidana penjara selama 2 tahun dan enam bulan terhadap dirinya. Hendri Sastra merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pipanisasi air bersih Tanjabbar.

Putusan pada sidang Tipikor di PN Jambi, Senin (28/1/2019) dibacakan Hakim Ketua Erika Emsah Ginting. Dalam putusan majelis hakim berkeyakinan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwa subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sbagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP. 

“Menyatakan terdakwa Hendri Sastra telah terbukti secara dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama sebagaimana dakwaan subsidair. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama dua tahun dan enam bulan, denda Rp 300 juta subsidair, 4 bulan," kata Emsah Ginting. 

Terdakwa tidak dibebankan membayar uang pengganti. Terhadap putusan ini, terdakwa diberi kesempatan untuk pikir-pikir selama 7 hari.

Sementara Penasehat Hukum terdakwa, Ihsan Hasibuan kepada wartawan mengatakan, pihaknya masih belum meneripa putusan hakim tersebut. Klainnya Hendri Sastra masih diberikan berpikir selama 7 hari terhadap putusan hakim, atau banding atau tidak.(SJB)

Sekda dan Kapolda Sambut Kedatangan Danrem 042 Gapu Jambi di Bandara

Kolonel Arh Elphis Rudi M.Sc S.S. resmi menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 042/Garuda Putih Jambi menggantikan Kolonel Inf Dany Budiyanto, S.E yang melaksanakan pendidikan Lemhanas. Serah terima jabatan (Sertijab) berlangsung di GOR Jasdam II/Sriwijaya Palembang, Jl. Letjen Harun Sohar, Kebun Bunga, Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (26/1/2019) lalu. Humas
Jambi, SJB-Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jambi M Dianto bersama Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Muchlis AS MH menyambut kedatangan Komandan Korem (Danrem) 042 Garuda Putih (Gapu) Jambi Kolonel Arh Elphis Rudy tiba di Badara Jambi. Danrem tiba menggunakan pesawat Garuda Ekspres dan mendarat di Bandar Udara Sultan Thaha Saipuddin (Bandara STS) Jambi, Senin (28/1/2019) siang.

Kolonel Arh Elphis Rudi M.Sc S.S. resmi menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 042/Garuda Putih Jambi menggantikan Kolonel Inf Dany Budiyanto, S.E yang melaksanakan pendidikan Lemhanas. Serah terima jabatan (Sertijab) berlangsung di GOR Jasdam II/Sriwijaya Palembang, Jl. Letjen Harun Sohar, Kebun Bunga, Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (26/1/2019) lalu.

Kapenrem 042 Gapu Jambi beserta jajarannya dan sejumlah pihak terkait lainnya turut menyambut kedatangan Danrem dan Istri Ny Gera Elphis Rudy di Ruang VIP Bandara STS Jambi. Danrem juga disambut tarian sekapur sirih. 

Kolonel Arh Elphis Rudy kepada wartawan mengatakan, dirinya akan melakukan evaluasi dan memperbaiki apa yang kurang termasuk patroli yang masih berjalan dan disesuaikan dengan standar operasional prosedur (SOP).

Disebutkan, soal potroli saya juga masih dilaksanakan secara rutin. “Bahkan sebelum saya kesini pun itu sudah ada dan nantinya kita akan lakukan sesuai protap. Sejauh ini situasi dalam kondisi aman dan mudah-mudahan rencana nantinya dapat berjalan dengan baik. Terkait soal Pilpres dan Pileg, netralitas TNI tetap dikedepankan,” katanya.

Sementara itu, Sekda M Dianto dan Kapolda Jambi, Irjen Pol Muhclis mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Komandan Korem (Danrem) 042 Garuda Putih (Gapu) Jambi Kolonel Arh Elphis Rudy. (SJB)
 

Bupati Tebo dan Wabup Bungo Apresiasi HPN

Panitia HPN PWI Provinsi Jambi Saat Audensi dengan Bupati Tebo Sukandar S Kom, Senin 28 Januari 2019.
Tebo, SJB-Bupati Tebo, H.Sukandar, S.Kom.M.S.i dan Wakil Bupati Bungo Syafruddin Dwi Aprianto memberikan apresiasi terhadap Hari Pers Nasional (HPN).

Hal itu diungkapkan Sukandar dan Dwi Aprianto secara terpisah ketika menerima silahturahmi kunjungan Panitia HPN PWI Jambi di rumah dinasnya.

Rombongan Panitia HPN PWI Jambi diketuai H Ridwan Agus, didampingi Sekretaris panitia Drs Arwani, bendahara pantia, Jakasim Purba dan seksi dana, Erwin, diterima Sukandar, Senin (28/1/2019) pagi.

Menurut Sukandar, kegiatan HPN ini memiliki sinergisitas antara pemerintah, masyarakat dan pers. “Ketiganya saling membutuhkan,” tegasnya.

Senada dengan Dwi, yang mengaku sudah dua kali menghadiri HPN, di Jambi dan Padang tahun lalu.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan HPN ini, karna saya sendiri sudan dual kali menghadiri acara ini” ungkap Dwi, Mantan anggota dewan propinsi Jambi. (SJB)

Pemenang Lomba Karya Tulis Keimigrasian di Jambi

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kanwilham) Provinsi Jambi Agus Nugroho Yusuf menyerahkan piagam penghargaan kepada pemenang lomba karya tulis keimigrasian pada  Upacara Peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-69, di Kantor Kanwilham Jambi, Kotabaru Jambi, Senin (28/1/2019).
Jambi, SJB-Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kanwilham) Provinsi Jambi Agus Nugroho Yusuf menyerahkan piagam penghargaan kepada pemenang lomba karya tulis keimigrasian pada Upacara Peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-69, di Kantor Kanwilham Jambi, Kotabaru Jambi, Senin (28/1/2019).

