![]() |
| Kebun Sawit Yang Tidak Terawat |
Tanjab Timur, SJBNews - Penurunan
harga sawit dan kelapa (Kopra) yang sudah berlangsung cukup lama mulai terus dirasakan oleh petani sawit dan kopra
di sejumlah daerah saat ini. Kebun sawit dan kopra tidak lagi berproduksi karena petani tidak
mampu membeli pupuk maupun membayar tenaga kerja untuk membersihkan lahan
sawit dan kopra tersebut (31/7).
Akibatnya, Kondisi kebun sawit dan kopra di Tanjab Timur saat ini tidak lagi terawat. Pemilik kebun memilih untuk tidak memanen hasil
sawit dan kopra karena tidak mampu lagi membeli pupuk dan biaya membersihkan lahan.
Kebun
sawit dan kopra ini sengaja ditelantarkan akibat harga sawit dan kopra yang terus anjlok. Harga jual sawit dan kopra saat ini berkisar dibawah 600/kg sehingga tidak lagi mencukupi biaya operasional yang
dikeluarkan untuk pemeliharaan kebun sawit dan kopra.
Keluhan sejumlah petani sawit
terhadap harga sawit dan kopra saat ini sangat memprihatinkan, mengapa tidak, karena
harga sawit dan kopra semakin terpuruk dibawah 600/kg dan dibawah 200/kg. Petani mengharapkan kepada
pemerintah untuk bisa memberikan solusi terhadap anjloknya harga sawit dan kopra dan
dapat mengembalikan kejayaan harga sawit dan kopra seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sarkawi dijumpai SJBNews Mengatakan“Harga sawit dan kopra
saat ini bawah 600/kg, belum lagi ongkos pekerja dan membeli pupuk
tidak adalagi yang tersisa, untuk kebutuhan dirumah pun tidak cukup untuk
hasil sawit dan kopra. Kami berharap pemerintah membantu para petani sawit dan kopra untuk
mengembalikan harga sawit dan kopra seperti sediakala.”, Ujarnya. (LA)
