Peresmian Monumen Panser Anoa oleh Wakasad Letjen
TNI Tatang Sulaiman menandai HUT ke-36 PT. Pindad Persero. Hal tersebut
disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI
Candra Wijaya, dalam rilis tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (6/4/2019).
Diungkapkan Kadispenad, dalam rangkaian kegiatan
HUT ke-36 PT. Pindad, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman mewakili Kasad
meresmikan monumen Panser Anoa sebagai salah satu icon Kota Bandung, bahkan
Indonesia."PT. Pindad merupakan bagian sejarah yang tak terpisahkan dari
TNI AD, Kota Bandung bahkan perjuangan bangsa Indonesia,"tegas Candra.
“Dari awal bernama Artillerie Constructie Winkel
(ACW) di Surabaya pada tahun 1808,
kemudian dipindahkan ke Bandung oleh Kolonial Belanda di tahun 1923, selanjutnya diserahkan ke Indonesia dan
dikelola Angkatan Darat mulai tahun 1950, dengan nama Pabrik Senjata dan Mesiu
(PSM), hingga menjadi BUMN pada tahun 1983, menunjukkan peran Pindad yang
sangat besar," tambah Candra.
Oleh karena itu, menurut Kadispenad, Pindad bagi
TNI AD sudah layaknya saudara kandung sendiri sehingga dalam beberapa
kesempatan senantiasa bahu-membahu saling melengkapi dan mengembangkan segala
potensi yang ada. "Dari mulai Senjata Serbu (SS) dan Panser Anoa yang
fenomenal ini, menjadikan TNI AD dan Pindad terkenal dan disegani di kancah
militer internasional,"ujar Candra.
"Demikian juga dengan peresmian Monumen Panser
Anoa oleh Kasad selaku Komisaris Utama PT. Pindad merupakan wujud sinergitas
antara TNI AD dengan perusahaan kebanggaan Indonesia ini," tambahnya.
Lebih lanjut Candra mengatakan, PT Pindad juga
turut mendorong kemajuan di bidang riset dan pengembangan, serta industri pertahanan
dalam negeri lainnya. “Inilah salah satu keunggulan bangsa kita yang harus
terus dibangun dan dikembangkan,”tegasnya.
Selain sebagai ikon sejarah Kota Bandung dan bangsa
Indonesia, lanjut Candra, monumen Panser Anoa juga sebagai simbol kemajuan
industri pertahanan Indonesia. “Semoga monumen ini dapat terus mengingatkan
kita akan sejarah dan peran Kota Bandung sebagai tempat lahirnya para pejuang
bangsa, dengan berbagai jejak historis dan nilai perjuangannya yang
abadi,”terangnya.
“Berbagi varian Panser Anoa sudah teruji dan
digunakan oleh TNI untuk beroperasi di misi perdamaian PBB di berbagai negara,”
tuturnya.
Pada rangkaian HUT Pindad ke-36, selain meresmikan
monumen Panser Anoa, Wakasad bersama dengan ribuan keluarga besar PT. Pindad
melaksanakan Fun Walk serta meresmikan tujuh fasilitas produksi amunisi Pindad.
"Selain monumen, Wakasad juga meresmikan tujuh
fasilitas produksi munisi, yaitu Gedung Proses Assembling Munisi Kal. 5.56 mm,
Pembuatan Komposisi Primer, Loading Primer, Tetrazen, Loading Assembling dan
Packing GL-AGL, Explosion Chamber, serta Gedung Laboratorium Balistik
GL-AGL," pungkasnya.
Selain Menteri BUMN Rini M. Soemarno dan Direktur
Utama Pindad Abraham Mose, turut hadir Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan
Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial.(Dispenad/ Liston )