Pemenang lomba karya tulis dalam rangka Hari Bhakti Imigrasi ke-69 yakni Muhammad Iskandar dari Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kabupaten Kerinci dengan Judul Karta Tulis “Business Intelligence Dan Artificial Intelligence” sebagai bentuk pengawasan modern dan kerja sama keimigrasian berdasarkan lalu lintas orang asing menggunakan Location Based Service, Data Mining dan Alogaritmen Naïve Classifer (NBC).

Kemudian materi tulisan pengawasan keimigrasian dalam penangkapan 2 orang warga Negara asing yang melakukan pelanggaran Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian oleh Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kerinci.

Sekda Provinsi Jambi, H M Dianto juga menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-69 tersebut. Pejabat Forkompinda Provinsi Jambi dan sejumlah kepala daerah atau mewakili se Provinsi Jambi hadir pada upacara tersebut. Saat ini upacara tengah berlangsung.

Tema Hari  Bhakti Imigrasi Ke 69 Tahun 2019 “Imigeasi Pasti AKTUAL- Aktif-Kreatif-Tangguh-Unggul-Amanah-Logis”. Usai upacara, dilanjutkan dengan pemotongan Tumpeng sebagai ucapan syukur Hari Bhakti Imigrasi ke-69. (SJB)
 

Sekda M Dianto Sebutkan Kematian Singa Dan Harimau di Taman Rimba Karena Sakit

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Drs.H.M.Dianto,M.Si saat melakukan peninjauan langsung ke UPTD Kebun Binatang Taman Rimba Jambi, Senin (28/1/2019) siang.
Jambi, SJB-Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Drs.H.M.Dianto,M.Si mengatakan, penyebab kematian singa dan harimau yang ada di UPTD Kebun Binatang Taman Rimba Jambi dikarenakan sakit. Hal tersebut dikatakan Sekda saat melakukan peninjauan langsung ke UPTD Kebun Binatang Taman Rimba Jambi, Senin (28/1/2019) siang. 

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi beserta Kepala UPTD Kebun Binatang Taman Rimba Jambi turut mendampingi Sekda dalam melakukan peninjauan.


“Berdasarkan hasil otopsi yang telah dilakukan, singa yang mati beberapa hari yang lalu karena menderita penyakit gagal jantung dan menderita kelainan genetik pada paru-parunya sejak lahir, sedangkan harimau yang mati kemarin, menderita penyakit paru-paru basah (pneumonia),” ujar Sekda.

“Kita juga sudah berupaya semaksimal mungkin, dengan melakukan pemantauan bersama tim UPTD Kebun Binatang dan Badan Konservasi Sumber Daya Alam terhadap perkembangan singa dan harimau dari mulai sakit sampai kematian singa dan harimau tersebut,” tambah Sekda.

Pemerintah Provinsi Jambi telah berupaya semaksimal mungkin dalam mengelola UPTD kebun binatang Taman Rimba Jambi sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih terhadap masyarakat. “Kedepan, kita akan mencari solusi yang lebih baik lagi dalam mengelola kebun binatang ini. Apakah melalui pihak ketiga, swasta atau BUMD yang akan mengelola kebun binatang ini, sehingga pengelolaannya bisa lebih baik lagi,” tutur Sekda.

Sekda mengemukakan, kebun binatang Taman Rimba Jambi ini merupakan salah satu objek wisata yang menarik bagi anak anak dan masyarakat di Jambi untuk bisa lebih mengenal berbagai macam binatang. Selain itu, kebun binatang Taman Rimba Jambi juga merupakan salah satu penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Provinsi Jambi sebesar 3,2 milyar, dari tiket yang dijual pada kisaran 5 ribu – 8 ribu per tiket.

“Jadi, selain sebagai objek wisata bagi anak untuk menambah wawasan mereka dalam mengenal lebih banyak berbagai macam binatang yang ada di Jambi maupun yang kita datangkan dari luar daerah, kebun binatang ini merupakan salah satu penghasil PAD yang sangat potensial bagi Provinsi Jambi,” terang Sekda.

Lebih lanjut, Sekda juga mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi kedepannya juga akan mengupayakan dalam mendatangkan kembali singa dan harimau sebagai pengganti singa dan harimau yang mati, sehingga nantinya singa dan harimau yang ada di kebun binatang Taman Rimba ini bisa sepasang lagi.(SJB-Hms)

Harimau Sumatera dan Singa Afrika Mati di Kebun Binatang Jambi

Harimau Ayu mati karena pneumonia dan singa Hori mati karena luka. Taman Rimba Jambi bantah kedua hewan tersebut kurang perawatan, kandang dan makanan tidak layak.

Jambi, SJB - Dua ekor satwa langka dilindungi koleksi Kebun Binatang (Taman Rimba) Jambi, yakni harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan singa (Panthera leo melanochaita) mati. Harimau Sumatera bernama Ayu, anak dari induk harimau Sumatera asal Kebun Binatang Ragunan, Jakarta diketahui mati, Sabtu (27/1/2019). Sedangkan singa jantan bernama asal Taman Safari, Bogor, Jawa Barat, mati Sabtu (19/1/2019).

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi, Rahmat Simbolon di Jambi, Minggu (27/1/2019) menjelaskan, harimau Sumatera bernama Ayu dan singa bernama Hori yang mati di Taman Rimba Jambi akibat sakit.

Kedua ekor satwa langka dilindungi yang sudah cukup lama menjadi koleksi Taman Rimba Jambi tersebut sempat dirawat. Namun perawatan intensif tidak mampu menyelamatkan kedua ekor satwa langka dilindungi tersebut.

Dijelaskan, harimau Sumatera tersebut diketahui muntah-muntah, Rabu (16/1). Namun harimau Sumatera tersebut masih bisa bergerak. Namun esok harinya, Kamis (17/1), harimau Sumatera tersebut tidak mau makan, sehingga kondisinya lemah.

“Petugas kesehatan hewan Taman Rimba Jambi sempat melakukan perawatan terhadap harimau Sumatera tersebut, Jumat (18/1). Sampel darah satwa langka dilindungi itu diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan, harimau Sumatare tersebut mengalami penyakit pneumonia atau paru-paru basah akibat sering tidur di lantai,” katanya.

