HARGGA BBM SOLAR DI JAMBI BERPARIASI, PERTAMINA TINJAU KELAOPANGAN

Tampak usaha ilegal tempat penampungan BBM solar yang terbakar baru baru ini.perlu tindakan tegas.dari aparat Pertamina dan pihak berwajib.agar penampung lainnya.dapat jera

Jambi.SJB News.com - Akhir-akhir  ini, kondisi  harga  Bahan Bakar Minyak (BBM)  solar industri bervariasi diberbagai  konsumen. Hal  ini  terjadi akibat  ulah  salah  satu Agen BBM Solar Industri (TTK) yang  bergerak dibidang  transportasi, sekaligus  agen dapat  memberikan  diskon  sebanyak 300/ltr  dari  harga  indusri. Demikian  disampaikan salah  satu  Konsumen kepada SJBNews'.
 
Salah  satu Agen TTK, yang  mempunyai  gudang, angkutan BBM miliknya  harus  mampir  ke  Gudang, baru  diberangkatkan  ke  Konsumen, ketika  tiba  di  Gudang, pintu  gudang ditutup, sebagaimana baru  baru  ini Tempat Penampungan BBM ilegal terbakar. Oleh  karena  itu perlu ada  tindakan Pihak pertamina, agar  harga  BBM.Industri dapat  stabil.

Maraknya  permainan pmbelian BBM Solar dari  berbagai kalangan Pengusaha yang  seharunya membeli BBM Solar harga Industri dari Pertamina, bahkan  kalangan Pengusaha tersebut, selalu membeli  BBM Solar dari SPBU, sementra BBM Solar di SPBU adalah Kepentingan Umum.
 
Dengan demikian Kuota Penjualan  Pihak  Pertamina tentang  Penjualan BBM  Solar Industri berkurang, akibat bebasnya kalangan pengusaha  membeli di SPBU. Disamping itu, muncul  beberapa  jenis  BBM Solar diluar dari  Pertamina yang  diragukan Kualitasnya, banyak  beredar dimanfaatkan, seperti  BBM Solar dilur dari Pertmina, banyak  beredar  di Jambi dan  Murah dijangkau harganya.
 
Diharapkan dari Pihak Pertamina melakukan  penertiban, guna  menjaga  kualitas BBM  Solar Industri, dan melakukan pengawasan beredarnya  BBM ilegal. Sebagaimana  baru -baru  ini salah  Satu Gudang  terbakar  akibat, adanya penampungan  secara  ilegal  dari  Beberapa Mobil angkutan BBM Solar dari  Depot  Pertamina sering mamppir kegudang. Sementara gudang  tersebut tertutup  rapi sehingga  kegiatan digudang  ilegal itu, tidak  terpantau.
 
Dengan  penjualan  BBM solar yang diduga  ilegal tersebut dapat  merusak  alat  berat karena  kualitasnya tidak terjamin. Diharapkan kepada  kalangan pengusaha  industri agar  membeli  BBM Solar dari  Pertamina, hindari  membeli  BBM  diluar dari  Pertamina. kualitas  terjamin harga resmi. Jika  ada penjual BBM  solar kepada  konnsumen bisa  memberikan  diskon, diduga karena  ada  BBM Solar campuran.
 
Di Jambi, sejumlah  industri, tampaknya  masih  banyak  membeli  BBM Solar dari  beberapa  SPBU, dan  BBM lainnya, sehingga  kualitas  BBMnya  diragukan, contohnya ada  SPBU mengisi Mobil angkutan  alat berat mengisi di SPBU, sehingga  mengganggu pelayanan Umum.
 
Dari  Pantauan SJBNews,  terlihat di beberapa  SPBU di Luar  Kota  Jambi, sejumlah Mobil Truk antri. Di Kabupaten Batanghari, Kabupaten  Tebo, Kabupaten  Muara Bungo, Kabupaten  Merangin, dan  Kabupaten Sarolangun, Kabupaten  Muara  Jambi, dan  Kabupaten  Tanjab Timur, masih  banyak  kalangan  Pengusaha  yang membeli  BBM Solar ke  SPBU, hal  ini  perlu  ada  tindakan  dari  Pertamina, untuk mengawasi peredaran  BBM Solar yang  ilegal, agar  kuota  Penjualan  BBM  Solar  Industri dari  Pertamina Stabil.

Jika  di  Bandingkan Jumlah  Pengusaha  di  Jambi,  dengan  penyaluran  BBM Solar  Industri di  Jambi, masih  tanda kutip, karena banyak  juga  tempat  Penampungan BBM Solar secara  ilegal tempat  mampir  beberapa  Mobil Tangki angkutan  BBM Solar. Mengakibatkan  BBM Solar  Ilegal, tersalurkan  ke  konsumen, sehingga  kualitas BBM Solar diragukan dan  dapat  merusak  kenderaan  serta  alat  berat.
 
Dari  Kota  Jambi, menuju Simpang  Aur  Duri, beberapa  tempat ada  gudang dipagar  dengan  seng, sebagai  tempat  menampung angkutan  BBM Solar. Tampak  beberapa  Kenderaan Merah dan  Biru angkutan  BBM merek  Pertamina sering  mampir bebas tanpa  ada  tindakan, sebagaimana akhir- akhir  ini sebuah Gudang  ilegal di  Kawasan  Sijenjang terbakar, kini  kasusnya dalam  Proses Pihak berwajib. (JKP)









Cari Blog Ini

lcki

lcki
dirgahayu Provinsi jambi

berita

berita