Jambi, SJB.Komandan Korem 042/Gapu Kolonel Arh Elphis Rudy,M.Sc.S.S., menegaskan agar Prajurit TNI senantiasa memiliki dan memegang teguh loyalitas, moralitas serta integritas. Hal tersebut disampaikan Danrem 042/Gapu, ketika mengambil Jam Komandan kepada 191 orang prajurit dan PNS Makorem 042/Gapu, Senin (22/4/2018) bertempat di lapangan Tenis Indoor Makorem 042/Gapu, Jalan Jenderal Urip Sumoharjo No.3, Sungai Putri, Telanaipura, Kota Jambi, Jambi.
Dikatakan oleh Kolonel Elphis bahwa seorang
prajurit harus memiliki loyalitas, yakni setia, taat dan patuh kepada perintah
atau putusan pimpinan. Memiliki loyalitas tegak lurus kepada atasan, loyalitas
kepada sesama rekan serta loyalitas kepada bawahan. Selanjutnya, prajurit juga
harus memiliki moralitas, yakni memiliki akhlak, perilaku dan budi pekerti yang
baik serta senantiasa memegang teguh etika keprajuritan.
Moralitas sangat penting dalam kehidupan prajurit,
karena sehebat dan sepintar apapun seorang prajurit, bila tidak dilandasi
loyalitas dan moralitas yang baik maka prajurit tersebut, tidak ada artinya.
“Profesionalisme prajurit TNI, tidak cukup hanya
mahir dalam teknik, taktik dan strategi bertempur, tetapi juga harus memiliki
moral dan akhlak yang baik. Karena setangguh apapun seorang prajurit, sehebat
apapun teknik dan taktik pertempuran dikuasai, tanpa dilandasi mentalitas dan
moralitas yang baik, serta loyalitas tidak akan ada artinya”, tandas Kolonel
Ephis.
Selain itu, seorang prajurit harus memiliki
integritas, yakni berkaitan dengan konsistensi dan keteguhan, potensi yang
memancarkan kewibawaan, memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter yang
kuat. “Ketiga hal tersebut yakni loyalitas, moralitas dan integritas harus
melekat erat pada diri setiap prajurit dalam melaksanakan setiap tugas”,
tandasnya.
Pada bagian lain arahannya, Kolonel Elphis juga
mengingatkan jangan “Gara-gara Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga”, jangan
gara-gara satu orang Prajurit yang mencoreng Satuan akan berdampak pada
Satuannya secara keseluruhan, untuk itu pahami lagi Fakta Integritas yang sudah
kita sepakati bersama dan Ikrar yang selalu kita ucapkan setiap Apel Pagi.
Terakhir Danrem mengingatkan kepada seluruh
Prajurit dan PNS Makorem bedakan antara “keinginan dan kebutuhan”, dimana
kebutuhan adalah sesuatu yang harus dimiliki manusia karena tingkat keperluan
atau urgensinya yang tinggi. Jika seseorang memiliki kebutuhan terhadap barang
atau jasa, biasanya hal paling penting yang menjadi pertimbangan adalah manfaat
yang dapat diambil dari barang atau jasa tersebut beserta fungsinya.
Keinginan berada di sisi lain, biasanya bersifat
subjektif, tidak terlalu berpengaruh pada kelangsungan hidup seseorang.
Pemenuhan terhadap ‘keinginan’ biasanya bersifat kepuasan semata dan cenderung
menyesuaikan terhadap selera individu.
Keinginan bisa bersifat positif jika pemenuhannya
memberi nilai tambah atau memberi dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan yang
telah tercapai, “Salah satu cara hidup sukses adalah dengan mengendalikan
keinginan, jika keinginan bisa dikendalikan atau diatur ( di manage ) dengan
baik, maka hidup akan jadi lebih tenang. Jika hidup lebih tenang, maka
kesuksesan yang hakiki akan semakin mudah didapat”, pungkasnya