Sementara itu, lanjut Rahmat Simbolon, singa bernama Hori koleksi Taman Rimba Jambi mati diduga akibat luka berat. Singa jantan berumur 11 tahun yang memiliki berat 150 kg tersebut mengalami luka berat karena saling serang dengan singa betina bernama Cinta dalam satu kandang, Jumat (18/12/2018). Perkelahian itu singa itu sebagai proses alamiah ketika hendak kawin.

“Singa bernama Hori yang mengalami luka berat di pelipis mata sempat dioperasi. Pasca-operasi tersebut, singa jantan tersebut kurang nafsu makan dan kesehatannya menurun. Akhirnya singa itu mati, Sabtu (19/1),” katanya.

Dijelaskan, bangkai kedua satwa langka dilindungi itu dibakar dan sisa pembakarannya dikuburkan di sekitar Taman Rimba Jambi.

Bantah

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Rimba Jambi, Taufik Bakhori membantah bahwa kematian dua satwa langka dilindungi di Taman Rimba Jambi itu akibat kurang perawatan, kandang yang tidak layak dan makanan yang kurang baik.

Menurut Taufik Bakhori, kandang harimau Sumatera dan singa di Taman Rimba Jambi sudah memenuhi standar. Kandang tersebut terbuat dari lantai semen dan lantai papan. Kemudian makanan satwa dilindungi tersebut juga mencukupi dan kualitasnya baik. Pemeriksaan kesehatan harimau Sumatera itu juga dilakukan secara rutin.

“Harimau Sumatera dan singa kami berikan mekan daging 5 kg daging setiap hari. Daging yang kami berikan secara selang seling, yakni daging babi hutan dan sapi. Kandang satwa dilindungi tersebut juga sudah memenuhi standar. Sedangkan pemeriksaan kesehatan satwa langka di Taman Rimba Jambi ini juga kami lakukan secara rutin,”katanya.(*-SP)

Walikota Jambi Sambut Audensi Panitia HPN PWI Jambi

Walikota Jambi H Syarif Fasha Berangkatkan Delegasi HPN PWI Jambi Ke Padang 6 Februari 2018.
Jambi, SJB-Walikota Jambi DR Syarif Pasha, didampingi Kabag Humas Pemkot Jambi Abu Bakar menerima kunjungan Panitia Hari Pers Nasional (HPN) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi Tahun 2019 di Ruang Kerja Walikota Jambi, Kamis (24/1/2019). Panitia HPN 2019 PWI Jambi yang melakukan silaturahmi itu yakni Ketua Panitia HPN 2019 PWI Jambi H Ridwan Agus, Sekretaris Panitia Drs Arwani, Bendahara Panitia Jakasim Purba, Sekretaris PWI Provinsi Jambi Herry FR, Pengurus PWI Jambi.

Audensi ini kata H Ridwan  Agus, menyampaikan undangan  sekaligus  dukungan  pada  acara  HPN Tahun 2019 yang  akan  berlangsung 9 Februari di  Surabaya, Jatim. Panitia HPN PWI Jambi juga berharap kehadiran Walikota Jambi H Syarif Fasha pada puncak HPN di Surabaya 9 Februari 2019 mendatang.

Sementara, Syarif Fasha juga  menyambut  baik audensi  Panitia  HPN PWI Jambi. Diharapkan para  insan  pers dapat  membangun  kebersamaan antara  Pers dan Pemkot  Jambi untuk  mendukung  pembangunan  dimasa  yang  akan  datang. 

“Keberadaan  Pers  adalah  merupakan  mitra Pemerintah Kota  Jambi. Karena  program  pembangunan pada  tahun-tahun mendatang  semakin meningkat. Oleh  karena  itu mari  kita  tingkatkan  kemitraan yang  membangun  kebersamaan  dimasa  yang  akan  dating,” kata Syarif Fasha.

Sementara pada HPN Tahun 2018 lalu, Walikota Jambi H Syarif Fasha memberangkatkan delegasi HPN PWI Provinsi Jambi ke Kota Padang Sumatra Barat pada tanggal 9 Februari 2018. Puluhan peserta kontingen wartawan PWI Jambi dilepas langsung oleh Wali Kota Jambi, Syarif Fasha di Taman Pedestarain Jomblo Kota Jambi, Selasa, 6 Februari 2018 sore.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Jambi Syarif Fasha menyampaikan pesan meminta kepada peserta untuk menjaga etika selama mengikuti kegiatan tersebut. “Kami Pemerintah Kota Jambi dan masyarakat Kota Jambi juga mendoakan, semoga selamat sampai tujuan dan kembali sampai ke Jambi," kata Wali Kota Fasha saat itu.

Selain itu, Wali Kota Fasha juga berharap kepada rekan-rekan pers yang berangkat, pada saat pulang ke Jambi nanti bisa memgetahui apa program pers Nasional untuk kedepannya.

Panitia Audensi

Sejak dibentuk, Panitia HPN PWI Provinsi Jambi Tahun 2019 telah melakukan audensi ke Plt Gubernur Jambi H Fachrori Umar di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (16/1/2019) lalu. Pada audensi itu, H Fachrori Umar didampingi Kepala Biro Humas Protokol Setda Provinsi Jambi Johansyah.

Panitia HPN 2019 PWI Provinsi Jambi yang ikut Audensi yakni Ketua Panitia H Ridwan Agus, Sekretaris Panitia Drs Arwani, Kooordinator Dana Muhtadi Putra Nusa, Bendahara Panitia Jakasim Purba, Ketua PWI Provinsi Jambi Saman SPt, Sekretaris PWI Provinsi Jambi Heri FR.

Pada Audensi itu membicarakan soal pelaksanaan HPN 2019 tingkat lokal di Provinsi Jambi dan juga persiapan keberangkatan Delegasi PWI Provinsi Jambi untuk mengikuti Puncak HPN 2019 di Surabaya, 9 Februari 2019 mendatang.

Juga membicarakan soal pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Tahun 2019 yang bekerjasama dengan Biro Humas Provinsi Jambi.


