Program
Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) yang merupakan salah
satu program dari Tanoto Foundation untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kepemimpinan sekolah,
manajemen berbasis sekolah, serta pembelajaran aktif di kelas dan didalam
sekolah , akan terus disebarluaskan di sekolah dan lembaga pendidikan yang ada
di Provinsi Jambi. Hal itu disampaikan
Wakil Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, Margaretha Ari
Widowati, disela Workshop untuk
Perencanaan Diseminasi Program Pintar di
Provinsi Jambi, yang berlangsung hari ini.
Dikatakannya,
program PINTAR dikembangkan di sekolah dan madrasah mitra Tanoto Foundation
saja, namun melalui berbagai diseminasi dan kerja sama dengan berbagai pihak
terkait seperti pemerintah daerah dan kementerian agama, diharapkan program
PINTAR dapat diaplikasikan dan disebarluaskan ke sekolah ataupun lembaga
pendidikan lain di uar sekolah mitra Tanoto Foundation yang ada di Provinsi
Jambi. "Apa yang dilakukan Tanoto Foundation hanya role model atau contoh
yang bisa disebarluaskan pemerintah,
sekolah, lembaga pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan adalah hal yang
besar, tidak bisa hanya Tanoto sendiri.
Maka kita beri contoh yang bisa diadopsi pemerintah, lembaga pendidikan
dan tenaga kependidikan," ujar Margaretha Ari Widowati .
Sementara
terkait workshop, Margaretha Ari Widowati
menjelaskan bahwa Workshop Perencanaan Diseminasi Program Pintar merupakan bentuk pertanggungjawaban terhadap
pelaksanaan program PINTAR yang sudah dilaksanakan pada tahun 2018 lalu di tiga
kabupaten di Provinsi Jambi, yaitu Batang Hari, Tanjung Jabung Barat dan
Tanjung Jabung Timur, pada akhirnya juga menghasilkan rencana aksi
penyebarluasan program.
Sementara
itu, dampak positif program PINTAR terhadap peningkatan kualitas pendidikan,
diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batanghari Dra.
Jamilah. Menurutnya, dengan berbagai sistem yang ada dalam Program PINTAR
berdampak terhadap metode pembelajaran yang diterapkan para guru yang semakin
bervariatif, kraeatif dan memacu
kreatifitas para siswa.
”Banyak
perubahan setelah program PINTAR masuk ke Batang Hari, terutama di Kec. Muara
Bulian dan Kec. Pemayung, seperti budaya baca, manajemen sekolah dan
pembelajaran aktif,” ujarnya.
Menurut
rencana, untuk penyebarluasan program PINTAR di Kabupaten Batang Hari, Dra.
Jamilah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 Milyar. “Melihat perkembangan
atau hasil program PINTAR yang bagus di lapangan, kami berencana akan
mengajukan anggaran hingga 1 Milyar untuk di kecamatan-kecamatan yang belum
mendapatkan pelatihan program PINTAR,” ujarnya.
"Kami
ingin kemajuan program tidak hanya dirasakan di Kec. Pemayung atau Kec. Muara
Bulian saja, namun merata di wilayah Kabupaten Batang Hari," pungkas
Jamilah.(ian)

