![]() |
| Kebun kelapa semakin tinggi, sementara pemiliknya membiarkan buahnya tidak dipanen. |
![]() |
| Kebun Kelapa Petani ditanami pinang diselah-selahnya. |
![]() |
| Kelapa dibiarkan di kebun karena harga murah. |
Tanjabtim,
SJB.
Beberapa
tahun terakhir, petani kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) –
Jambi mengeluh. Pasalnya, harga kelapa tidak stabil, bahkan cenderung anjlok.
Padahal, petani kelapa di wilayah timur Provinsi Jambi tersebut, dari dulu tanaman
andalannya adalah kelapa. Walau kemudian petani menanam pinang, namun
belakangan harga pinangpun anjlok.
Abdul Kadir,
salah seorang Tokoh masyarakat Desa Bakti Idaman Kecamatan Mendahara Kabupaten
Tanjabtim kepada Sinar Jambi Baru mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir
petani merasakan harga kelapa murah. Sementara harga kebutuhan sembako cenderung
naik.
Dengan
situasi dan kondisi demikian, membuat para petani membiarkan kelapa mereka
tidak dipanen dan memilih mencari pekerjaan lain.” Oh
ya, kalau ditempatku ada yg cari ikan, udang disungai. Harganya Lumayan mahal,
tapi musiman Karna kata mereka tunggu kelapa naik baru kerja kebun lagi” ujar
Kadir. (AR).