Pada intinya, H Fachrori Umar mendukung penuh program dan kegiatan yang dilakukan PWI Provinsi Jambi. Juga akan membantu pendanaan keberangkatan Delegasi PWI Provinsi Jambi ke puncak HPN 2019 di Surabaya, Jawa Timur.

Kapolda Jambi

Sementara Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Muchlis AS MH didampingi Kabid Humas Polda Jambi AKBP Kuswahyudi Tresnadi menerima kunjungan Panitia Hari Pers Nasional (HPN) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi Tahun 2019 di Ruang Kerja Kapolda Jambi, Jumat (25/1/2019). 

Panitia HPN 2019 PWI Jambi yang melakukan silaturahmi itu yakni Ketua Panitia HPN 2019 PWI Jambi H Ridwan Agus, Sekretaris Panitia Drs Arwani, Bendahara Panitia Jakasim Purba, Sekretaris PWI Provinsi Jambi Herry FR, Pengurus PWI Jambi Armand an pengurus PWI Jambi lainnya.

Menurut  H Ridwan  Agus, audensi ini  merupakan  membentuk  silaturahmi dalam rangka  Hari  Pers  Nasional yang akan  dilangsungkan di  Surabaya, 9 Februari 2019. 

Dalam  pertemuan ini juga ada dialog  tentang  mensukseskan  Hari  Pers  Nasional. Disamping  itu dengan  HPN perkuat Intreagritas PWI  bersama  Polda  Jambi  dalam rangka  menciptakan rasa aman  dan terkendali. Jajaran  Pers  dan  Polda Jambi mari saling  mendukung  untuk  pembangunan Jambi.

Kapolda  Jambi mengatakan, bahwa  peranan  Pers  adalah  mitra  Kepoliisian  untuk  menciptakan pembangunan, dan  keamanan  di daerah. “Oleh  karena  itu  dengan  Hari  Pers Nasional  kita  bangkitkan  semangat kebersamaan  dan  kemitraan secara  professional,” ujarnya. 

Jajaran PWI Provinsi Jambi juga tetap mendukung tugas- tugas  Polda Jambi dimasa  yang  akan  dating dan tetap bersinergi dengan Pers.

Ketua  Panitia  HPN PWI Jambi H Riduan  Agus mengucapkan terimakasih atas kesediaan Kapolda Jambi dan Jajaran dalam menerima kunjungan silaturahmi Panitia HPN PWI Jambi 2019. Panitia juga berharap agar Polda Jambi kedepan  semakin  sukses.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) H Amir Sakib menerima kunjungan Panitia HPN PWI Jambi 2019 di Rumah Dinas Wabun Tanjabar, Senin (21/1/2019). Panitia HPN 2019 PWI Jambi yang melakukan silaturahmi itu yakni Ketua Panitia HPN 2019 PWI Jambi H Ridwan Agus, Sekretaris Panitia Drs Arwani, Bendahara Panitia Jakasim Purba, Pengurus PWI Jambi Arman.

Pertemuan silaturahmi itu berlangsung  akrab, dimana Wabub Amir  Sakib  menyapa  rombongan Panitia   dengan hangat. Dia mendukng  suksesnya  Hari  Pers  Naional 2019,  yang  puncaknya akan  dilangsungkan  tanggal  9  Februari  2019 di Surabaya. 

Pemkab Tanjabat juga akan membantu pendanaan Delegasi PWI Jambi yang akan mengikuti Puncak HPN 2019 di Surabaya, Jawa Timur 9 Februari 2019 mendatang. “Kiranya  dengan  Hari  Pers  Nasional  , para Jurnalis di Jambi semakin berkompeten dan professional sebagai pilar ke empat demokrasi Indonesia. Semoga pelaksanaan HPN 2019 berjalan sukses,” katanya.(JKP/Lee)

 

Kapolda Jambi Sambut Kunjungan Audensi Panitia HPN PWI Jambi

Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Muchlis AS MH didampingi Kabid Humas Polda Jambi AKBP Kuswahyudi Tresnadi menerima kunjungan Panitia Hari Pers Nasional (HPN) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi Tahun 2019 di Ruang Kerja Kapolda Jambi, Jumat (25/1/2019).
Jambi, SJB-Kapolda Jambi Irjen Pol Drs Muchlis AS MH didampingi Kabid Humas Polda Jambi AKBP Kuswahyudi Tresnadi menerima kunjungan Panitia Hari Pers Nasional (HPN) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jambi Tahun 2019 di Ruang Kerja Kapolda Jambi, Jumat (25/1/2019). Panitia HPN 2019 PWI Jambi yang melakukan silaturahmi itu yakni Ketua Panitia HPN 2019 PWI Jambi H Ridwan Agus, Sekretaris Panitia Drs Arwani, Bendahara Panitia Jakasim Purba, Sekretaris PWI Provinsi Jambi Herry FR, Pengurus PWI Jambi Armand an pengurus PWI Jambi lainnya.

Menurut  H Ridwan  Agus, audensi ini  merupakan  membentuk  silaturahmi dalam rangka  Hari  Pers  Nasional yang akan  dilangsungkan di  Surabaya, 9 Februari 2019. 

Dalam  pertemuan ini juga ada dialog  tentang  mensukseskan  Hari  Pers  Nasional. Disamping  itu dengan  HPN perkuat Intreagritas PWI  bersama  Polda  Jambi  dalam rangka  menciptakan rasa aman  dan terkendali. Jajaran  Pers  dan  Polda Jambi mari saling  mendukung  untuk  pembangunan Jambi.

Kapolda  Jambi mengatakan, bahwa  peranan  Pers  adalah  mitra  Kepoliisian  untuk  menciptakan pembangunan, dan  keamanan  di daerah. “Oleh  karena  itu  dengan  Hari  Pers Nasional  kita  bangkitkan  semangat kebersamaan  dan  kemitraan secara  professional,” ujarnya. 

Jajaran PWI Provinsi Jambi juga tetap mendukung tugas- tugas  Polda Jambi dimasa  yang  akan  dating dan tetap bersinergi dengan Pers.

