Harimau Ayu mati karena pneumonia dan singa Hori mati karena luka. Taman Rimba Jambi bantah kedua hewan tersebut kurang perawatan, kandang dan makanan tidak layak.
Jambi, SJB - Dua ekor satwa langka dilindungi koleksi Kebun Binatang (Taman Rimba) Jambi, yakni harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan singa (Panthera leo melanochaita) mati. Harimau Sumatera bernama Ayu, anak dari induk harimau Sumatera asal Kebun Binatang Ragunan, Jakarta diketahui mati, Sabtu (27/1/2019). Sedangkan singa jantan bernama asal Taman Safari, Bogor, Jawa Barat, mati Sabtu (19/1/2019).
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi, Rahmat Simbolon di Jambi, Minggu (27/1/2019) menjelaskan, harimau Sumatera bernama Ayu dan singa bernama Hori yang mati di Taman Rimba Jambi akibat sakit.
Kedua ekor satwa langka dilindungi yang sudah cukup lama menjadi koleksi Taman Rimba Jambi tersebut sempat dirawat. Namun perawatan intensif tidak mampu menyelamatkan kedua ekor satwa langka dilindungi tersebut.
Dijelaskan, harimau Sumatera tersebut diketahui muntah-muntah, Rabu (16/1). Namun harimau Sumatera tersebut masih bisa bergerak. Namun esok harinya, Kamis (17/1), harimau Sumatera tersebut tidak mau makan, sehingga kondisinya lemah.
“Petugas kesehatan hewan Taman Rimba Jambi sempat melakukan perawatan terhadap harimau Sumatera tersebut, Jumat (18/1). Sampel darah satwa langka dilindungi itu diperiksa di laboratorium. Hasil pemeriksaan, harimau Sumatare tersebut mengalami penyakit pneumonia atau paru-paru basah akibat sering tidur di lantai,” katanya.
Sementara itu, lanjut Rahmat Simbolon, singa bernama Hori koleksi Taman Rimba Jambi mati diduga akibat luka berat. Singa jantan berumur 11 tahun yang memiliki berat 150 kg tersebut mengalami luka berat karena saling serang dengan singa betina bernama Cinta dalam satu kandang, Jumat (18/12/2018). Perkelahian itu singa itu sebagai proses alamiah ketika hendak kawin.
“Singa bernama Hori yang mengalami luka berat di pelipis mata sempat dioperasi. Pasca-operasi tersebut, singa jantan tersebut kurang nafsu makan dan kesehatannya menurun. Akhirnya singa itu mati, Sabtu (19/1),” katanya.
Dijelaskan, bangkai kedua satwa langka dilindungi itu dibakar dan sisa pembakarannya dikuburkan di sekitar Taman Rimba Jambi.
Bantah
Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Rimba Jambi, Taufik Bakhori membantah bahwa kematian dua satwa langka dilindungi di Taman Rimba Jambi itu akibat kurang perawatan, kandang yang tidak layak dan makanan yang kurang baik.
Menurut Taufik Bakhori, kandang harimau Sumatera dan singa di Taman Rimba Jambi sudah memenuhi standar. Kandang tersebut terbuat dari lantai semen dan lantai papan. Kemudian makanan satwa dilindungi tersebut juga mencukupi dan kualitasnya baik. Pemeriksaan kesehatan harimau Sumatera itu juga dilakukan secara rutin.
“Harimau Sumatera dan singa kami berikan mekan daging 5 kg daging setiap hari. Daging yang kami berikan secara selang seling, yakni daging babi hutan dan sapi. Kandang satwa dilindungi tersebut juga sudah memenuhi standar. Sedangkan pemeriksaan kesehatan satwa langka di Taman Rimba Jambi ini juga kami lakukan secara rutin,”katanya.(*-SP)
