Jambi, SJBNews - Petualangan Muslim dan kelompoknya, Serikat Mandiri Batanghari (SMB) membuat konflik terhenti,pada Kamis (18/7).
Selama 1,5 tahun lebih SMB berkonflik dan menduduki lahan PT Wirakarya Sakti (WKS), Muslim Cs menebar teror dan melakukan pengrusakan.
Total kerugian akibat ulah Muslim Cs ini lebih dari Rp 10 Miliar lebih.
Nama Muslim mulai dikenal ketika dia menggerakkan massa yang diklaim sebagai Petani Serikat Mandiri Batanghari (SMB) menduduki lahan PT WKS di Distrik IV di Desa Sengkati Baru, Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari pada 25 April 2018 lalu.
Sejak saat itu, nama Muslim dan SMB menjadi momok yang sering bikin ulah.
Sebelumnya tidak banyak yang tahu latar belakang Muslim. Dari informasi yang beredar, Muslim bukan asli warga Jambi.
Dia merupakan pendatang asal Desa Karang Sari, Lampung. Pria 44 tahun itu disebut sebut spesialis konflik lahan dan kerap membuat ulah.
Sebelum di Jambi konflik dengan PT WKS, Muslim pernah terlibat sengketa lahan di Liwa Lampung.
Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS juga mengatakan Muslim dan SMB nya memanfaatkan SAD sebagai alat untuk mendapatkan lahan yang mereka duduki.
SAD hanya sebagai tameng mereka. SAD hanya ada sekitar 10 persen saja dari massa yang ada di sana, ungkap Kapolda.
Selama 1,5 tahun lebih SMB berkonflik dan menduduki lahan PT Wirakarya Sakti (WKS), Muslim Cs menebar teror dan melakukan pengrusakan.
Total kerugian akibat ulah Muslim Cs ini lebih dari Rp 10 Miliar lebih.
Nama Muslim mulai dikenal ketika dia menggerakkan massa yang diklaim sebagai Petani Serikat Mandiri Batanghari (SMB) menduduki lahan PT WKS di Distrik IV di Desa Sengkati Baru, Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari pada 25 April 2018 lalu.
Sejak saat itu, nama Muslim dan SMB menjadi momok yang sering bikin ulah.
Sebelumnya tidak banyak yang tahu latar belakang Muslim. Dari informasi yang beredar, Muslim bukan asli warga Jambi.
Dia merupakan pendatang asal Desa Karang Sari, Lampung. Pria 44 tahun itu disebut sebut spesialis konflik lahan dan kerap membuat ulah.
Sebelum di Jambi konflik dengan PT WKS, Muslim pernah terlibat sengketa lahan di Liwa Lampung.
Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS juga mengatakan Muslim dan SMB nya memanfaatkan SAD sebagai alat untuk mendapatkan lahan yang mereka duduki.
SAD hanya sebagai tameng mereka. SAD hanya ada sekitar 10 persen saja dari massa yang ada di sana, ungkap Kapolda.
Penulis : Asido Girsang
Editor : A. Rachman