Ketua  Panitia  HPN PWI Jambi H Riduan  Agus mengucapkan terimakasih atas kesediaan Kapolda Jambi dan Jajaran dalam menerima kunjungan silaturahmi Panitia HPN PWI Jambi 2019. Panitia juga berharap agar Polda Jambi kedepan  semakin  sukses.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) H Amir Sakib menerima kunjungan Panitia HPN PWI Jambi 2019 di Rumah Dinas Wabun Tanjabar, Senin (21/1/2019). Panitia HPN 2019 PWI Jambi yang melakukan silaturahmi itu yakni Ketua Panitia HPN 2019 PWI Jambi H Ridwan Agus, Sekretaris Panitia Drs Arwani, Bendahara Panitia Jakasim Purba, Pengurus PWI Jambi Arman.

Pertemuan silaturahmi itu berlangsung  akrab, dimana Wabub Amir  Sakib  menyapa  rombongan Panitia   dengan hangat. Dia mendukng  suksesnya  Hari  Pers  Naional 2019,  yang  puncaknya akan  dilangsungkan  tanggal  9  Februari  2019 di Surabaya. 

Pemkab Tanjabat juga akan membantu pendanaan Delegasi PWI Jambi yang akan mengikuti Puncak HPN 2019 di Surabaya, Jawa Timur 9 Februari 2019 mendatang. “Kiranya  dengan  Hari  Pers  Nasional  , para Jurnalis di Jambi semakin berkompeten dan professional sebagai pilar ke empat demokrasi Indonesia. Semoga pelaksanaan HPN 2019 berjalan sukses,” katanya.

PWI Jambi Silaturahmi 

Sebelumnya, Pengurus PWI Provinsi Jambi juga telah melakukan silaturahmi dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jambi Irjen Pol Muchlis AS MH di Ruang Kerja Kapolda Jambi, Selasa, 20 Februari 2018 lalu. Kapolda Jambi saat itu turut didampingi Kabid Humas Polda Jambi AKBP Kuswahyudi Tresnadi.

Pengurus PWI Provinsi Jambi yang ikut dalam silaturahmi itu yakni Ketua PWI Provinsi Jambi Saman SPt, Sekretaris PWI Jambi Hery Rawas, Penasehat PWI Muhtadi Putra Nusa, Ketua DKP PWI Jambi Drs Buzafrizal, Paisal Kumar, Drs Arwani, Rosenman Manihuruk, Nanang, Amrizal, Sugianto, Musdalifah dan lainnya. 

Sejak tiba di Mapolda Jambi Jumat (12/1/2018) lalu, Kapolda Jambi Muchlis mengaku senang dengan kunjungan silaturahmi dengan pengurus PWI Provinsi Jambi.

Dalam silaturahmi ini Ketua PWI Provinsi Jambi Saman SPt menyampaikan sejumlah kegiatan PWI Jambi dalam mewujudkan wartawan yang professional dengan akan melaksanakan Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) di Jambi. 

Kapolda Jambi Brigjen Pol Muchlis juga merespon program PWI Jambi yang dapat bersinergi dengan Program Humas Polda Jambi dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Jurnalis di Jambi, khususnya yang meliput di Mapolda Jambi dan Jajaran. Pertemuan silaturahmi itu diakhiri dengan photo bersama di depan Markas Mapolda Jambi.(JKP)
 

Sandiaga Uno di Pasar Angso Duo Jambi Disambut "Dingin" Para PedagangF

Kehadiran Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno saat mengunjungi Pasar Tradisional Angso Duo Jambi yang dikelola swasta itu disambut dingin oleh para pedagang, Jumat (25/1/2019).
Jambi, SJB-Kehadiran Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno saat mengunjungi Pasar Tradisional Angso Duo Jambi yang dikelola swasta itu disambut dingin oleh para pedagang, Jumat (25/1/2019). Sebagian besar para pedagang “cuek” atas kehadira Calon Wakil Presiden yang berpasangan dengan Prabowo Subianto tersebut. Bahkan para pedagang lebih memilih beraktivitas menjajakan dagangannya dibandingkan berkerumun menemui Sandiaga Uno yang hadir tersebut.
“Kehadiran Sandiaga Uno itu tak berpengaruh kepada dagangan kami di sini. Kehadirannya juga tak membuat lapak berjualan kami ini murah. Toh kami membayar hingga Rp 68 Juta satu lapak untuk bisa berdagang di sini. Pemerintah hanga menumpang nama soal pasar Angso Duo Jambi yang baru ini, tapi yang berkuasa adalah pihak swasta. Jadi apa yang mau kita banggakan dengan Pemerintah Jambi ini. Jadi kami lebih memilih berdagang saja biar modal beli kios kami ini bisa cepat kembali,” ujar Faisal, seorang pedagang unggas di Pasar Angso Duo Jambi, Jumat (25/1/2019).
Menurutnya, kehadiran calon wakil presiden Sandiaga Uno ke Pasar Angso Duo Kota Jambi, wajar saja. Hal ini lumrah saat berkampanye begini jelang Pilpres. Tapi solusi apa yang disodorkan kepada para pedagang agar tidak terjerat “kapitalis” itu hanya retorika belaka.
Hal senada juga diungkapkan, Sarimah, seorang pedagang sayur mayor di Pasar Angso Duo Kota Jambi. Menurutnya, kehadiran calon wakil presiden Sandiaga Uno tak begitu disambut oleh para pedagang. Pedagang justru sibuk dengan baranga dagangan mereka dan melayani pembeli.
Sementara itu, Sandiaga Uno menyapa para pedagang dan masyarakat Jambi di Pasar Angso Duo Jambi. Kedatangan Sandi bersama rombongan di Pasar Angso Duo Jambi sekira Pukul 09.30 WIB. Kedatanganya dilokasi langsung disambut para relawan dan para jurnalis.
Sandi turun dari mobil yang digunakannya sembari menemui ibu-ibu dan mengajak berswafoto. Kemudian Sandi meninjau sejumlah pedagang yang sedang menjajaki jualannya.
Saat tiba di Bandara Suntan Thaha Syaifudin Jambi, Sandiaga Uno diberi lacak dan dipasangkan ke kepala. Lacak adalah sejenis ikat kepala khas Jambi yang sempat getol dipopulerkan Zumi Zola saat menjabat sebagai Gubernur Jambi.
Sementara calon Anggota Legislatif DPR RI dari Partai Gerindra, Murady Darmansyah yang memprakarsai kehadiran Sandiaga Uno ke Jambi mengatakan, kunjungan Sandiaga Uno hanya difokuskan di Kota Jambi dengan jumlah massa terbatas sesuai dengan arahan Bawaslu Provinsi Jambi.
“Kehadiraakan Sandiaga Uno hanya difokuskan di Kota Jambi dan beberapa daerah lainnya. Meskipun awalnya Kerinci termasuk salah satu daerah yang akan dikunjungi, namun dibatalkan. Awalnya ada rencananya ke Kerinci. Kita rencanakan terbang menggunakan helikopter, tapi mengingat cuaca, maka agenda hanya di Kota Jambi,” katanya.(SJB)  

Wabub Tanjabar Amir Sakib Terima Panitia HPN PWI Jambi

Wakil Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) H Amir Sakib menerima kunjungan Panitia HPN PWI Jambi 2019 di Rumah Dinas Wabun Tanjabar, Senin (21/1/2019). Panitia HPN 2019 PWI Jambi yang melakukan silaturahmi itu yakni Ketua Panitia HPN 2019 PWI Jambi H Ridwan Agus, Sekretaris Panitia Drs Arwani, Bendahara Panitia Jakasim Purba, Pengurus PWI Jambi Arman. JKP
Tanjabar, SJB-Wakil Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabar) H Amir Sakib menerima kunjungan Panitia HPN PWI Jambi 2019 di Rumah Dinas Wabun Tanjabar, Senin (21/1/2019). Panitia HPN 2019 PWI Jambi yang melakukan silaturahmi itu yakni Ketua Panitia HPN 2019 PWI Jambi H Ridwan Agus, Sekretaris Panitia Drs Arwani, Bendahara Panitia Jakasim Purba, Pengurus PWI Jambi Arman.

Pertemuan silaturahmi itu berlangsung  akrab. Tampak  Amir  Sakib  menyapa  para  rombongan  dengan hangat. Dia mendukng  suksesnya  Hari  Pers  Naional 2019,  yang  puncaknya akan  dilangsungkan  tanggal  9  Februari  2019 di Surabaya. “Kiranya  dengan  Hari  Pers  Nasional HPN  semoga  sukses,” katanya.

Demikian pula  ucapan  Ketua  Panitia  HPN H Riduan  Agus, diharapkan  Pembangunan  Kabupaten  Tanjabbarat  kedepan  semakin  sukses. (JKP)
 

Wabub Tanjabar Amir Sakip Upayakan Menurunkan Kemiskinan

Wabub Tanjabar Amir Sakib.
Tanjabar, SJB-Salah satu upaya menurunkan tingkat kemiskinan di daerah Tanjabbarat, adalah pelayanan, serta mrningkatkan ekonomi, serta Pangan, jika hal ini dilakukan angka kemiskinan akan menurun Demikian Diungkapkan Wabub Tanjabarat Amir Sakib, dirumah Dinas, ketika menjamu Panitia HPN, Senin (21/1/ 2019).

Amir  Sakib, yang  akrab  dengan  wartawan  selama ini,  tampak  membuka  komunikkasi  yaang  membangun,  ketika  Panitia  HPN, berkunjung  kerumah  Dinas Wabub. 

Terlihat  selama  pertemuan  itu, Amir  Sakib  mengatakan, ia  selaku  wabub,  selalu  berupaya  menurunkan  angka  kemiskinan  didaerah  ini,  oleh  karena  itu ia  akan  berusaha  meningkatkan pangan, ekonomi  rakyat, agar  kesejahteraan dapat  dinikmati.

Pengangamatan  Pemimpin  Redaksi Sinarjambibaru, Jakasim Purba, bahwa pelayanan  publik  yang  perlu  ditingkatkan, antara  lain, Insprastruktur,PLN,Kesehatan, Pendidikan, Sarana  air  bersih,  langkah  ini  adalah  merupakan basis  pelayanan publik dan  meningkatkan  kesejahteraan  Rakyat.

Senada  dengan  kondisi  Tanjabbarat  kedepan  ia  selalu  melakukan  pola  pembangunan  yang  bermanfaat  bagi  masyarakat, karena  daerah  ini  perlu pemikiran  yang  matang  untuk  meningkatkan  perekonomian, baik obyek  wisata, Pertanian, dan  sarana  Air  bersih,  serta  PLN, hal ini adalah  merupakan  kebbutuhan  masyarakat  ditahun  tahun  mndatang, ata  Amir  Sakib.

Tampak  dalam  pertemuan  itu  Wabub Tanjabbarat  Amir  Sakib,  disaat  pertemuan  itu, ia  dengan  semangat untuk  meningkatkan  Pembangunan  didaerah  Kabupaten  Tanjabbarat. (JKP)

Panselda Kecolongan, Wabup Minta Sekda Berhati-hati

Wakil Bupati Tanjabar Amir Sakib.
Tanjabar, SJB-Panselda (Panitia Seleksi Daerah) Penerimaan CPNS di Tanjab Barat diminta berhati-hati dalam memutuskan soal pembatalan calon anggota legislatif yang dinyatakan lulus CPNS.

Panselda saya minta hati-hati, apalagi Sekda selaku Ketua Panselda harus berkonsultasi dengan KASN. Jangan sampai kita yang dituntut balik," kata Wakil Bupati Tanjabar Amir Sakib, terkait dengan adanya Caleg PBB (Partai Bulan Bintang) atas nama Rahmayanti S.KM yang berhasil lolos dan lulus pada penerimaan CPNS tahun 2019 lalu, Rabu (23/1/2019).

Setelah nama yang bersangkutan masuk dalam daftar nama yang dinyatakan lulus sebagai CPNS, belakangan diketahui ternyata saat melakukan pendaftaran Rahmayanti sudah terdaftar dalam DCT. Padahal persyaratan sebagai CPNS diantaranya tidak boleh terlibat dalam partai politik (Parpol)

Sekda Tanjab Barat, Ambok Tuo, yang juga merupakan ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (BAPERJAKAT) menyatakan, terhadap Rahmayanti digagalkan untuk diusulkan menjadi CPNS.

"Namanya Rahmayanti, dia lulus sebagai CPNS. Kita gagalkan tidak kita siapkan sebagai usulan CPNS," ujar Ambok Tuo.

"Rahmayanti itu lulus dalam ujian tapi syaratnya tidak mencukupi. Menurut saya itu pelanggaran," tegas Sekda.

Kendati Sekda mengakui pada saat pendaftaran Rahmayanti sudah melanggar. Hanya saja, ujar Sekda, pada waktu itu belum ditemukan pelanggaran.

"Karena dalam aturan sudah jelas menerangkan persyaratan dalam CPNS itu salah satunya tidak menjadi anggota partai politik," ujar Sekda.

Sekda menyebutkan, Rahmayanti telah melakukan pembohongan terhadap persayaratan yang disampaikan. Ada 185 orang yang diminta untuk mengusulkan berkas. Setelah diperiksa kembali dan berkoordinasi bersama KPU ditemukan salah satu peserta (Rahmayanti) sudah masuk dalam DCT.

"Jadi sesuai dengan aturan per BKN no 14 itu urutan kedua dari formasi Penyuluhan kesehatan masyarakat yang kita usulkan," tandasnya.(Rel-Rita)

Saat Megawati Bernostalgia dengan Menteri-menteri Kabinet Gotong Royong

Sejumlah menteri kabinet gotong royong, antara lain Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro (tengah), Mantan Menteri Keuangan Boediono (dua kanan), mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra (kiri), dan mantan Menteri Pendidikan Malik Fajar (kanan), dalam bedah buku “The Brave Lady” yang di moderatori oleh Bane Manalu (dua kiri), dalam rangkaian HUT ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang ke -72 di Jakarta, 23 Januari 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Jakarta, SJB - Peluncuran buku "The Brave Lady - Megawati dalam Catatan Kabinet Gotong Royong" di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (23/1/2019), menjadi ajang nostalgia Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri.

Peluncuran buku ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke 72 Megawati yang juga ketua umum PDI Perjuangan, itu. Tiga mantan wakil presiden, Try Sutrisno, Hamzah Haz dan Boediono, hadir dalam launching buku bersampul warna putih ini.

Sejumlah menteri di Kabinet Gotong Royong juga hadir. Antara lain Hatta Rajasa, Pernomo Yusgiantoro, Boediono, Rokhmin Dahuri, Faisal Tamin, Hasan Wirajuda, Yusril Ihza Mahendra, Kwik Kian Kian Gie, Malik Fajar dan lainnya. 

Hadir pula mantan Kapolri Dai Bachtiar. Ada pula menteri Kabinet Indonesia Kerja seperti Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Kepala BIN Budi Gunawan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Seskab Pramono Anung, serta Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Mega bercerita saat menutup rapat terakhir Kabinet Gotong Royong, para istri menteri ingin menemuinya. Mega memberikan waktu bertemu. Lantas, para istri menteri itu menyatakan tidak ingin berpisah dari Mega, meskipun tak lagi menjabat presiden.

"Mereka menyuarakan suara hati bahwa jangan berpisah. Saya tanya memang mau ke mana? Ternyata maksudnya pisah berkumpul," kata Mega yang mengenakan baju putih itu.

Mega dan para istri menteri itu kemudian membuat sebuah perkumpulan arisan yang dinamakan Paguyuban Nusantara. Jadi, kata Mega, sudah sekitar 15 tahun berlalu, mereka tetap rutin bertemu dua bulan sekali.

Nah, Mega mengaku kadang-kadang keluar juga gaya bossy-nya. Ketika arisan, para suami yang tak lain adalah menteri Kabinet Gotong Royong mengerumuninya. "Saya bilang, rapat kabinet dimulai," kata Mega bercanda yang disambut tepuk tangan dan tawa hadirin.

Sekarang yang menjadi ketua Paguyuban Nusantara adalah istrinya Poernomo Yusgiantoro. Menurut Mega, kadang-kadang ketua paguyuban bercerita betapa sulitnya mengumpulkan peserta arisan. "Saya bilang pokoknya tetap dua bulan sekali. Tidak bisa tiga bulan. Kasihan nanti yang menunggu dapat arisan. Itulah keakraban kami," ucap putri Proklamator RI Bung Karno, itu.

Mega kemudian bercerita ketika pertama kali menjabat wapres, mendamping Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Saat itu, Megawati tengah mencari sosok yang tepat untuk menjadi sekretaris wapres. "Saya ingat Bambang Kesowo," kata Mega.

Namun, Bambang tidak hadir dalam launching buku itu. Nah, Mega pun menceritakan bagaimana bisa Bambang Kesowo dipilihnya menjadi sekretaris Wapres RI kala itu. Mega meminta masukan dari Moerdiono. Nah, Moerdiono inilah yang kemudian merekomendasikan nama Bambang Kesowo.

"Pak Moer bilang orangnya gayanya hampir ke tingkat eksentrik. Loh, kok eksentrik diberikan ke saya. Tapi, Pak Moer bilang, lihat dulu, kenalan, bicara, kalau cocok jalan," katanya.

Suatu hari, Bambang yang baru pulang dari luar negeri menghadap Mega di kediaman wapres. Bambang datang mengenakan setelan jas lengkap. Mega mengatakan, Bambang kala itu terkenal sering membawa buku catatan dan pulpen. 

"Dia datang lalu duduk kakinya disilang, bukunya disimpan di atas pahanya. Pakai pulpen tek tok tek tok itu. Saya bilang tengil juga nih orang," katanya.

Dalam pertemuan itu Mega mengajak Bambang menjadi seswapres. Namun, Mega tidak membutuhkan jawaban hari itu juga. Melainkan tiga hari. Kalau mau, langsung datang ke kantor, tanpa harus melapor. Benar saja, Bambang pun kemudian datang ke kantor wapres. Dia menghampiri Mega yang baru turun dari mobil. "Saya bilang, kena deh kamu," canda Mega.

Nah, Mega membutuhkan Bambang untuk memperbaiki keadaan di kantor wapres. Kala itu, kata Mega, kondisinya tidak terlalu bagus. Sembari berjalan, Bambang dan Mega terlibat percakapan. "Kalau saya panggil mas, itu berarti urusan pribadi. Kalau misalnya saya panggil 'ses' berarti urusan republik," ucap Mega menirukan dialognya dengan Bambang saat itu.

Lantas Bambang membuat surat yang ditujukan kepada Presiden Gus Dur kala itu. Mega pun kagum dengan surat yang dibuat Bambang. "Saya teken. Saya bilang keren juga ini orang," ungkapnya.

Lantas, hari terus berjalan. Mega naik menjadi presiden. Dia pun menawarkan Bambang untuk ikut lagi bersamanya sebagai mensesneg dan menseskab.

Dalam kesempatan launching itu, Mega juga bercerita tentang menteri lainnya. Salah satunya mantan Menkumham Yusril Ihza Mahendra. "Saya panggil Yusril ini dek. Saya bilang kamu ketua umum PBB, dek jangan bawa urusan partai ke saya. Saya urusan tata negara sama kamu," katanya.

Tidak hanya Yusril. Mantan Menkeu Boediono juga dibacain Mega. Dia bilang, banyak menteri-menteri mengadu kepadanya soal Boediono kala itu. "Bu, Pak Boed susah banget. Ya memang saya bilang menteri harus pelit. Dalam rapat kabinet saya katakan tidak boleh ada menteri saya bilang republik tidak ada uang. Kan Pak Boed tertolong oleh saya," kata Mega tersenyum sembari melirik Boed yang duduk di samping Poernomo Yusgiantoro.

Selain Yusril dan Boediono, Mega juga mengenang permintaannya kepada Menteri Pendidikan Malik Fajar kala itu. "Saya bilang kalau bisa IP (indeks prestasi) naikkan menjadi lima," katanya.(*)

Sumber: BeritaSatu.com

Datangkan Sandiaga Uno Ke Jambi, Sutan Adil Ditelikung Murady dan Ritas Mairianto

Ir Sutan Adil Hendra Nasution.
Jambi, SJB- Ketua Badan Pemenangan Daerah Provinsi Jambi pasangan Prabowo-Sandi, sekaligus Ketua DPD Gerindra Provinsi Jambi Ir Sutan Adil Hendra Nasution benar-benar ditelikung oleh Murady Darmansyah dan Ritas Mairianto yang berencana mendatangkan Calon Wakil Presiden Nomor Urut 2 Sandiaga Uno ke Jambi, Jumat (25/1/2019) mendatang. 

Murady Darmansyah adalah Caleg DPR RI nomor urut 3 dari Gerindra dan Ritas merupakan caleg Gerindra untuk Provinsi Jambi dan juga Ketua Dewan Pembina Rumah Sandi Uno Jambi dan Relawan Prabowo Sandi. Upaya mereka mendatangkan Sandiaga Uno ke Jambi menimbulkan persepsi yang salah di mata partai koalisi.

Dikutip dari salah satu Media Siber di Jambi, Sutan Adil Hendra Nasution mengatakan, persepsi yang muncul dari partai koalisi jadi lain karena tidak ada koordinasi dengan BPD Prabowo-Sandi Provinsi Jambi. 

“Ketua-ketua partai koalisi di Jambi menghubungi saya dan bertanya soal acara Pak Sandi itu. Saya minta relawan atau komunitas lainnya memahami standar operasi dan aturan Badan Pemenangan Daerah Provinsi Jambi untuk berbagai agenda politik di Jambi jelang pilpres ini,” ujar Sutan Adil Hendra, seperti dilansir Inilahjambi.com.

Menurut Sutan Adil Hendra, setiap agenda politik yang melibatkan pasangan capres di Jambi seharusnya dikoordinasikan dengan BPD. Karena BPD ini terdiri dari partai koalisi yang bersama-sama menginginkan kemenangan Prabowo-Sandi.

“Jangan mencari panggung sendiri-sendiri. Menurut saya, bagaimanapun agenda capres dan cawapres di Jambi adalah tanggung jawab saya sebagai Ketua BPD Provinsi Jambi. Bawaslu pasti akan berkoordinsi dengan dirinya sebagai penanggung jawab,” katanya.

“Saya baru dapat surat dari Bawaslu Provinsi Jambi dalam kapasitas saya sebagai Ketua BPD Prabowo Sandi. Mereka meminta saya untuk berkoordinasi dengan Bawaslu dan kepolisian untuk menghindarkan potensi pelanggaran pemilu dan ketertiban umum. Saya hargai surat dari Bawaslu itu. Tapi anehnya, saya justru tidak tahu agenda Pak Sandi itu ke Jambi. Itu di luar agenda Badan Pemenangan dan partai koalisi,” ujarnya.

Sementara menurut Ritas, kedatangan Sandiaga Uno tidak terkait dengan partai koalisi maupun badan pemenangan, melainkan hasil koordinasi Tim Jadwal Sandi dengan RSI, termasuk perjuangan Murady sendiri.

Seperti diberitakan sejumlah media Siber di Jambi, Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno direncanakan hadir di Jambi pada Jumat 25 Januari 2019. Dia diagendakan ke Muarojambi dan Kota Jambi, termasuk salat Jumat di Masjid Agung Al Falah. (SJB)


 

Cari Blog Ini

lcki

lcki
dirgahayu Provinsi jambi

berita

berita